Info Feed

Mengintip Tradisi Unik Pemilu di Negara Lain

Tradisi unik pemilu di negara lain.

Sayaajarkan – Sebentar lagi di negara kita tercinta ini akan dilaksanakan Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019 dan juga Pemilu Legislatif. Pemilu Legislatif merupakan Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 2019 yang akan diselenggarakan pada 17 April 2019.

Pemilu 2019 ini akan memilih 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 136 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 2019–2024.

Di negara lain pun juga ada Pemilihan umum, bahkan ada beberapa negara yang menerapkan sistem pemilihan umum dengan tak biasa. Berikut adalah beberapa tradisi unik Pemilu di berbagai negara yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Tradisi Unik Pemilu di Negara Lain

Hanya muslim yang memiliki hak pilih

Maladewa atau Maldives adalah negara yang didominasi warga muslim. Oleh sebab itu di negara memiliki budaya bahwa hanya orang muslim saja yang bisa mengikuti pemilihan umum.

Meski tradisi-nya unik-unik, namun tujuannya sama, yakni memilih pemimpin yang terbaik. Credit photo: Exchange4media
Meski tradisi-nya unik-unik, namun tujuannya sama, yakni memilih pemimpin yang terbaik. Credit photo: Exchange4media

Harus datang

Di Australia, setiap warga negara yang berusia lebih dari 18 tahun wajib datang saat pemilihan umum. Apabila tidak datang akan dikenakan sanksi hukum berupa denda 20 dolar Australia.

Bila mangkir dan tidak membayarnya, maka denda bisa naik berkali-kali lipat. Bahkan bila masih tidak membayar, dapat mengakibatkan tuntutan pidana. Sebenarnya ada lebih dari 20 negara di dunia ini yang menerapkan denda bagi pemilih yang tidak hadir.

Pemilu online

Di Estonia, yang berbatasan dengan Rusia, pemungutan suara dilakukan secara online. Pemilu tersebut menggunakan kartu identitas pemilih digital yang canggih dengan tanda tangan elektronik.

Kartu pemilih yang lebih baru juga memiliki biometrik. Banyak negara bagian di Amerika Serikat juga memiliki sistem pemungutan suara melalui email untuk warga negara dan tentara yang berada di luar negeri.

Boleh memilih lebih dari satu kandidat

Berbeda dengan di Indonesia yang hanya memperbolehkan memilih satu kandidat saja, di negara Irlandia pemilih boleh memilih lebih dari satu kandidat. Dengan catatan kita harus menyertakan urutan prioritas dari beberapa kandidat yang kita pilih. Setiap kandidat akan berbeda-beda bobotnya sesuai prioritas.

Menggunakan kelereng

Di negara Gambia, Afrika Barat dilakukan pemilihan dengan menggunakan kelereng yang nantinya dimasukan beberapa drum sesuai pilihan. Tradisi unik ini dilakukan karena tingkat pendidikan yang konon rendah.

Sumber:

– https://www.popular-world.com/groove/spotlight/momen-pemilu–51069/
– https://www.matamatapolitik.com/listicle-tren-aneh-pemilu-di-seluruh-dunia/
– https://www.shopback.co.id/blog/11-keunikan-tradisi-pemilu-di-berbagai-negara

Click to comment
To Top