Movie

Brightburn Review: Kisah ‘Superman’ Jahat dengan Plot Sederhana

Brightburn. Credit photo: geeksofdoom

Sayaajarkan – Apa jadinya jika bayi super yang jatuh ke bumi dan dirawat oleh sepasang ‘petani’ ternyata adalah calon pemusnah? Well, meski sama sekali tak ada hubungannya dengan sosok Man of Steel di DC Comics, namun ide itu jadi begitu menarik ketika divisualisasikan oleh James Gunn (sebagai produser) dan kawan-kawannya lewat sebuah film layar lebar bertajuk Brightburn.

Tak heran, sejak trailernya rilis pada 5 bulan lalu, film ini jadi sorotan para penggila film adaptasi komik DC. Apa yang disuguhkan Brightburn seolah membangkitkan khayalan terkelam mereka tentang sosok Superman. Berbagai pertanyaan pun langsung berkecamuk di pikiran. Mau dibawa kemana ide brilian ini di filmnya nanti.

Potensi Besar Brightburn

Film Brightburn menyoroti pasangan suami-istri Kyle Breyer (David Denman) dan Tori Breyer (Elizabeth Banks) yang tak kunjung dikaruniai anak setelah sekian lama menikah.

Suatu malam, keduanya dikejutkan dengan jatuhnya sebuah pesawat luar angkasa berisikan ‘bayi’ di wilayah dekat rumah mereka. Mereka pun memutuskan untuk mengadopsinya hingga sang anak yang diberi nama Brandon Breyer (Jackson A. Dunn) tumbuh menjadi seorang remaja.

Salah satu adegan di film Brightburn. Credit photo: Sony Pictures
Salah satu adegan di film Brightburn. Credit photo: Sony Pictures

Jika sedikit mengenyampingkan embel-embel ‘kekuatan super’, apa yang disuguhkan Brightburn sebenarnya memiliki kemiripan dengan film The Prodigy yang tayang pada awal 2019 lalu. Kisah ‘anak jenius’ yang tiba-tiba menjadi ancaman bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya ini memiliki potensi besar yang memungkinkannya menjadi bagian dari daftar horor terbaik di 2019.

Namun, kalau dilihat dari naskah yang ditulis oleh Mark Gunn dan Brian Gunn, Brightburn rupanya memang memilih untuk hadir dalam plot sederhana. Ceritanya pun cenderung predictable dengan trailer yang agak terlalu gamblang menggambarkan plot utama, serta tokoh sentral yang terlalu kuat hingga meng-overpower karakter lainnya.

Untungnya, David Yarovesky selaku sutradara mampu memaksimalkan bagian gore dan jumpscaresnya dengan baik. Beberapa di antaranya hadir dengan fresh dan (beruntung sekali) bisa lolos dari guntingan sensor.

Overall, Brightburn adalah sebuah gambaran mengenai ancaman dari sosok berkekuatan super. Menarik untuk ditonton, namun sayang dibuat terlalu sederhana.

Click to comment
To Top