Info Feed

TAHUKAH KAMU: Sejarah Partai Golkar

partai golkar

Sayaajarkan – Partai Golongan Karya (Golkar) yang kita kenal sekarang pada awalnya bernama Sekber Golkar. Didirikan pada tanggal 20 Oktober 1964, Sekber Golkar didirikan sebagai respons terhadap PKI beserta ormasnya yang dalam kehidupan politik baik di dalam maupun di luar Front Nasional dinilai semakin meningkat.

Sekber Golkar sendiri terdiri dari berbagai organisasi pemuda, wanita, sarjana, jurnalis, buruh, tani, nelayan dan lainnya. Awalnya hanya ada 61 organisasi dan kemudian berkembang hingga mencapai 291 organisasi yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kekaryaannya ke dalam 7 (tujuh) Kelompok Induk Organisasi (KINO), yaitu:

– Koperasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO)
– Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI)
– Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR)
– Organisasi Profesi
– Ormas Pertahanan Keamanan (HANKAM)
– Gerakan Karya Rakyat Indonesia (GAKARI)
– Gerakan Pembangunan

Sekber Golkar memiliki fungsi sebagai wadah dari golongan fungsional/golongan karya murni yang tidak berada di bawah pengaruh politik tertentu dan memiliki tujuan menegakkan Pancasila dan UUD 1945.

PARADIGMA BARU PARTAI GOLKAR

Paradigma Baru Partai GOLKAR berisi pokok-pokok doktrin, visi, misi, dan platform politik. Di dalam perumusan Paradigma Baru ini terkandung aspek pembaruan sekaligus kesinambungan. Aspek pembaruan ditunjukkan melalui perubahan struktur atau kelembagaan, dan aspek kesinambungan tampak pada kekukuhan GOLKAR untuk tetap berideologi Pancasila dan doktrin karya dan kekaryaan.

Pembaharuan ini di samping dimaksudkan untuk meluruskan sejumlah kekeliruan lama, juga diarahkan untuk mewujudkan Partai GOLKAR yang mandiri, demokratis, kuat soild, berakar, dan responsif.

Dengan Paradigma Baru maka GOLKAR diharapkan menjadi partai politik yang modern dalam pengertiannya yang sebenarnya. Yakni, tidak lagi sebagai “Partainya Penguasa” (the ruler’s party) yang hanya menjadi mesin pemilu atau alat politik untuk melegitimasi kekuasaan.

Pembaruan paradigma itu sendiri didorong oleh faktor utama yang berasal dari diri GOLKAR sendiri, yakni jati diri dan watak GOLKAR sebagai kekuatan pembaru. Sebagaimana disebutkan pada point keempat dari IKRAR PANCA BHAKTI GOLONGAN KARYA, etos atau semangat pembaruan pada sejatinya merupakan fitrah atau sikap dasar Partai GOLKAR sejak kelahirannya. Fitrah inilah yang mendorong dilakukannya pembaruan ini. Dengan demikian, pembaruan paradigma ini merupakan pengejawantahan belaka dari fitrah tersebut.

Paradigma Baru Partai GOLKAR ini telah mulai diwujudkan melalui pembaruan internal, terutama terhadap struktur atau kelembagaan organisasi yang selama ini mempunyai akses yang terlalu besar terhadap organisasi yang membatasi kemandirian partai.

Doktrin Perjuangan Partai GOLKAR

Dengan Paradigma Baru ini, doktrin Partai GOLKAR tetap sebagai kelanjutan dari Sekretariat Bersama (SEKBER) GOLONGAN KARYA yang lahir pada tanggal 20 Oktober 1964.

Partai GOLKAR tetap berpegang pada doktrin karya kekaryaan, yaitu Karya Siaga Gatra Praja, tetapi dipahami secara kreatif dan dinamis sesuai dengan dinamika perkembangan jaman.

Dengan doktrin karya kekaryaan maka Partai GOLKAR selalu melihat masyarakat dalam perspektif fungsi, bukan dalam perspektif ideologi, apalagi aliran. Pengelompokan masyarakat yang terbaik dalam perspektif Partai GOLKAR adalah pengelompokan berdasarkan peran dan fungsinya.

Doktrin karya kekaryaan Partai GOLKAR berorientasi pada program(program oriented) dan atau pemecahan masalah (problem solving), bukan berorientasi pada aliran atau ideologi (ideology oriented)

Melalui perspektif ini ingin ditegaskan bahwa GOLKAR tidak sependapat dilakukannya pengelompokan politik berdasarkan primordialisme dan sektarianisme. Pembelahan masyarakat berdasarkan ideologi atau aliran-aliran dikhawatirkan akan melahirkan konflik-konflik ideologi yang bermuara pada pertentangan, perpecahan, dan malah disintegrasi bangsa.

