Movie

Avengers Endgame Review: Emosional dan Spektakuler

Salah satu adegan di film Avengers Endgame

Sayaajarkan – Ekspektasi tinggi terkadang bisa membuat kita kecewa. Tapi kasus ini tak berlaku untuk film terbaru dari Marvel Cinematic Universe (MCU), Avengers: Endgame.

Avengers: Endgame benar-benar tahu cara memuaskan para penggemarnya. Berbagai unsur yang ada di 21 film sebelumnya mampu dirangkum dengan baik dalam durasi sekitar 181 menit. Ingin rasanya memberikan tepuk tangan kepada Christopher Markus dan Stephen McFeely selaku penulis naskahnya.

Pantaskah Endgame Diberi Gelar Film Terbaik MCU?

Disutradarai oleh Russo bersaudara yang sebelumnya membidani dua film terakhir Captain America dan juga Infinity War, Endgame melanjutkan peristiwa Infinity War di saat tim Avengers didera kekalahan melawan Thanos. Berbagai cara pun dilakukan oleh para superhero yang tersisa untuk membalikkan keadaan.

Berbeda dengan film-film Marvel lainnya, Avengers: Endgame cukup jor-joran dalam menampilkan ketidakstabilan emosi para karakternya. Siapa sangka jika jagoan-jagoan sekuat itu bisa mengalami depresi berat layaknya manusia biasa. Langkah ini membuat kita sebagai penonton jadi ikut merasakan kedekatan emosional dengan apa yang mereka alami.

Salah satu adegan di film Avengers: Endgame
Salah satu adegan di film Avengers: Endgame

Selain itu, meskipun plotnya sedikit lambat di awal, namun pembangunan pondasi ceritanya berjalan dengan cukup efektif meski tak serapih Infinity War.

Masing-masing karakter memiliki momennya sendiri. Carol Denvers alias Captain Marvel (Brie Larson) yang agak ‘congkak’ di film perdananya tampil dengan karakter yang jauh lebih loveable. Begitu juga dengan para karakter lainnya, termasuk Captain America (Chris Evans) yang sukses jadi salah satu bagian terbaik dari film ini.

Salah satu adegan di film Avengers: Endgame
Salah satu adegan di film Avengers: Endgame

Pada akhirnya, Avengers: Endgame adalah film terbaik MCU yang pernah dibuat. Perayaan, perpisahan, kegembiraan serta air mata berkumpul jadi satu di film pamungkas ini.

Saran dari kami, berusahalah hindari spoiler sebisa mungkin hingga berhasil menontonnya sendiri. Semoga sukses ya!

“It’s an entertainment designed to please many, many people and disappoint as few as possible, extravagant without necessarily having a vision beyond its desire not to put a foot wrong.” Stephanie Zacharek, TIME Magazine

“[I]t is slick and affectionate enough for its three-hour running time to pass quickly.” Nicholas Barber, BBC

Click to comment
To Top