Movie

The Commuter Review: Film Laga Memukau di Awal 2018

the commuter

Sayaajarkan – The Commuter memiliki premis cerita yang cukup menarik, yakni seorang yang terjebak dalam sebuah konspirasi kriminal saat sedang dalam perjalanan pulang dari kantor. Hari-hari yang normal berubah menjadi sebuah hari yang sangat tidak bisa diduga.

Film laga pertama di tahun 2018 ini mejadikan film ketiga yang mempertemukan sang aktor, Liam Neeson, dengan sang sutradara Jaume Collet-Serra. Sebelumnya mereka pernah bekerja sama di film Unknown dan Run All Night. Gendre aksi sam thriller kembali mereka bawa pada film ini.

The Commuter mengisahkan Michael MacCauley, seorang sales asuransi yang kebetulan memiliki kantor yang cukup jauh dari rumah. Hal ini mengharuskan MacCauley menggunakan kereta setiap hari untuk bekerja. Sudah 10 tahun ia bekerja dan pada hari itu, dia harus mengalami kejadian pahit; yakni dipecat.

Sebenarnya sebelum menjadi sales asuransi, MacCauley adalah seorang polisi tapi dia memilih untuk berhenti karena ingin lebih dekat dengan keluarga. Pikiran MacCauley sungguh sangat kacau. Dia memikirkan tanggungan yang harus ia hadapi, dia masih harus mencukupi kebutuhan anaknya yang akan masuk kuliah. Belum lagi kebutuhan untuk sehari-hari. Usianya tidak lagi muda dan pasti akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

The Commuter

Liam Neeson kembali berlaga di awal 2018. Credit Photo: Lionsgate

Saat perjalanan pulang, di sinilah MacCauley bertemu dengan perempuan asing bernama Joanna (Vera Farmiga) yang menawarkan uang yang cukup banyak jika ia dapat memecahkan teka-teki di dalam kereta. Tawaran yang menggiurkan memang untuk ditolak. Dia perikir uang tersebut adalah sebagai jalan keluar untuk permasalahan uang keluarganya. Namun, tawaran ini bukanlah sebuah opsi melainkan sebuah paksaan terhadap dirinya.

Taruhannya apa? Nyawa!

Film The Commuter akan membawa kita kepada situasi dimana kita harus bisa bersikap cerdik, tenang dan berpikir jernih untuk tetap dapat berpikir positif sekalipun kondisi sekeliling kita tidak dalam kondisi yang positif. Film ini juga mengajari kita bahwa setiap rutinitas kita juga bisa menjadi kebiasaan yang akan membentuk karakter.

Liam Neeson selalu cocok memainkan film-film laga seperti ini. Keren dan terkadang brutal. Patrick Wilson yang juga hadir sebagai sahabat MacCauley cukup membuat suasana sedikit lebih ringan karena jujur film ini tidak ada unsur komedinya sama sekali. Penonton hanya disajikan dengan aksi ke aksi dari Liam Neeson.

Seandainya ada twist di akhir cerita, mungkin akan membuat film The Commuter lebih baik. Terlepas dari itu, film ini cukup membuat kita terhibur di awal tahun 2018.

Aksi laga yang bener-bener bikin kita ikut berdiri dari kursi – Amos Anugrah

Once MacCauley takes a deep breath and says, “I’m done playing games,” audiences can breathe freely as well. It’s Neeson Time, and it’s not in the man to let us down. – Kenneth Turan

Click to comment

Leave a Reply

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of
To Top