Dengan orientasi ini maka masyarakat tidak akan terjebak dalam pertentangan atau konflik ideologi yang tidak perlu, melainkan berorientasi pada karya untuk membangun bangsa. Bagi Partai GOLKAR karya yang baik dan bermanfaat bagi seluruh rakyat adalah lebih penting daripada ide atau gagasan semata.

KARYA KEKARYAAN GOLKAR

Karya kekaryaan adalah perbuatan-perbuatan yang dilakukan secara sadar, terencana, sistematis, dan menyeluruh, untuk mendatangkan manfaat bagi rakyat. Karya kekaryaan adalah juga amal shalih dalam pengertian yang luas sebagaimana yang diajarkan agama-agama.

Oleh karena doktrin inilah GOLKAR senantiasa prihatin menyaksikan kehidupan politik yang ditandai oleh maraknya persaingan tidak sehat di antara berbagai partai politik yang membawa terjadinya konflik dan pertentangan politik yang tajam.

Masing-masing partai politik berusaha memobilisasi dukungan massa bagi kepentingan sempit, sehingga kepentingan bangsa yang lebih luas terabaikan. Sebagai akibat dari kecenderungan tersebut, Bangsa Indonesia kehilangan momentum untuk membangun diri guna mewujudkan cita-cita proklamasi.

Kegandrungan (euphoria) untuk menjadikan politik sebagai panglima kehidupan dan menekankan ideologi politik sektarianistik, seperti pada pengalaman lama, telah menghambat proses mensejahterakan rakyat. Sebagai akibatnya rakyat terjerembab ke dalam kemiskinan dan keterbelakangan dalam suasana ketidakpastian politik.

Dalam suasana seperti itulah GOLKAR tampil dengan doktrin karya kekaryaan karena tidak ingin bangsa ini terpecah ke dalam kotak-kotak sempit yang hanya akan mengancam keutuhan bangsa.

VISI DAN MISI PARTAI GOLKAR

Visi

Terwujudnya masyarakat Indonesia yang bersatu, berdaulat, maju, modern, damai, adil, makmur, beriman dan berakhlak mulia, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan bermartabat dalam pergaulan dunia.

Misi

Menegaskan, mengamankan, dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa demi memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mewujudkan cita-cita proklamasi melalui pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang untuk merealisasikan masyarakat yang demokratis dan berdaulat, sejahtera dan makmur, menegakkan supremasi hukum dan menghormati hak azasi manusia, serta terwujudnya ketertiban dan perdamaian dunia.

Mewujudkan pemerintahan yang efektif dengan tata pemerintahan yang baik, bersih, berwibawa dan demokratis.

TUJUAN PARTAI GOLKAR

Mempertahankan dan mengamalkan Pancasila serta menegakkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menciptakan masyarakat adil dan makmur, merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka mengembangkan kehidupan demokrasi, yang menghormati dan menjunjung tinggi kebenaran, keadilan hukum dan hak asasi manusia.

TUGAS POKOK PARTAI GOLKAR

Tugas pokok Partai Golkar adalah memperjuangkan terwujudnya cita-cita bangsa dan tujuan nasional melalui peningkatan segala aspek kehidupan yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, agama, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan nasional.

Platform Partai GOLKAR

Senantiasa berwawasan kekaryaan dalam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Mengembangkan wawasan kebangsaan sebagai satu-satunya cara pandang mengatasi perbedaan faham, golongan, dan kelompok atas dasar suku, etnis, agama, aliran, dan budaya sehingga seluruh bangsa Indonesia terhimpun dalam kekuatan besar.

Mengembangkan cirri pluralism dalam persatuan dengan menampung kemajemukan bangsa Indonesia yang terpatri dalam semboyan Bhineka Tunggal ika.

Mempertahankan komitmen terhadap kemajuan demokrasi dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dasar yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Berjuang secara konsisten mewujudkan kesejahteraan, keadilan, dan kecerdasan rakyat secara menyeluruh, menurunkan kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan pendapatan, meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan, meningkatkan kesehatan.

Mempertahankan komitmen dalam penegakan supremasi hukum dan hak azasi manusia serta mewujudkan pemerintahan yang bersih dalam tata kehidupan yang demokratis dan konstitusional.

