Movie

Shazam! Review: Captain Marvel yang Sesungguhnya

Shazam!

Sayaajarkan – Eits, jangan keburu kesal membaca judul di atas. Pada kenyataannya sebelum tahun 1940, Shazam! dikenal dengan nama Captain Marvel. Tokoh Superhero DC ini baru memakai nama Shazam! di judul depan komiknya setelah Captain Marvel resmi dipatenkan oleh Marvel Comics.

Anyways, rilis berdekatan dengan Captain Marvel, film Shazam! sukses meraih banyak review positif dari para kritikus film dan para penonton. Film ini juga diperkirakan akan menciptakan angka pendapatan yang besar di luar budget yang konon berkisar antara USD 80 juta hingga USD 100 juta.

Sinopsis Shazam!

Shazam! bercerita tentang anak yatim bernama Billy Batson yang dipilih oleh seorang penyihir untuk mewarisi kekuatannya. Hanya dengan menyebut nama sang penyihir, Billy pun akan berubah menjadi versi dewasa yang telah dibekali kekuatan super.

Shazam! dibintangi oleh Zachary Levi, Asher Angel, Jack Dylan Grazer, dan Mark Strong. Filmnya disutradarai oleh David F. Sandberg yang kita kenal lewat dua film horor bertajuk Lights Out dan Annabelle Creation.

Billy Batson, anak yatim yang terpilih mewarisi kesaktian Shazam! Credit photo: Warner Bros

Shazam! Mematenkan Warna Baru DCEU

Mengambil sedikit inspirasi dari film BIG-nya Tom Hanks di tahun 1988, Shazam! berhasil membuat gambaran elok mengenai apa yang akan terjadi jika seorang anak kecil tiba-tiba bisa menjadi superhero.

Keputusan-keputusan yang diambil oleh karakter utamanya sedikit banyak mewakili apa yang ada di pikiran kita. Mulai dari memakainya untuk mencari uang; melawan penjahat; membuat markas rahasia seperti Batman; dan masih banyak lagi. Semuanya digambarkan dengan cara yang menyenangkan.

Terkait penggambaran momen itu, kredit besar tampaknya patut diberikan pada Zachary Levi. Bisa dibilang ia adalah bagian terbaik dari film ini. Puas rasanya melihat bagaimana Zachary Levi dengan luwesnya memerankan versi dewasa dari tokoh Billy Batson.


Persahabatan Billy Batson alias Shazam! dengan Freddy Freeman adalah hal paling menyenangkan dari film ini. Credit photo: Warner Bros

Pun begitu dengan Jack Dylan Grazer yang berperan sebagai Freddy Freeman. Layaknya karakter Cisco Ramon di serial The Flash, saudara angkat Billy ini selalu siap memberikan referensi-referensi superhero dan kultur pop yang bikin para fans DC kegirangan menontonnya.

Interpretasi Terbaik dari Warna Baru DCEU

Di luar semua kegemilangan itu, ada beberapa hal yang agak lemah di film ini. Mulai dari motif sang penjahat yang terasa lemah serta naskah yang sedikit kedodoran di pertengahan cerita.

Namun demikian, Shazam! tetaplah film DCEU terbaik setelah Wonder Woman dan Man of Steel. Pembawaan film yang penuh humor segar serta tone yang lebih ceria seolah jadi pertanda bahwa masa-masa kelam di DCEU telah usai. Shazam! bahkan bisa dibilang sebagai interpretasi terbaik dari apa yang DCEU coba lakukan lewat Justice League dan Aquaman.

Akan ada banyak kejutan seru di film ini. Credit photo: Warner Bros

Pada akhirnya, film ini memiliki sisi komedi yang dominan; drama tentang keluarga yang menyentuh hati; serta pertarungan keren di atas gedung-gedung bertingkat ala Superman yang sudah begitu kita rindukan.

Entah kamu fans DC atau bukan, Shazam! adalah salah satu alasan kenapa kita suka dengan superhero!

“I loved the spirit and the heart of this film.” Richard Roeper, Chicago Sun-Times

“Shazam! is the kind of carefree superhero film that reinvigorates the fantasy of actually being a superhero.” Tom Glasson, Concrete Playground

Click to comment
To Top