Info Feed

Mengenang Ciputra

Sayaajarkan – Tanah air kembali dirundung duka, kali ini telah berpulang begawan property negeri ini bapak Dr. (H.C.) Ir. Ciputra dalam usia 88 tahun, pukul 01:05 waktu Singapura.

Ciputra
Credit Photo: gaya.tempo.co

Ciputra atau Tjie Tjin Hoan lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931. Ia merupakan putra dari pasangan Tjie Siem Poe dan Lie Eng Nio. Sejak kecil ia sudah terbiasa merasakan kesulitan dan kepahitan hidup. Pada tahun 1944, ayahnya ditangkap oleh pasukan tak dikenal karena dituduh sebagai mata-mata dan tidak pernah kembali lagi. Sejak saat itulah, Ciputra kecil harus membantu ibunya untuk berjualan kue dan membantu mengurus sapi peliharaannya untuk menambah penghasilan keluarga.

Pendidikan

Pada Usia 6 tahun, Ciputra dikirim oleh orang tuanya ke Gorontalo agar bisa bersekolah di sekolah Belanda. Ciputra sendiri termasuk anak yang terlambat masuk Sekolah Dasar, ia baru masuk SD saat usianya 10 tahun. Meski begitu, ia tetap semangat bersekolah dengan berjalan kaki sejauh 7 KM tanpa menggunakan alas kaki setiap hari hanya untuk bersekolah. Ketika lulus SD di usia 16 tahun, Ciputra melanjutkan sekolahnya di SMP dan SMA Frater Don Bosco yang ada di Kota Manado. Dan setelahnya ia memutuskan untuk merantau ke Jawa dan berkuliah di jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendapatkan gelar Insinyurnya pada tahun 1960. Sementara gelar Doktor Honoris Causa (DR. H.C.) didapatkannya dari Universitas Tarumanagara, Jakarta pada tahun 2008 atas visi dan semangatnya mengembangkan properti di Indonesia .

Dunia Usaha

Ciputra memulai usaha resminya dengan mendirikan PT. Daya Cipta yang merupakan konsultan arsitektur bangunan. Unit usaha ini dirintisnya sejak smester 4 kuliah dan hanya berkantor di garasi. Selulus kuliah, Ciputra kemudian hijrah ke Jakarta untuk lebih mengembangkan usahanya.

Di Jakarta Ciputra akhirnya bekerja di PT Pembangunan Jaya, yaitu perusahaan daerah milik Pemda DKI. Karir yang cemerlang mengantarkannya menjadi direksi dan penasihat di Jaya Group. Selain itu ia juga mendirikan Metropolitan Grup dan Ciputra Grup yang kemudian mengantarkannya menjadi begawan properti Indonesia.

Krisis ekonomi tahun 1998 yang terjadi di Indonesia adalah ujian berat bagi Ciputra. Ketiga perusahaan yang dipimpinnya, mulai dari Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group terkena imbas yang cukup signifikan. Walaupun ketiga perusahaan tersebut sudah melakukan penghematan besar-besaran, tetap saja ia harus melakukan PHK kepada tujuh ribu karyawannya dan menyisakan sekitar 35% dari total karyawan. Karyawan yang bertahanpun harus rela menerima potong gaji 40% demi kelangsungan hidup perusahaan. Berkat kepiawaiannya, ketiga perusahaan tersebut kemudian berhasil lolos dari krisis dan tetap eksis serta terus berkembang pesat hingga saat ini.

Nasihat

Ada beberapa nasihat dari pak Ci yang dapat kita ikuti dalam menjadi seorang enterpreneur. Berikut ini sayaajarkan rangkum dari berbagai sumber:

“Modal bukan menjadi kendala yang menjadi alasan untuk tidak maju. Jika tidak mempunyai modal tetapi memiliki konsep yang bagus, Anda bisa bekerja sama dengan orang lain yang memiliki modal”.

“Resep menjadi pengusaha yang berhasil adalah memiliki keinginan kuat, semangat, dan keberanian mengambil risiko”.

“Sukses-tidaknya seorang entrepreneur juga ditentukan dari kemauannya untuk belajar dengan melihat pengalaman orang lain yang sukses”.

Click to comment
To Top