Mengembangkan penghayatan nilai-nilai moral dan etika yang bersumber dari ajaran agama untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sekaligus sebagai sumber motivasi dan inspirasi dalam pembangunan.

Mewujudkan pengelolaan kekayaan alam scara efisien, berdaya guna dan berkesinambungan serta peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Membangun solidaritas dan kesetiakawanan sosial untuk mewujudkan ketahanan nasional

GOLKAR DALAM PEMILU

Pada tanggal 4 Februari 1970 Sekber Golkar memutuskan untuk ikut menjadi peserta Pemilu melalui satu nama dan tanda gambar yaitu Golongan Karya (GOLKAR). Logo dan nama yang digunakan sama tidak berubah hingga saat ini.

Namun demikian Sekber Golkar menyatakan diri bukanlah sebagai parpol karena terminologi Partai Politik dianggap mengandung pengertian dan pengutamaan politik dengan mengesampingkan pembangunan dan karya.

Meskipun diremehkan pada awalnya, ternyata Sekber Golkar justru tampil sebagai pemenang pada pemilu pertamanya dengan 34.348.673 suara atau 62,79 % dari total perolehan suara. Hal ini tidak lepas dari kemampuan Sekber Golkar mengakomodir berbagai latar belakang

Setelahnya, sesuai ketentuan dalam ketetapan MPRS mengenai perlunya penataan kembali kehidupan politik Indonesia, maka pada tanggal 17 Juli 1971 Sekber Golkar mengubah dirinya menjadi Golkar.

Setelah berhasil memenangi Pemilu perdananya di tahun 1971, Golkar tidak pernah terkalahkan di pemilu-pemilu selanjutnya tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997.

Dominasi Golkar ini kemudian berjalan sejajar dengan era Orde Baru (Orba). Karenanya saat Gelombang reformasi pada 1998 meruntuhkan Orde Baru. Banyak yang mengira Golkar akan tersapu bersama lengsernya Soeharto.

Namun demikian nyatanya, Golkar merubah diri menjadi partai politik dan mampu bertahan dengan tidak pernah keluar dari peringkat 2 terbesar dalam pemilu (tahun 1999, 2009, dan 2014).

Bahkan di era kepemimpinan Ketua Umum Akbar Tandjung Golkar kembali memenangkan Pemilu pada tahun 2004 dengan Konsep “Golkar Baru”. Peralihan tersebut adalah wujud niat Golkar untuk ikut serta berperan dalam agenda reformasi.

PEROLEHAN SUARA GOLKAR

Berikut adalah perolehan suara Partai Golkar dari Pemilu ke Pemilu:

Menelisik dari sejarahnya maka bisa dikatakan Golkar bersifat Kolektif Kolegial yang tidak menggantungkan diri pada seorang tokoh. Itulah mengapa Partai Golkar mampu beradaptasi dengan perubahan. Dari mulai tumbangnya Orde Baru, dualisme kepemimpinan partai, hingga Ketua Umum yang terjerat kasus, Golkar selalu bisa menemukan jalan keluar terbaik.

Dan sebagai Partai Politik tua, Golkar bisa dikatakan induk dari hampir seluruh Partai Politik peserta Pemilu 2019. Yang mana Pendiri dan Tokoh utamanya merupakan “alumni” Golkar. Sebut saja Wiranto (Hanura), Prabowo (Gerindra), Surya Paloh (Nasdem), Tommy Suharto (Berkarya) dan masih banyak lagi

Namun demikian apakah Golkar mampu berbicara di tengah bermunculannya partai bergaya kekinian? Hal ini tentu cukup menarik untuk diamati dimana kali ini juga ada sistem baru yaitu dengan dibarengi Pemilihan Presiden (Pilpres) yang tentunya memiliki efek turunan tersendiri, sementara kali ini Partai Golkar tidak memiliki kader yang ikut dalam konstalasi Pilpres 2019.

Sumber:

– http://www.golkar.or.id/sejarah-partai-golkar
– http://manado.tribunnews.com/2018/02/22/sejarah-golkar-si-beringin-yang-bertahan-sejak-era-soekarno-hingga-kini?page=3
– https://historia.id/politik/articles/golkar-sebagai-pengganti-partai-vxmrP
– http://pengamatsejarah.blogspot.com/2014/01/asal-usul-sejarah-partai-golongan-karya.html
– http://www.golkar.or.id/visi-misi-golkar

Click to comment
To Top