Finance

Freelance dan Remote: 4 Tips Supaya Pekerjaan Lancar

Freelance dan Remote

Sayaajarkan –Membahas pola kerja freelance dan remote mengingatkan kita akan narasi sebuah iklan rokok di televisi yang berbunyi, “Ngantor nggak harus di kantor.”

Tapi memang ada benarnya, apalagi di era digital seperti sekarang. Di jenis pekerjaan tertentu seperti content writer alias penulis artikel media online, selama ada laptop dan koneksi internet, jarak dan ruang tak perlu jadi masalah dalam menyelesaikan pekerjaan.

Sejumlah perusahaan dan pemberi kerja juga diketahui memperbolehkan cara kerja remote alias jarak jauh kepada seluruh atau sebagian pekerjanya. Baik itu yang fulltime maupun freelancer, yang penting deadline beres.

Selain terasa menyenangkan bagi pelakunya karena bisa bebas bekerja dari rumah atau digital nomad alias dari mana saja hingga merdeka dari kemacetan Jakarta, di sisi lain rasanya juga menguntungkan bos dan klien. Bayangkan saja, biaya listrik, perangkat kerja hingga internet bisa terpangkas atau hilang sama sekali. Hemat kan?

Suka Duka bekerja secara remote dan freelance

Kalau soal besar kecilnya penghasilan rutin per bulan atau gaji, tentunya relatif tergantung “keberuntungan” dan deal masing-masing. Soal uang, semua ada rezekinya.

Yang paling penting adalah, jangan sampai kebebasan bekerja secara remote atau freelance justru jadi boomerang bagi kita. Ya, hanya karena tidak ketemu bos, jadi seenaknya saja. Bisa berantakan semua nanti!

Supaya pekerjaan remote dan freelance kita bisa terselesaikan dengan baik, sini saya ajarkan sejumlah tipsnya!

Anggap Saja Ngantor

“Wah enak banget bisa kerja dari rumah!”

“Enak dong, bisa ditinggal-tinggal ngerjain yang lain juga!”

“Pekerjaan impian banget tuh!”

Komentar-komentar di atas mungkin sering kita dengar sebagai pekerja remote atau freelance. Semuanya memang benar, tapi sekaligus salah. Kadang tanpa kita sadari, nikmatnya bekerja sendiri tanpa diawasi bisa membuat terlena. Akibatnya, pekerjaan belum beres saat tenggat waktu tiba, dan yang terburuk, kita jadi pengangguran karena pekerjaannya dianggap tidak memuaskan.

Untuk itu disiplin dalam bekerja mutlak diperlukan. Tetapkan waktu kerja selayaknya harus berkantor. Bisa pagi hingga sore, malam hingga pagi, yang penting teratur. Tentukan target seberapa banyak yang harus diselesaikan setiap harinya. Menunda-nunda pekerjaan hanya akan membuat semangat hilang. Jadi buang rasa malasmu!

Bagi yang bekerja dari rumah, beri pengertian kepada orang-orang terdekat bahwa di rumah saja bukan berarti tidak sibuk. Photo credit: Virgin.com

Beri Pengertian Terhadap Lingkungan Rumah

Ngobrol dengan orang-orang terdekat

Meski zaman sudah maju dan teknologi sudah canggih, masih ada sebagian orang yang menganggap kalau bekerja harus pergi ke kantor. Lebih parahnya lagi, kelihatan di rumah saja bisa dianggap identik dengan pengangguran. Padahal, jumlah uang dalam rekening bank si “pengangguran” yang pakai celana pendek dan singlet tadi mungkin lebih banyak daripada yang setiap pagi berdandan rapi dan wangi.

Namun ibarat peribahasa “anjing menggonggong kafilah berlalu”, pendapat orang lain dan bisik-bisik tetangga tidak terlalu berarti. Yang penting pekerjaan kita beres dan dapat uang untuk menafkahi keluarga.

Namun sayangnya, terkadang justru orang-orang terdekat di sekitar kita entah bagaimana malah tidak menyadari bahwa tidak ngantor bukan berarti menganggur. Bagi yang bekerja dari rumah, beri pengertian kepada keluarga, orangtua, istri dan lain sebagainya bahwa di rumah saja bukan berarti tidak sibuk.

Luangkan sedikit waktu untuk menceritakan apa yang kita kerjakan. Kalau perlu, perlihatkan sedikit apa yang kita lakukan di depan komputer. Jadi bila tidak benar-benar dibutuhkan, kita bisa konsentrasi menyelesaikan pekerjaan pada jam kerja yang kita tetapkan sebelumnya dan tidak perlu terganggu dengan kegiatan lain.

Perluas Networking

Rajin bergaul dan sambung tali silaturahmi

Setiap hal di dunia ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Konsekuensi dari bekerja secara remote apalagi freelance biasanya kita kehilangan hal-hal yang para karyawan kantoran atau tetap miliki. Katakan lah THR, BPJS, hingga pesangon. Untuk itu kita harus cermat menyisihkan penghasilan untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Namun hal-hal tadi mungkin masih kalah dari yang satu ini: kepastian kerja. Berbeda dengan karyawan tetap misalnya, pekerja freelance relatif lebih deg-degan karena sewaktu-waktu bisa kehilangan pekerjaan atau sepi order karena berbagai hal. Untuk itu selain rajin menabung untuk bekal bila PHK terjadi, kita juga harus rajin bergaul dan menyambung tali silaturahmi. Atau bahasa kerennya: networking.

Kalau bertemu muka tak selalu memungkinkan, secara online juga bisa dilakukan baik melalui media sosial, WhatsApp, dan lain sebagainya. Tapi jangan lupa meet up alias kopi darat sesekali. Sebaiknya juga, aktif bersosialisasi di komunitas hobi, ikut workshop, seminar dan lain sebagainya.

Kenapa memangnya? Seperti kata orang tua zaman dahulu “banyak teman banyak rezeki.” Dengan rajin bergaul, selain tidak kesepian karena di rumah saja tanpa rekan kerja, berbagai peluang dan pintu kesempatan senantiasa selalu terbuka. Pribadi dan etos kerja yang baik tidak berguna bila kita tidak banyak dikenal. Kita tidak pernah tahu bagaimana kedepannya, jadi tak ada ruginya kok jadi pribadi yang ramah dan terbuka. Manfaatkan setiap detik waktu kita yang berharga.

Bekerja dengan hati

Apapun yang kita lakukan, rasanya bekerja sepenuh hati wajib dilakukan. Lagipula, mau ikhlas atau tidak, segala pekerjaan tersebut tetap harus diselesaikan bukan? Jadi mending mana melakukannya dengan senang hingga waktu tidak terasa cepat berlalu, atau terus menggerutu terus gaji kecil tapi tidak merubah apapun? Terus berkarya, bergaul, dan nikmati hidup kita. Mengutip Andrea Hirata, “Berkaryalah, biarkan dia menentukan nasibnya sendiri.”

Referensi:

– Pengalaman pribadi
– Derita Kerja Remote – Youtube/techinasia
Coding Itu Mudah: Tips Belajar Otodidak – Sayaajarkan.com
Menulis Artikel: 5 Tips Konten Website Digilai Selamanya – Sayajarkan.com

Click to comment
To Top