Info Feed

TAHUKAH KAMU: Sejarah Vibrator? Dari Pengobatan jadi Kesenangan

Sejarah vibrator. Credit photo: Mirror.co.uk

Sayaajarkan – Kebanyakan orang mungkin mengenal vibrator sebagai salah satu alat bantu seks. Tapi tahukah kamu kalau vibrator awalnya berfungsi sebagai pengobatan?

Disarikan dari berbagai sumber, semuanya bermula ketika para dokter di zaman Victoria bingung dengan berbagai keluhan kesehatan wanita. Kala itu, dikenal suatu kondisi medis atau penyakit bernama “histeria wanita.”

Histeria wanita memiliki gejala antara lain gangguan kecemasan, susah tidur, pingsan, hingga mudah marah. Para dokter lalu meyakini hal ini ada hubungannya dengan organ reproduksi.

Pasalnya secara alami, tubuh wanita lebih dingin dari pria. Untuk itulah diperlukan pemanasan, dan orgasme seksual yang dipercaya bisa menyehatkan tubuh pasien. Histeria wanita ini diduga dialami wanita yang kehidupan seksnya kurang memuaskan.

Sesuai dengan perkembangan zaman, vibrator kini memiliki bentuk yang berbeda-beda. Credit photo: Health.com
Sesuai dengan perkembangan zaman, vibrator kini memiliki bentuk yang berbeda-beda. Credit photo: Health.com

Latar belakang munculnya vibrator

Dari sinilah semua bermula. Sebuah versi mengatakan bahwa jari seorang dokter keram saat sedang memeriksa seorang pasien.

Namun tanpa sengaja, hal itu membuat si pasien merasa lebih baik. Versi lain yang lebih masuk akal mengatakan, bahwa dokter tidak menggunakan tangannya, melainkan meminta suami pasiennya untuk memeriksa.

Di luar itu semua, akhirnya terciptalah alat yang kini kita kenal dengan nama vibrator. Adalah Dr. J. Mortimer Granville yang menciptakan mesin elektromekanik vibrator pada tahun 1880-an.

Kala itu fungsinya murni untuk penanganan medis dan hanya bisa dipakai dengan pengawasan dokter. Jenis pertama hanya memiliki satu ukuran dan memakai panas tenaga uap sebagai penggeraknya.

Singkat kata, akhirnya, banyak wanita yang ingin memilikinya untuk digunakan secara pribadi di rumah. Alat ini pun kemudian semakin populer seiring zaman.

Kini, berbagai bentuk, ukuran dan warna tersedia di pasaran. Belum lagi akibat industri film porno di dunia barat yang semakin berkembang.

Karena sering dipakai sebagai properti, jadilah citra vibrator sebagai sex toy yang sekarang kita kenal.

Namun di luar urusan vibrator sebagai alat pengobatan, “histeria wanita” sendiri merupakan kesalahpahaman alias salah diagnosa dokter zaman dahulu yang kebingungan terhadap gejala-gejala yang muncul.

Seiring kemajuan ilmu pengetahuan, pengetahuan akan tubuh wanita pun semakin lengkap dan mendalam. Baru pada tahun 1950-an, “histeria wanita” diklasifikasikan sebagai gangguan kesehatan mental, bukan penyakit medis.

Referensi:
– https://www.glamour.com/story/the-history-of-doctors-diagnosing-women-with-hysteria
– https://www.huffpost.com/entry/female-hysteria_n_4298060
– https://www.liputan6.com/health/read/2520377/awalnya-dokter-ciptakan-vibrator-untuk-atasi-histeria-wanita#
– https://www.facebook.com/GoBackthen/videos/436880263731989/

Click to comment
To Top