Movie

Kenapa Banyak Kritikus Benci Film Box Office?

Kenapa Kritikus Film benci Bohemian Rhapsody

Sayaajarkan – Pasti pernah membaca beragam review film, termasuk film biopik ‘Bohemian Rhapsody’ yang menuai komentar buruk dari para kritikus film meski filmnya sukses di pasaran.

“Hasil akhirnya enerjik, jika tidak bisa dibilang mulus, perhatiannya terhadap Mercury dan Queen tak terbantahkan meski dramanya terasa kurang bergizi,” tulis Sheri Linden dari The Hollywood Reporter.

“Jika bukan karena penampilan liar Rami Malek sebagai salah satu frontman rock terbaik dalam sejarah, daftar lagu hebat, dan bayangan panjang penampilan ikonis penampilan band di Live Aid tahun 1985, film ini bisa menjadi film tentang musisi manapun di Amerika Serikat,” tulis David Ehrlich di Indiewire.

Dan masih banyak lagi.

Padahal, di situs review film seperti Rotten Tomatoes dan Google Review, para penonton memberikan skor tinggi kepada film ini.

Adegan di film Bohemian Rhapsody.
Adegan di film Bohemian Rhapsody.

Kenapa pendapat para kritikus berbeda dengan penonton awam?

Usut punya usut, perbedaan review kritikus film dan penonton awam mengerucut kepada sesuatu yang disebut “suspension of disbelief.”

“Perbedaan antara penonton biasa dan kritikus adalah perkara ‘suspension of disbelief.’ Bagi yang belum tahu, ‘suspension of disbelief’ adalah sebuah proses yang membiarkan kita mengesampingkan logika, demi menikmati kekuatan dan emosi sebuah cerita seutuhnya,” kata Cory, host video ‘Bohemian Rhapsody: The Real Reasons Critics Didn’t Like.’

Bila penonton biasa gampang terbawa perasaan, kritikus film lebih memilih berusaha seobyektif mungkin dalam menilai sebuah film. Semua itu karena bagi kritikus, menonton film adalah sebuah pekerjaan.

Dan memang, penggemar fanatik Queen atau pengamat sejarah musik dunia tahu bahwa banyak hal di film ini yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

suspension of disbelief: pembeda kritikus dan penonton awam

Seperti dilansir Media College, suspension of disbelief sering muncul ketika kita menonton film bergenre fantasi, laga dan fiksi ilmiah.

Fenomena ini memungkinkan penonton memaklumi atau memaafkan apa yang terjadi, meski terlihat tidak masuk akal sama sekali.

Namun, bukan berarti penonton mudah sekali untuk dibohongi. Fenomena pengabaian logika ini hanya bisa terjadi bila penyuguhannya berjalan mulus.

Mungkin kamu jadi ingat kenapa “special effect” potongan adegan sinetron bertemakan azab bisa viral dan jadi sasaran bully netizen.

Click to comment

Leave a Reply

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of
To Top