Traveling

Lawang Sewu dan Fakta Sejarah yang Perlu Diketahui

Lawang Sewu: Credit Photo: Phinemo.com

Sayaajarkan – Liburan ke Semarang rasanya belum lengkap jika belum mengunjungi Lawang Sewu. Dalam bahasa Indonesia, Lawang Sewu  berarti “Seribu Pintu”. Namanya muncul lantaran bangunan tersebut yang memiliki banyak pintu dan jendela yang berukuran tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggap jendela tersebut sebagai pintu (lawang).

Dari data yang ada, Destinasi traveling ini hanya memiliki jumlah pintu nya 342 buah dan bila dihitung jumlah daun pintunya maka jumlah totalnya mencapai 928 daun pintu. Namun demikian penyebutan Lawang Sewu bukanlah atas dasar penghitungan masyarakat. Penyebutan “sewu” (seribu) adalah penggambaran atas banyaknya jumlah pintu pada bangunan tersebut.

Dirancang oleh Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam, seluruh proses perancangan pembangunan Lawang Sewu dilakukan di Belanda, baru kemudian gambar-gambarnya dibawa ke Kota Semarang. Denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903, begitu pula kelengkapan gambar kerjanya yang memakai bahan bangunan yang didatangkan langsung dari Eropa.

Mengenal Lawang Sewu

Dirancang oleh Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Credit Photo: Tribun

Lawang Sewu mulai dibangun pada 27 Februari 1904 dan selesai pada 1907. Bangunan yang terletak di bundaran Tugu Muda–dahulu disebut Wilhelminaplein–difungsikan sebagai Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS), menggantikan kantor NIS di stasiun Semarang.

Lahannya yang pada masa itu berada di pinggir kota, berdekatan dengan kediaman Residen dan terletak di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), sebuah sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal). Pada tahun 1916 hingga 1918, dilakukan perluasan dengan menambah jumlah bangunan dan ruangan.

Mengenal Lawang Sewu

Pada tahun 1916 hingga 1918, dilakukan perluasan dengan menambah jumlah bangunan dan ruangan di Lawang Sewu. Credit Photo: Lintas 24

Pada masa penjajahan Jepang, ruang bawah tanah yang tadinya difungsikan sebagai saluran air dan penyejuk bangunan diubah fungsinya menjadi penjara penyiksaan yang sangat kejam.

Pada masa perjuangan, Lawang Sewu memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Bangunan ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.

Setelah masa kemerdekaan, fungsinya berubah menjadi kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Lawang Sewu juga pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah.

Saat ini, Lawang Sewu telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero. Pemugaran ini dilakukan dengan mengecat dinding, dan perbaikan bagian bagian gedung yang sudah usang dengan tetap menjaga keaslian dari bangunan asli Lawang Sewu. Pada tanggal 5 Juli 2011, Lawang Sewu resmi di sahkan sebagai destinasi wisata oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono.

Selain sebagai destinasi wisata sejarah, ada pula yang memanfaatkan perjalanan kelam masa lalunya  sebagai destinasi wisata misteri. Namun sebenarnya Lawang Sewu memiliki banyak spot yang instagramable lho guys, sehingga jangan heran bila ketika berwisata kesana kita berjumpa dengan pasangan yang sedang melakukan foto pre-wedding.

Mengenal Lawang Sewu

Lawang Sewu berada di sebelah timur Tugu Muda Semarang, tepatnya di pertemuan antara Jl. Pandanaran dan Jl. Pemuda. Credit Photo: Dagelan.co

Lawang Sewu berada di sebelah timur Tugu Muda Semarang, tepatnya di pertemuan antara Jl. Pandanaran dan Jl. Pemuda. Rute untuk menuju lokasi nya sangat mudah, anda dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Anda dapat menuju Simpang Lima, dan anda akan melewati Gedung ini.

Wisata ini buka mulai pukul 07.00 pagi hingga 21.00 malam.

Sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Lawang_Sewu
https://www.brilio.net/serem/10-fakta-tentang-lawang-sewu-bangunan-paling-angker-kedua-se-asia-
https://www.tabloidwisata.com/lawang-sewu-semarang-sejarah-angker-lokasi-

Click to comment

Leave a Reply

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of
To Top