Self Development

Ingin Raih Kesuksesan? Renungkan Kisah Penebang Kayu Ini

Karena terlalu fokus memotong kayu, sang penebang sampai lupa mengasah kampaknya. Credit photo: Puffy Carrot

Sayaajarkan.com – Dalam hidup ini, siapa sih yang tidak mau menjadi orang sukses? Semua pasti ingin meraih kesuksesan dalam hidup. Entah itu karier yang sukses ataupun keluarga yang bahagia. Tentu semuanya ingin berada pada posisi demikian.

Tapi apakah meraih kesuksesan adalah sesuatu yang mudah? Tentu saja tidak. Terkadang ada yang harus dikorbankan, mengalami jatuh-bangun dan benar-benar kerja keras untuk sampai kesana.

Pertanyaannya, bagaimana dan apa yang harus kita lakukan untuk bisa sukses? Cerita di bawah ini mungkin bisa memberikan jawabannya. Diadaptasi dari Buku ‘The 7 Habits of Highly Effective People’ dari Stephen R. Covey.

Renungan Kesuksesan: Sibuk Tak Selalu Baik

Suatu saat ada seorang penebang kayu yang sangat kuat datang menemui seorang pedagang kayu untuk meminta pekerjaan dan ia mendapatkannya.

Gajinya bagus dan demikian juga dengan kondisi kerjanya. Oleh karena itu, penebang kayu bertekad untuk melakukan yang terbaik. Bosnya pun memberinya sebuah kapak dan menunjukkan di daerah mana ia harus bekerja.

Hari pertama, si penebang pohon berhasil membawa 18 pohon. Bosnya berkata, “Selamat ya! Sekarang pergilah ke arah sana.”

Sangat termotivasi dengan kata-kata dari sang bos, si penebang kayu berusaha lebih keras keesokan harinya, namun dia hanya bisa membawa 15 pohon. Hari ketiga ia berusaha lebih keras lagi, tapi hanya mampu membawa 10 pohon. Dan demikian seterusnya. Hari demi hari semakin sedikit saja pohon yang dibawanya.

“Aku pasti sudah kehilangan kekuatanku.” pikir si penebang kayu. Maka ia mendatangi bosnya meminta maaf, dan mengatakan ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

“Kapan terakhir kali Anda mempertajam kapakmu?” tanya si bos. “Mempertajam? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak saya. Saya sudah sangat sibuk untuk menebang pohon…”

Karena terlalu fokus memotong kayu, sang penebang sampai lupa mengasah kampaknya. Credit photo: Puffy Carrot.

Yang bisa kita petik dari cerita ini, untuk menjadi sukses tidak hanya kerja keras yang diperlukan tetapi juga kepintaran.

Artinya kita harus bersedia untuk memperkaya kemampuan dan skill yang kita miliki agar kemampuan dan kompetensi kita semakin kaya dan berdaya guna.

Jangan ragu untuk menambah kemampuan yang lain seperti belajar bahasa asing, belajar akuntansi, dan lain sebagainya agar kita tidak bernasib sama seperti penebang kayu di atas ya.

Click to comment
To Top