Self Development

6 Tips Memberi Nasehat Yang Tepat

Tips memberi nasehat yang baik

Sayaajarkan – Nasehat mempunyai 2 sisi, bisa buruk bisa juga baik. Tindakan ini cukup sulit karena apa yang kita katakan sedikit banyak akan mempengaruhi keputusan dan tindakan mereka berikutnya.

Kesulitan berikutnya adalah banyak orang yang tidak suka dinasehati. Apalagi jika nasehatnya disampaikan dengan cara yang kurang baik. Maka, kita perlu tahu cara yang baik untuk memberikan saran atau teguran pada orang lain.

Mari kita bahas satu per satu tentang tekniknya.

Tips Memberi Nasehat yang Baik

Hati Ikhlas

Nasehat sendiri secara bahasa berarti “ketulusan” atau “murni”. Ada juga yang mengartikan sebagai ‘upaya menghendaki kebaikan bagi yang diberikan’.

Maka memberi nasehat harus berasal dari hati yang tulus. Karena nasehat merupakan tanda cinta dari kita, tanda bahwa kita mengasihi orang itu dan mengharapkan adanya perubahan menuju kebaikan darinya.

Rahasia

Perlu kita ketahui bahwa orang yang akan kita beri nasehat, adalah orang yang butuh untuk ditutupi keburukannya dan diperbaiki kekurangannya. Jadi, memberi nasehat harus dilakukan ketika sedang berdua saja.

Dengan berbicara berdua saja, ia akan merasa nyaman dan aman berbagi pikiran dengan kita. Dengan demikian besar kemungkinan, ia akan akan menerima saran dari kita.

Dengarkan Masalah Dari Awal Hingga Akhir

Beberapa orang ada yang hanya butuh didengarkan saja. Akan bijak bagi kita untuk benar-benar mendengarkannya dari awal hingga akhir agar tahu keseluruhan ceritanya dan bisa menganalisa dengan tepat.

Sebelum memberi saran, ajukan pertanyaan-pertanyaan mendetail, misalnya “kenapa kamu melakukan itu?”, “kenapa kamu tidak terus terang kepada dia?”, dan sebagainya.

Lakukan Dengan Halus, Sopan dan Lemah Lembut

Memberi nasehat ibaratnya seperti membukakan pintu bagi orang lain. Untuk membuka pintu kita membutuhkan kunci yang pas/tepat. Jadi pintu adalah diibaratkan hati dan kunci untuk membukanya adalah dengan saran yang lembut dan halus.

Saat memberi saran, selalu tempatkan diri kita di ‘sepatunya’. Credit photo: sevenponds.com

Jangan Memaksakan Kehendak

Tidak Memaksa

Jangan pernah memaksa orang untuk menerima saran yang kita berikan. Toh, tugas kita adalah sampai memberitahu dan mengarahkan saja. Jika kita mengulurkan tangan untuk membantu tetapi orang tersebut tidak menyambutnya, kita bisa berbuat apa?

Kalau kita memaksa, sama saja seperti seorang pemimpin yang memaksakan perintahnya pada bawahan. Ada udang di balik batu, ada maksud tertentu dibalik nasehat yang diberikan. Kalau sudah begini, nantinya bisa berabe. Duh, repot dong jadinya?

Bantu Melihat Pilihan Yang Ada

Ketika kita sudah tahu permasalahan dengan jelas dan kita juga sudah menyebutkan beberapa pilihan, maka saatnya kita membahas pilihan tersebut. Apa kelebihan dan kekurangannya. Dengan demikian bisa ketemu solusi yang paling tepat.

Selain langkah-langkah diatas, yang tidak kalah penting juga adalah ketika kita memberi saran pada orang lain maka sebaiknya dan seharusnya kita juga telah melakukan hal tersebut. Karena, apalah artinya kalau kita memberi nasehat tapi kita tidak pernah melakukannya? Misalnya menyarankan orang berhenti minum alkohol, tapi kita sendiri masih suka mabuk.

Semoga membantu, ya.

Click to comment

Leave a Reply

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of
To Top