Otomotif

Tips Cegah Ngantuk Saat Mengemudi

Tips cegah ngantuk saat berkendara. Credit Photo: independent.ie

Sayaajarkan – Mengemudi dalam keadaan ngantuk berbahaya tak hanya bagi diri sendiri, tapi juga orang lain. Kalau ngantuk, ya tidur. Kalau tetap maksa menyetir bisa-bisa nyawa kamu dan orang-orang terkasih melayang di jalan.

Saat mengemudi, orang kadang mengalami microsleep alias tanpa sadar tertidur atau hampir tertidur. Umumnya, microsleep tak bisa ditahan-tahan, dan akhirnya mengalahkan keinginan pengemudi tetap terjaga.

Meski microsleep terjadi hanya beberapa detik, dalam sebuah simulasi yang diungkap majalah Reader’s Digest, pijakan kaki si pengemudi pada pedal gas terlihat melemah, namun mobil tetap bergerak dengan kecepatan tinggi. Bisa jadi, si pengemudi baru terjaga bila jalanan mulai membelok, atau mobil sudah menabrak kendaraan di depannya. Bahaya banget, kan?

Jadi, jangan anggap remeh bila diserang kantuk saat mengemudi. Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Sini saya ajarkan.

Tips Lawan Ngantuk saat Mengemudi

Jangan sepelekan mengantuk saat mengemudi. Efeknya bisa fatal. Credit Photo: Sleepsolution.in

Begini, secara alamiah tubuh manusia mengalami dua periode ngantuk saban hari. Yang pertama terjadi antara tengah malam dan pukul enam pagi, sedangkan periode kedua biasa dialami tengah hari hingga sore hari sekitar pukul 15.00. Banyak orang menganggap rasa kantuk di siang hari akibat seberapa banyak makanan yang dilahap saat makan siang. Padahal bukan. Penyebabnya jam biologis tubuh kita sendiri, yang disebut carcadian rhythms.

Tambahan pula utang tidur sore hari yang menumpuk saban waktu. Utang tidur ini dihitung setiap jamnya saat kita terjaga di waktu seharusnya tertidur. Akibatnya, seseorang makin mengantuk pada jam-jam tertentu.

Maka, kamu perlu waspada jika merasakan tanda-tanda ini ketika mengemudi:

– Sering menguap

– Konsentrasi menurun

– Mata terasa lelah dan berair

– Gelisah

– Mengantuk

– Reaksi melambat

– Merasa bosan dan terganggu

– Banyak marka atau rambu jalan yang terlewat

– Susah berada tetap di jalur

Tips Lawan Ngantuk saat Mengemudi

Jika anda merasakan tanda-tanda di atas saat mengemudi, itu berarti anda ngantuk. Segeralah menepi. Credit Photo: upmc.com

Nah, agar tetap waspada saat mengemudi, kamu perlu lakukan langkah-langkah berikut:

– Cukup tidur sebelum berkendara. Orang yang bekerja lebih dari 60 jam seminggu (normalnya 48 jam seminggu) dapat meningkatkan risiko diserang kantuk saat mengemudi hingga 40 persen.

– Beristirahat setidaknya sekali setiap dua jam, atau lebih sering ketika kantuk datang. Jangan seharian menatap layar laptop atau komputer maupun melakukan pekerjaan kantor terus-menerus.

– Jika merasa kantuk saat berkendara, menepilah dan tidur sejenak kurang lebih 40 menit.

– Meneguk minuman berkafein saat kelelahan melanda. Tapi jangan terlalu mengandalkan minuman semacam itu.

– Perhatikan jumlah makanan yang kamu lahap selama perjalanan. Sebaiknya hindari menyantap makanan dalam porsi besar. Hindari juga menenggak minuman beralkohol sebelum dan selama mengemudi.

– Saat kamu melakukan perjalanan jauh hingga berjam-jam, jika memungkinkan, bergantianlah menyetir.

Tips Lawan Ngantuk saat Mengemudi

Kafein tak selamanya membantu menghilangkan rasa ngantuk. Lebih baik pastikan anda mendapat istirahat cukup sebelum mengemudi. Credit Photo: BBC.com

– Jangan menyetir di jam-jam biologis mengantuk. Pekerja dengan sistem shift paling berisiko. Tubuh sebetulnya tak pernah bisa menyesuaikan diri dengan shift kerja. Ini karena siklus tidur dan bangun dipengaruhi siang dan malam. Pekerja shift malam cenderung tidur lebih sedikit dibandingkan yang bekerja nine to five. Tambahan pula mereka lebih rentan terhadap efek circadian rhythms saat mengemudi pulang ke rumah dari tempat kerja.***

Disarikan dari Reader’s Digest Indonesia, Maret 2008.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top