Self Development

Lowongan Kerja: Hindari 8 Ucapan Ini saat Diwawancara

Tips lowongan kerja. Credit Photo: Linkedin

Sayaajarkan – Setelah sibuk mencoba satu-persatu lowongan kerja, mendapat panggilan wawancara kerja rasanya pasti menyenangkan. Pekerjaan impian pun seolah tinggal selangkah lagi untuk bisa kita dapatkan.

Namun hati-hati, jangan sampai salah langkah. Jangan biarkan kesalahan kecil membuat wawancara kerja kita jadi berantakan. Termasuk soal pemilihan kalimat.

Karena seperti dikutip dari Globalnews, ternyata ada setidaknya delapan ucapan yang beresiko mengagalkan usaha kita untuk meraih pekerjaan.

Apa saja? Sini saya ajarkan.

Tips lowongan kerja.

Hindari juga memberikan jawaban atau pertanyaan yang klise sepanjang wawancara. Credit Photo: Telegraph

Terlalu banyak memakai kata ‘saya’ ketimbang ‘kami’

Ketika wawancara berlangsung, biasanya kita akan menceritakan kemampuan dan hal-hal hebat yang pernah kita lakukan di pekerjaan sebelumnya. Tujuannya tentu agar pewawancara yakin kalau kita adalah orang yang tepat untuk pekerjaan yang mereka tawarkan.

Namun, meski sepele, terlalu banyak menggunakan kata ‘saya’ ketimbang ‘kami’ ternyata bisa berpengaruh pada hasil wawancara. Pemakaian kata ‘saya’ yang terlalu sering akan membuat kita terkesan sebagai sosok yang selalu bekerja sendiri. Jadi, biar pewawancara gak salah paham, hindari hal itu supaya mereka yakin kalau kita adalah pilihan yang tepat untuk menjawab lowongan kerja mereka.

Terlalu terbuka tentang kehidupan pribadi kita

Perlu diketahui, tujuan sebuah perusahaan melakukan wawancara kerja adalah untuk mengetahui kemampuan kita dalam bekerja, bukan karena kepo sama masalah rumahtangga kita. So, curhat, baper, dan sebagainya lebih baik ditunda dulu ya.

Menjelek-jelekan bos lama

Ingatlah, saat kita menjelekkan orang lain, itu sama saja dengan memperlihatkan sifat buruk kita. Lagipula, walaupun semua syarat di lowongan kerja terpenuhi, attitude tetaplah penting.

Tips lowongan kerja.

Jangan menggerutu soal masa lalu saat wawancara. Credit Photo: Shutterstock

Mengaku dipecat

Jika memang tidak perlu dibicarakan, maka sebaiknya tak usah. Fokuslah terhadap hal-hal baik yang bisa kita lakukan bagi perusahaan baru kita nanti.

Mengumpat, atau mengucapkan kalimat yang tidak enak didengar

Sepintar apapun anda, jarang ada yang mau memperkerjakan orang dengan tutur kata yang buruk. Jadi hindari umpatan dan candaan yang tak perlu ketika wawancara berlangsung. Hargai pewawancara kita sebagaimana dia menghargai kita.

Meminta untuk mengerjakan pekerjaan dari rumah

Beberapa perusahaan memang memperbolehkan karyawannya untuk bekerja secara remote. Tapi, meminta hal seperti itu dalam sebuah wawancara akan membuat komitmen kita terhadap pekerjaan jadi diragukan.

Mengucapkan kalimat, “Saya belum punya pengalaman, tapi saya cepat belajar.”

Ini waktunya bagi anda untuk menyadari bahwa kalimat sakti “Saya belum punya pengalaman, tapi saya cepat belajar.” adalah bumerang bagi diri kita sendiri. Lebih baik ceritakan pengalaman anda yang memiliki relevansi dengan bidang yang ditanyakan ketimbang mengucapkan kalimat tersebut.

Tips lowongan kerja.

Bingung saat ditanya, diam ketika diminta bertanya, dan terlihat gugup akan membuat anda tidak terlihat baik di mata pewawancara. Credit Photo: Twitter.com

Tidak bertanya sama sekali

Terakhir, dalam wawancara kerja, diam bukan berarti emas. Aktiflah dalam menjawab dan bertanya. Lakukan semuanya dengan berhati-hati dan penuh pertimbangan.

Click to comment
To Top