Music

Blink 182 – NINE Review: Sukses Bungkam Kritikus

Blink 182. Sumber foto: YouTube

Sayaajarkan – Blink 182 baru saja memulihkan reputasinya di ranah Pop Punk. Setelah banyak dicela lantaran album California, serta duet mereka bareng rapper kontroversial Lil Wayne di lagu What’s My Age Again, Blink-182 akhirnya membungkam mulut para kritikus dengan album kesembilan mereka yang bertajuk NINE.

Berisikan 15 lagu, band yang kini digawangi Mark Hoppus (vokal, bass), Matt Skiba (vokal, gitar), dan Travis Barker (drum) ini menghadirkan formula yang bisa dibilang gabungan antara album Untitled dengan Take Off Your Pants and Jacket.

Tak hanya itu, Mark dan Travis juga kini membolehkan sang personel baru, Matt untuk menjadi diri sendiri. Hal ini mungkin menjadi jawaban akan nuansa Alkaline Trio–band milik Skiba– yang berserakan di hampir setiap reff lagu di album NINE.

Kalau tidak percaya, coba dengarkan lagu Black Rain yang sangat jauh dengan ciri khas Blink 182 terdahulu. Telinga kita hampir mengidentifikasinya sebagai lagu barunya Alkaline Trio.

Menikmati 15 track di album baru Blink 182, NINE

Album NINE dibuka dengan lagu First Time. Tanpa basa-basi, di lagu ini mereka langsung menggebrak dengan lolongan Matt dan drum yang dinamis dari Travis Barker. Semuanya menyatu dengan lirik-lirik nakal yang dinyanyikan renyah oleh Mark Hoppus.

Happy Days sebagai lagu kedua, tampil sebagai wadah curahan hati Mark. Kesulitannya menghadapi depresi diceritakan dengan gamblang meski tertutupi musik yang manis dan ceria.

Memasuki lagu-lagu berikutnya, pendengar akan semakin paham dengan arah yang dibawa oleh album ini. Curahan keresahan, kemarahan, hubungan yang buruk, serta ketakutan akan hal-hal yang tak dimengerti bolak-balik terdengar di balik lirik-liriknya.

Black Rain, Pin the Grenade, No Heart to Speak Of, On Some Emo Sh*t, hingga Remember to Forget Me adalah beberapa judul yang paling kuat di album ini.

Pada akhirnya, Blink 182 memang tidak bisa memuaskan semua fans lamanya, terutama yang masih merindukan kehadiran personel lamanya, Tom DeLonge.

Namun, album ini setidaknya membuktikan kalau Blink 182 baik-baik saja tanpa Tom, dan sepertinya akan selalu begitu.

Click to comment
To Top