Family

Tips Mengenali dan Memahami Anak Berbakat

Anak berbakat. Credit photo: todaysparent.com

Sayaajarkan – Siapa sih yang tidak bangga memiliki anak yang berbakat? Anak-anak ini seringkali lebih cepat mempelajari sesuatu dibanding teman-teman sebayanya. Misalnya cepat menguasai keterampilan berhitung, membaca, atau menulis.

Namun, bukan berarti anak berbakat tak memiliki masalah dalam hidupnya. Beberapa dari mereka mengalami kesulitan berteman dengan teman sebaya. Ini bisa mengakibatkan perasaan terkucilkan, rendah diri, dan kurang percaya diri dalam situasi sosial. Itulah mengapa sebagai orang tua penting untuk mengenali masalah pada anak sejak dini.

Seorang anak biasanya memiliki bakat yang spesifik dan berbeda satu dengan yang lainnya. Mereka cenderung memiliki kelebihan di bidang matematika, sains atau seni. Meskipun demikian, sebagian besar anak-anak ini adalah siswa yang sangat cerdas yang mendapat nilai 130 atau lebih pada tes IQ.

Seperti dikutip dari readandspell dan familyeducation, berikut beberapa hal mengenai mereka yang perlu diketahui orangtua agar tumbuh kembang anak menjadi maksimal.

Anak berbakat cenderung memiliki kepribadian yang unik. Credit photo: Heartapps.com
Anak berbakat cenderung memiliki kepribadian yang unik. Credit photo: Heartapps.com

Anak Berbakat dan Tips Memperlakukannya

Perbedaan anak berbakat dan anak cerdas

Di kelas, anak cerdas cenderung tertarik dengan persyaratan proyek dan memahami cara menyelesaikan suatu kegiatan untuk menyenangkan guru. Sedangkan anak yang berbakat lebih cenderung fokus pada pembelajaran itu sendiri. Anak berbakat juga mungkin kritis terhadap persyaratan tugas dan memilih untuk mengabaikan hal-hal yang menurut mereka tidak perlu.

Suka memerintah

Banyak anak-anak berbakat suka merasa memegang kendali karena kemandiriannya. Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat menyebabkan persepsi suka memerintah di mata teman-temannya.

Doronglah anak kita untuk mencoba hal-hal baru yang menyenangkan, seperti wahana menakutkan di taman hiburan. Serta bimbing dan bantu dia menemukan jalan keluar yang sehat untuk keinginannya memimpin.

Kesulitan interaksi sosial

Beberapa dari mereka juga sulit untuk berteman. Dia mungkin merasa lebih nyaman berinteraksi dengan guru dan orang dewasa lainnya daripada teman sebaya. Ini dapat menyebabkan perilaku anti-sosial atau bahkan intimidasi.

Karena itu, selain harus jeli akan hal ini, ingatkan juga bahwa ia tidak sendirian. Ada banyak anak di sekolah yang juga mengalami masalah yang sama.

Harapan yang berlebihan

Anak-anak dengan karakter ini bisa mengharapkan sesuatu berlebihan. Setelah mendapatkan banyak nilai A di sekolah, mendapatkan nilai B atau C dapat menghancurkannya.

Bantu anak kita menjaga perspektif yang sehat di kelas. Tidak mungkin untuk mempertahankan nilai A selamanya. Sebagai orang tua, jangan pernah menuntut kepadanya untuk selalu mendapatkan nilai A. Bimbinglah anak kita dengan cara yang sehat dan cari tahu penyebabnya ketika nilainya turun.

Click to comment
To Top