Info Feed

MRT, LRT, dan KRL: Tahukah Bedanya?

Beda MRT, LRT, dan KRL

Sayaajarkan – Warga Jakarta saat ini tengah menyambut gembira keberadaan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Banyak dari mereka yang berbondong-bondong menjajal transportasi yang baru diresmikan pada 24 Maret 2019 lalu.

Nah, tahukah kamu apa perbedaan MRT dengan KRL yang selama ini jadi andalan kita untuk bepergian ke Jabodetabek? Lalu apapula bedanya MRT dengan LRT? Yuk kita cari tahu.

Perbedaan KRL, LRT, dan MRT

KRL

Seperti dikutip dari laman wikipedia, Kereta Rel Listrik (KRL) adalah kereta rel yang bergerak menggunakan sistem propulsi motor listrik.

Kereta yang beroperasi di medan layang serta di atas tanah ini mampu melaju dengan kecepatan 90 km/jam dan memiliki 8-9 gerbong yang bisa mengangkut hingga 2000 penumpang.

KRL Commuter Line. Credit photo: bumn.go.id
KRL Commuter Line. Credit photo: bumn.go.id

Di Jakarta sendiri, karena sudah dibangun sejak lama, KRL mampu menjangkau hingga luar kota. Sejauh ini, telah ada 80 stasiun KRL yang tersebar di Jabodetabek.

LRT

Meskipun memiliki nama yang hampir mirip dengan MRT, Light Rapid Transit (LRT) hanya mampu beroperasi di medan layang saja.

Sesuai dengan namanya, jumlah gerbong LRT rata-rata berkisar antara 2 hingga 4 gerbong yang jika ditotal bisa mengangkut sebanyak 600 penumpang. Terkait kecepatannya, LRT dapat melaju hingga 90km/jam.

Seperti dikutip dari Media Indonesia, pembangunan jalur LRT
tahap I dengan jurusan Cawang-Dukuh Atas, Cawang-Bekasi Timur, dan Cawang-Cibubur saat ini sedang dilakukan dan diperkirakan selesai pada Mei 2019 mendatang.

LRT akan segera hadir di Jabodebek. Credit photo: Instagram/lrtjkt
LRT akan segera hadir di Jabodebek. Credit photo: Instagram/lrtjkt

Terkait keamanannya, General Manager Departemen LRT PT Adhi Karya, Agus Karianto menyatakan kalau kontruksi proyek LRT Jabodebek mampu menahan gempa hingga 8 Skala Richter.

“Dengan teknologi Lead Rubber Bearing (LRB), bisa menyerap getaran gempa sehingga beban getaran terhadap kons­truksi jadi lebih ringan,” ucapnya.

MRT

Berbeda dengan dua jenis kereta di atas, Mass Rapid Transit (MRT) memiliki keunggulan tersendiri yaitu bisa melaju di layang dan bawah tanah.

Dengan 6 gerbong yang keseluruhannya bisa mengangkut hingga 1950 penumpang, MRT mampu melaju hingga 110 km/jam sehingga lebih bisa menghemat waktu para penggunanya.

MRT Jakarta akan mulai difungsikan secara komersial pada 1 April 2019. Credit photo: MRT Jakarta
MRT Jakarta akan mulai difungsikan secara komersial pada 1 April 2019. Credit photo: MRT Jakarta

Di Jakarta sendiri, MRT telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan akan difungsikan secara komersial mulai 1 April 2019.

Artinya, selama 25 Maret hingga 31 Maret 2019 mendatang, MRT masih digratiskan untuk umum.

Nah, sudah tahu bedanya kan sekarang? Dengan semakin berkembangnya jenis transportasi umum di Jakarta, semoga kepadatan lalu lintas di Ibukota Indonesia bisa berkurang drastis, ya!

Selamat bepergian!

Click to comment
To Top