Lifestyle

Sejarah Sepeda Brompton

Sayaajarkan – Sejak pemberitaan skandal cargo ilegal Garuda Indonesia, Sepeda Brompton jadi semakin terkenal dan semakin banyak yang mencari tau mengenai sepeda ini. Tapi taukah kamu bagamana sejarah Sepeda Brompton bermula? berikut ini sayaajarkan rangkum buat kamu.

Solusi Dari Masalah

Sepeda Brompton pertama kali didesain oleh Andrew Ritchie seorang sarjana teknik lulusan Universitas Cambridge, Inggris pada tahun 1975. Sementara nama Brompton diambil dari pemandangan apartemen Ritchie yang menghadap ke sebuah gereja, yaitu Brompton Oratory di Kensington Selatan, London. Hal ini bermula dari kesulitan Ritchie memasukkan sepeda konvensionalnya ke dalam apartemen, sehingga ia ingin menciptakan sepeda yang ringkas dan bisa dilipat.

Andrew Ritchie
Credit Photo: alchetron.com

Selain itu, London adalah kota yang tumbuh berkat jaringan jalan dan jalur kereta api bawah tanah. Warga mengandalkan kereta bawah tanah untuk bepergian. Namun demikian untuk penggunaan mobil ataupun taksi di London sangatlah mahal, karenanya Ritchie ingin menghadirkan moda transportasi yang cepat dan murah serta sanggup mengantarkan warga dari rumah ke stasiun dan dari stasiun pemberhentian ke tempat tujuan. Karenanya moda transportasi tersebut haruslah mudah dibawa

Mulai Produksi

Tahun 1981, sepeda Brompton mulai diproduksi dalam skala kecil dan khusus. Ritchie mengajak 10 orang temannya untuk menjadi investor senilai 100 pound sterling tiap orangnya. Dari uang tersebut Ritchie membuat prototipe pertamanya yang selesai dalam setahun. Sepeda tersebut berukuran 28x60x60 cm atau 3,56 kaki kubik setelah dilipat.

Sepeda Lipat Brompton
Credit Photo: dream.co.id

Setelah berhasil membuat 3 sepeda lipat prototipe, Ritchie mencoba menjual desainnya pada perusahaan sepeda yang sudah besar, namun demikian hal tersebut tidak membuahkan hasil. Sekalipun mendapatkan penolakan ternyata Ritchie justru berhasil mendapatkan 30 pemesan yang bersedia membayar di muka, meski sepedanya belum dibuat.

Dari 30 pesanan, Ritchie justru membuat 50 sepeda lipat. Ia yakin akan ada 20 orang lainnya yang akan membeli sepeda lipat buatannya. Benar saja, setelah 18 bulan, pembuatan sepeda selesai dan semuanya laku terjual.

Pada awal 1980-an, Ritchie mendapatkan dana sebesar 8 ribu Pound. Dibantu seorang pegawai, dalam kurun waktu 2 tahun, Ritchie memproduksi 500 sepeda. Selanjutnya, untuk memperlancar produksi, Ritchie mulai mencari para investor besar. Meski saat itu bisnis sepeda sedang lesu, Ritchie bisa meyakinkan Julian Vereker, pendiri Naim Audio, untuk mengucurkan dana 40 ribu Pound. Ditambah dana dari ayahnya dan rekan-rekannya, Ritchie berhasil mengumpulkan sekitar 50 ribu Pound. Pada 1988, sepeda Brompton resmi diproduksi secara masal dengan pabrik pertama berada di Brentford, London Barat.

Penghargaan dan Perlombaan

Pada 1995, sepeda ini mendapatkan ‘Royal Recognition’ yang merupakan penghargaan dari Ratu Inggris. Penghargaan ini semakin melambungkan nama sepeda Brompton. Dan pada 2006, Brompton World Championship diadakan pertama kali di Barcelona, Spanyol.

Brompton World Championship
Credit Photo: cyclingweekly.com

Buatan Tangan dan Menjaga Kualitas

Saat ini, pabrik Brompton berlokasi di Greenford, London dan mampu memproduksi 50 ribu sepeda lipat per tahunnya. 80 persen di antaranya diekspor keluar Inggris dan telah dipakai di 47 negara, salah satunya Indonesia.

Suasana Pabrik Sepeda Brompton
Credit Photo: fineartamerica.com

Untuk menjaga kualitas, Brompton hanya memiliki pabrik di London dan dibuat dengan tangan. Hal ini pula yang membuat harganya cukup tinggi dan bergengsi di kalangan pecinta sepeda lipat.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top