Info Feed

TAHUKAH KAMU: Sejarah Asal-usul Zodiak China

Zodiak China. Credit Photo: Usfunds.com

Sayaajarkan – Tahun baru Imlek menandai dimulainya kalender bangsa China atau Tiongkok. Tahun masehi 2018 menurut perhitungan kalender China adalah tahun 2569 yang jatuh pada shio atau zodiac china, Anjing Tanah.

Dalam bahasa Indonesia, kata ‘shio’ sebenarnya diambil dari pelafalan dialek Hokkian, yakni sheshio (Mandarin: shengxiao). Dalam bahasa inggris, shio baru disebut Chinese Zodiac alias zodiak China.

Kamu pasti tahu soal ramal-meramal bukan cuma zodiak astrologi Yunani bernama Capricornus sampai Sagitarius. Kebudayaan China memiliki zodiaknya sendiri.

Ramalan zodiak China terdiri atas 12 binatang. Bahasa Mandarin-nya shi er xiao, sedangkan dalam dialek Hokkian disebut cap ji shio. Shi er atau cap ji berarti dua belas xiao atau shio, seperti zodiak dalam astrologi Barat. Perbedaannya, shio memakai urutan hewan, sedangkan zodiak memakai nama planet, walaupun tetap dilambangkan dengan hewan seperti shio.

Zodiak China.

Gak cuma tahun, masing-masing dari kita juga punya zodiiak china sendiri, sesuai dengan tahun lahir kita. Credit Photo: www.dogtime.com

Nah, darimana shio berasal?

Selama ini kita beranggapan bahwa perhitungan shio berasal dari China, atau sesuatu yang khas dari kebudayaan China. Zodiak berjumlah 12 tak identik khas budaya China saja. Dari Timur Tengah sampai Yunani dan Bulgaria ditemukan juga perhitungan dalam kelompok 12, misalnya hari dibagi dalam 12 jam, tahun dibagi dalam 12 bulan, dan terjadi siklus 12 tahun.

Selain itu perhitungan ini juga dilambangkan dengan hewan-hewan yang hampir sama dengan perhitungan shio selama ini. Urutannya pun semua sama. Yang berbeda hanya buaya, yang di China diganti dengan Naga. Hal ini menandakan, saat zaman dahulu manusia yang menyebar ke berbagai penjuru dunia telah mewariskan pandangan yang sama dalam perhitungan membagi waktu.

Zodiak dibawa ke China di masa Dinasti Shang (1766-1121 SM) oleh para pengelana dari Timur Tengah. Di China perhitungan ini disempurnakan terus, sampai bentuknya sekarang ini. Mulai pada Dinasti Yuan (1277-1367) penggunaan nama hewan untuk tahun-tahun sudah lazim dipakai, termasuk untuk umur seseorang.

Urutan kedua belas hewan dalam cap ji shio sebagai berikut: 1. Shu atau Ci (Tikus); 2. Niu aatau Gu (Kerbau); 3. Hu atu Hou (Macan); 4. Tu atau Tou (Kelinci); 5. Long atau Liong (Naga); 6. She atau Coa (Ular); 7. Ma atau Be (Kuda); 8. Yang atau Yo (Kambing); 9. Hou atau Kau (Monyet); 10. Ji atau Ke (Ayam); 11. Gou atau Kau (Anjing); dan 12. Zhu atau Ti (Babi).

Zodiak China.

Hanya ada 12 hewan yang masuk ke dalam zodiac china. Credit Photo: Time Magazine

Sejarah Shio

Orang sering bertanya mengenai jenis hewan yang ada dalam urutan shio. Mengapa dari sekian banyak hewan di dunia hanya 12 hewan itu yang masuk dalam urutan tersebut?

Ada legenda mengapa hanya 12 hewan yang masuk horoskop China. Bukan cuma satu legenda malah. Di antaranya ada yang menceritakan bahwa ketika Sang Buddha sedang menjalani tapa brata, ia mengadakan perlombaan bagi para hewan.

Perlombaan diikuti bermacam-macam hewan yang berakhir dengan hasil urutan seperti dalam dua belas shio itu. Versi ini terlalu banyak kelemahannya, karena apa mungkin ketika sedang bertapa, Sang Buddha masih sempat mengadakan lomba bagi para hewan?

Versi lain mengatakan, konon ketika Sang Buddha sedang bertapa di bawah pohon bodhi untuk moksa, berdatanganlah hewan-hewan shio itu secara bergantian menemani Sang Buddha. Sebagai rasa terima kasih, maka Sang Buddha menjjikan kedua belas hewan itu secara bergntian menjadi naungan dari setiap tahun. Dibanding versi sebelumnya, versi ini lebih masuk akal.

Zodiak China.

Terkadang, shio juga digunakan untuk meramal watak seseorang. Credit Photo: Pachamama

Zodiak China meyakini dua belas hewan dalam cap ji shio memberikan landasan watak seseorang yang lahir di bawah naungan shio yang berkuasa. Dalam budaya China dikenaal beberapa cara meramal. Misalnya ramalan Ba Zi, atau istilah populernya Pek Jie. Ramalan ini berdasar horoskop atau shio seseorang. Biasanya hasil ramalan ini berlaku untuk beberapa waktu. Bentuk ramalan lain adalah Suan Ming atau Kan Ming, istilah populernya disebut Kua Mia. Artinya melihat nasib.

Di masyarakat China, meramal nasib sudah menjadi bagian dari gaya hidup dalam menjalani kehidupan dari tahun ke tahun. Secara rutin mereka akan mendatangi seorang peramal pada setiap akhir tahun kalender China.** (dari berbagai sumber)

Click to comment
To Top