Info Feed

Biografi Bung Tomo Sang Orator

Sayaajarkan – Bung Tomo atau Sutomo lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 adalah seorang Pahlawan Nasional yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat Surabaya pada pertempuran 10 November 1945. Berikut adalah Pidato Sutomo yang sangat fenomenal.

Pidato Bung Tomo
Credit Video: Maman Kustiaman youtube.com

Pendidikan

Dibesarkan di keluarga menengah yang sangat menghargai pendidikan, nyatanya Sutomo tidak pernah secara resmi menyelesaikan pendidikan formalnya. Pada usia 12 tahun Sutomo terpaksa meninggalkan pendidikannya di MULO akibat dampak depresi yang melanda dunia saat itu. Namun demikian Ia berhasil menyelesaikan pendidikan HBS-nya lewat korespondensi, tetapi tidak pernah secara resmi dinyatakan lulus.

Sutomo yang bergabung dengan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia) menegaskan bahwa filsafat kepanduan, ditambah dengan kesadaran nasionalis yang diperolehnya dari kelompok ini dan dari kakeknya, merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya. Pada usia 17 tahun Ia berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Sebelum pendudukan Jepang pada 1942, peringkat ini hanya dicapai oleh tiga orang Indonesia.

Karier

Selain sebagai orator ulung Sutomo adalah seorang jurnalis yang sukses. Ia aktif menulis di beberapa surat kabar dan majalah. Tulisannya kerap menghiasi Harian Soeara Oemoem, Harian berbahasa Jawa Ekspres, Mingguan Pembela Rakyat, Majalah Poestaka Timoer. Dia juga menjabat sebagai wakil pemimpin redaksi Kantor Berita pendudukan Jepang Domei, dan pemimpin redaksi Kantor Berita Antara di Surabaya.

Bung Tomo
Credit Photo: minews.com

Sempat terjun dalam dunia politik pada tahun 1950-an, namun nyatanya Sutomo tidak merasa bahagia dan kemudian menghilang dari panggung politik. Berbagai jabatan kenegaraan penting pernah disandangnya, yaitu Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956 di era Kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap dan anggota DPR pada 1956-1959 yang mewakili Partai Rakyat Indonesia.

Wafat dan Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

Sutomo wafat Pada 7 Oktober 1981 di Padang Arafah, ketika sedang menunaikan ibadah haji. Berbeda dengan tradisi untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarah ke tanah suci di tanah suci, jenazah Sutomo dibawa kembali ke tanah air dan dimakamkan bukan di sebuah Taman Makam Pahlawan, melainkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya sesuai dengan permintaannya ketika masih hidup.

Sutomo atau yang semasa hidupnya lekat disapa Bung Tomo kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2008 melalui Keputusan Presiden Nomor 041/TK/TH 2008. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Bersatu, Muhammad Nuh.

Click to comment
To Top