Info Feed

Belajar Bahasa Asing: 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan

Kesalahan dalam belajar bahasa asing.

Sayaajarkan – Belajar bahasa asing seperti bahasa inggris dan sebagainya memang tidak mudah. Banyak kesalahan yang kita lakukan seperti kosakata terbatas; tata bahasa yang terbalik; pengucapan yang keliru, dan sebagainya.

Tetapi hal-hal demikian tidak bisa dikatakan kesalahan yang sesungguhnya. Karena hal-hal tersebut natural dan penting dalam proses belajar bahasa yang baru.

Dalam artikel kali ini, sayaajarkan akan berbagi tentang kesalahan-kesalahan umum yang sering dialami saat mempelajari bahasa asing. Untungnya meskipun kesalahan ini akan menghambat proses belajar, mereka juga mudah untuk ditaklukkan jika kita mau mengubah pola pikir dan kebiasaan kita.

5 kesalahan saat belajar bahasa

Takut Membuat Kesalahan

Seperti yang dijelaskan di atas, melakukan kesalahan dalam belajar bahasa (atau belajar apa pun) adalah hal yang normal dan merupakan bagian dari proses. Jadi tidak perlu terlalu dipikirkan.

Tujuan dari berbuat kesalahan adalah supaya kita bisa belajar darinya. Kalau kita tidak mau praktik atau menghindar, bagaimana kita bisa ada kemajuan?

Rahasianya, belajarlah untuk mencintai kesalahan. Pada malam hari luangkan beberapa saat untuk menuliskan kesalahan yang kita buat. Kemudian, tulis juga apa yang kita pelajari dari kesalahan itu dan bagaimana kita dapat memperbaikinya.

Kurangnya Rasa Keingintahuan

Dalam belajar bahasa, sikap adalah faktor yang penting dalam bagaimana kita bisa berkembang. Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang kurang tertarik dengan budaya atau mempunyai “prasangka” akan lebih sulit menguasai bahasa yang dipelajari walaupun sudah bertahun-tahun belajar.

Sebaliknya, siswa yang tertarik dengan budaya akan lebih cepat mempelajarinya karena mereka menerima budayanya dan lebih terbuka dalam menjalin hubungan dengan penutur aslinya.

Tidak Banyak Mendengarkan

Ibarat seperti bayi yang belajar menghasilkan bahasa dengan cara mendengar dan menirukan suara, kita juga perlu belajar mendengarkan. Hal ini dapat memperkuat kosakata dan membantu untuk melihat struktur atau polanya.

Mendengar adalah salah satu keterampilan komunikasi yang sering kita gunakan, tapi sulit untuk melatihnya kecuali kalau kita tinggal di negara yang menggunakan bahasa bersangkutan. Solusinya? Cari lagu, acara berita/TV, film, dan dengarkan sesering mungkin.

Perbaiki kesalahan-kesalahan dalam belajar agar kita bisa lekas menguasai. Credit photo: Defined STEM.

Salah Fokus

Tidak Fokus Pada Kosakata Yang Tepat

Kita seringkali memilih kosakata yang kurang relevan dengan kebutuhan atau pemakaian sehari-hari. Ini sebabnya kita jadi seringkali lupa atau tidak ingat karena tidak pernah dipakai. Jadi untuk mengingat kosakata lebih mudah, ada baiknya kita mulai dari topik sehari-hari seperti hobi, pekerjaan, rumah dan lain sebagainya.

Dengan memusatkan fokus pada topik khusus ini, kita akan bisa mengumpulkan banyak kosakata. Misalnya kita berbicara tentang dapur, maka akan langsung berhubungan dengan kata seperti: pisau, wajan, bumbu dapur, memasak, kulkas, piring, sayur, dan sebagainya.

Belajar Dengan Satu Metode Saja

Sebagian dari kita lebih nyaman belajar dengan cara mendengar dan mengulang di laboratorium bahasa atau di podcast. Ada juga yang memilih belajar dari buku dulu kemudian baru dipraktekkan.

Tak ada yang salah dari pendekatan ini, tapi adalah sebuah kesalahan jika kita hanya mengandalkan satu cara untuk belajar.

Jadi, cobalah belajar dengan berbagai cara, supaya kelak mampu mempraktikkan keterampilan yang berbeda. Semoga lekas lancar, ya.

Click to comment
To Top