Info Feed

Proses Pemakzulan dan Pencopotan Jabatan Seorang Presiden Amerika Serikat

Gedung Dewan Amerika Serikat

Sayaajarkan – Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Amerika Serikat. Lalu apakah ini artinya Presiden Donald Trump harus melepas jabatannya? Berikut ini sayaajarkan rangkum mengenai proses pemakzulan seorang Presiden Amerika Serikat sampai ia dapat dicopot dari jabatannya.

Dewan Perwakilan Amerika Serikat
Credit Photo: dunia.tempo.co

Penyelidikan Komite Intelijen

Pada mekanismenya, dalam proses menuju pemakzulan seorang Presiden Amerika Serikat, Dewan Perwakilan Amerika Serikat harus menyerahkan bukti pelanggaran terlebih dahulu kepada Komite Intelijen untuk menyelidiki bukti dan memeriksa sejumlah saksi terkait.

Setelah melakukan penyelidikan, maka internal Komite Intelijen akan memutuskan apakah bukti-bukti yang didapat dan hasil interogasi terhadap sejumlah saksi memenuhi syarat atau tidak dalam dugaan pelanggaran yang diomaksudkan. Bilamana bukti tidak cukup kuat, maka upaya pemakzulan tidak dapat diteruskan. Namun bila bukti dinyatakan cukup, maka hasil tersebut kemudian diserahkan kembali kepada Dewan Perwakilan Amerika Serikat untuk memutuskan apakah Presiden akan tetap dimakzulkan atau tidak.

Sidang Pemakzulan Dewan Perwakilan

Atas hasil temuan dari penyelidikan yang dilakukan oleh Komite Intelijen, maka Dewan Perwakilan Amerika Serikat akan memerintahkan Komite Hukum untuk menyusun pasal-pasal pemakzulan Presiden Amerika Serikat. Setelah pasal-pasal tersebut terbentuk, maka pasal-pasal tersebut akan kembali diserahkan kepada Dewan Perwakilan Amerika Serikat untuk disidangkan. Dalam sidang ini, Dewan Perwakilan Amerika Serikat akan saling mendengarkan pendapat dan kemudian menentukan adakah dari pasal-pasal tersebut yang pantas untuk dijeratkan kepada Presiden Amerika Serikat. Sekaligus menentukan apakah tindakan pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat tepat dapat dilanjutkan atau tidak. Bila tidak ada pasal yang pantas dijeratkan kepada Presiden Amerika Serikat dan mayoritas Anggota Dewan Amerika Serikat tidak menyetujuinya, maka proses pemakzulan akan berhenti sampai di situ. Namun bila ada pasal yang dapat dijeratkan kepada Presiden Amerika Serikat dan mayoritas Anggota Dewan Amerika Serikat menyetujui, maka proses selanjutanya kan dilanjutkan dengan menyidangkan Presiden Amerika Serikat dalam Sidang Senat

Sidang Senat

Sidang Senat akan dijalankan oleh 100 orang anggota Senat Amerika Serikat yang terdiri dari 98 Senator dari Partai Republik maupun Demokrat dan dua Senator independen. Senat kemudian akan memanggil Presiden Amerika Serikat untuk diperiksa secara tertutup. Adapun pemanggilan saksi ataupun penghadiran bukti sangat bergantung dari para Senator yang tentunya akan sangat bermuatan politis. Sehingga meskipun bisa diibaratkan persidangan pemakzulan ini ibarat anggota Dewan Perwakilan Amerika Serikat sebagai jaksa, Para Senator sebagai juri, dan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang memimpin jalannya sidang, namun jangan bayangkan prosesi ini seperti proses persidangan pada umumnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Presiden Amerika Serikat dalam sidang Senat. Senat kemudian harus memutuskan apakah Presiden Amerika Serikat tersebut harus dicopot atau layak dipertahankan dari jabatannya dengan ketentuan keputusan minimal harus memenuhi ⅔ suara Senat. Bila seorang Presiden Amerika Serikat dicopot dari jabatannya, maka secara otomatis jabatannya akan diisi oleh Wakil Presidennya hingga berakhir masa jabatan.

Tercatat hingga saat ini Presiden Donald Trump adalah Presiden Amerika Serikat ke-3 yang harus menghadapi sidang Senat setelah dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Amerika Serikat. Sebelumnya ada Presiden Andrew Johnson (1868) dan Bill Clinton (1998) yang pernah menghadapi sidang Senat. Namun demikian, baik Andrew Johnson maupun Bill Clinton tidak ada yang sampai dicopot dari jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat usai disidang di Senat. Bagaimana nasib Presiden Donald Trump? Kita lihat saja nanti.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top