Family

TAHUKAH KAMU: 6 Kalimat Ini ‘Bahaya’ Didengar Anak Kecil

Anak kecil dan 6 kalimat berbahaya.

Sayaajarkan – Mengasuh anak kecil memang memiliki tantangannya sendiri, terlebih saat buah hati sedang memasuki tahap pertumbuhan dimana kreativitas pada anak sedang bagus-bagusnya.

Nah, Ayah dan Bunda sudah tahu belum, terlepas dari gaya pengasuhan kita, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Salah satunya adalah cara kita berucap. Salah-salah, apa yang kita ucapkan bisa mempengaruhi pola pikirnya lho.

Seram bukan? Karena itu, ketika harus mengatakan enam kalimat ini ada buah hati kita, lakukanlah dengan hati-hati:


Cari Cara Terbaik Ucapkan Kalimat Ini Pada Anak Kecil

‘Pekerjaan Bagus’

Meski maksudnya untuk memuji anak, namun penelitian menunjukkan bahwa mengatakan kalimat umum seperti “Gadis yang Baik” atau “Anak Pintar” setiap kali anak menguasai keterampilan, akan membuat dia bergantung pada penegasan dari kita dan bukan motivasinya sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Jenn Berman, Psy.D., penulis ‘The A to Z Guide to Raising Happy, Confident Kids’.

Oleh karena itu, simpan pujian saat mereka benar-benar bekerja dengan baik, dan usahakan sedetail mungkin. Alih-alih bilang “Pekerjaan Bagus,” katakan, “Tadi adalah bantuan yang bagus. Mama suka cara kamu mencari rekan setim kamu.”

‘Praktik Menjadikan Sempurna’

Memang benar bahwa semakin banyak waktu yang anak ambil, maka semakin baik keterampilannya. Namun, pepatah ini juga bisa meningkatkan tekanan yang ia rasakan untuk menang atau unggul. “Ini mengirimkan pesan bahwa jika ia berbuat kesalahan, ia tidak berlatih cukup keras,” kata Joel Fish, Ph.D., penulis ‘101 Cara Menjadi Orang Tua yang Luar Biasa’. Sebaliknya, dorong anak kita untuk merasa bangga akan kemajuannya.

‘Kamu Baik-Baik Saja’

Saat anak kita memeluk lututnya dan menangis, naluri kita mungkin meyakinkannya bahwa dia tidak terluka parah. Tapi, mengatakan kepada anak bahwa dia baik-baik saja hanya akan membuatnya merasa lebih buruk. “Anak kita menangis karena dia tidak baik-baik saja,” kata Dr. Berman.

Tugas kita adalah membantunya memahami dan mengatasi emosinya. Cobalah memeluknya dan memahami apa yang dia rasakan dengan mengatakan sesuatu seperti, “Tadi jatuhnya menakutkan.” Lalu tanyakan apakah dia suka di-perban atau dicium (atau keduanya).

Usahakan selalu dalam kondisi tenang saat akan berbicara kepada anak. Credit photo: Beingmomdad

Menjaga Emosi Anak Kecil

‘Cepat!!’

Anak kita segera menyelesaikan sarapannya, bersikeras untuk mengikat sepatu ketsnya sendiri (walaupun dia belum menguasai teknik ini), dan berisiko terlambat masuk sekolah. Tapi, mendorongnya bergerak cepat akan menciptakan tekanan tambahan bagi si anak, kata Linda Acredolo, Ph.D., penulis ‘Baby Minds’.

Karena itu, lembutkan nada sedikit dan ucapkan sesuatu yang memberi kesan bahwa kita dan anak berada di tim yang sama.

‘Kita Tidak Mampu Membelinya’

Mudah untuk menggunakan respon standar saat anak kita memohon dibelikan mainan terbaru. Namun, mengirimkan pesan bahwa kita tidak bisa mengendalikan keuangan, adalah hal yang menakutkan bagi anak-anak, kata Jayne Pearl, penulis ‘Kids and Money’.

Pilih cara lain untuk mengatakannya, seperti, “Kita tidak akan membelinya sekarang karena kita menghemat uang untuk hal-hal yang lebih penting.” Jika dia masih keras kepala, kita memiliki kesempatan yang sempurna untuk memulai percakapan tentang bagaimana menganggarkan dan mengelola uang.
‘Karena Saya Mengatakannya’

“Ungkapan Ini mengambil semua kendali dari anak-anak kita,” kata situs Care.com. Kita mungkin tidak punya waktu untuk menjelaskan alasannya, tapi sebaiknya berilah konteks/pandangan yang lebih baik kepada anak-anak mengapa kita meminta mereka melakukan (atau tidak) sesuatu.

Click to comment

Leave a Reply

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of
To Top