Self Development

Tips Ampuh Move On dari Putus Cinta

Tips untuk lekas move on. Credit photo: Shutterstock

Sayaajarkan – Kisah cinta di dunia nyata terkadang tak selalu berakhir bak dongeng Disney. Seseorang yang telah lama menjalin hubungan cinta dengan kita, bisa saja tiba-tiba memilih untuk pergi. Penyebabnya macam-macam, mulai dari pertengkaran besar, perbedaan pendapat, rasa bosan, dan masih banyak lagi.

Kalau sudah begini, tak banyak sebenarnya yang bisa kita lakukan. Memohonnya untuk kembali ke pelukan kita hanya akan membuat keadaan semakin buruk. Sang mantan justru akan semakin yakin dengan keputusannya untuk pergi. Sementara kita akan semakin terpuruk dalam keadaan yang tidak menyenangkan.

Karena itu, ketimbang terus-terusan menulis ‘cerita bersambung’ di pesan whatsApp atau bolak balik menyatroni rumahnya, saran terbaik yang bisa kami berikan adalah dengan menerima keadaan dan menghadapi rasa sakitnya.

Jika cukup berani untuk melakukannya, kami akan memberikan beberapa tips dari berbagai sumber yang bisa sedikit membantu untuk melewati semuanya dengan baik.

Yuk, seka air mata dan baca tipsnya berikut ini:

Jangan hancurkan diri sendiri hanya karena patah hati. Credit photo: Unilad.co.uk
Jangan hancurkan diri sendiri hanya karena patah hati. Credit photo: Unilad.co.uk

Tips Lekas Move On

Bukan, dia bukan satu-satunya.

Bukan berarti mantan kita tidak baik. Tapi, ketimbang terus-terusan berpikir kalau dia adalah satu-satunya, atau sosok yang paling spesial, lebih baik akui kalau kita telah salah memilih orang.

Kita hanya sedang terobsesi dengan pilihan kita, dan belum bisa menerima situasi yang baru.

Kalau masih belum percaya, coba pikirkan ada berapa banyak orang di seluruh dunia yang saat ini sedang patah hati. Ratusan ribu? Jutaan? Dari situ coba hitung ada berapa banyak ‘pelaku’ yang katanya ‘terbaik’ tadi. Cukup banyak, bukan?

Lagipula, kalau dia memang satu-satunya dan ditakdirkan untuk kita, dia tidak akan pernah pergi. Ya! Bisa jadi dia adalah satu-satunya, tapi untuk orang lain, bukan untuk kita. Terimalah.

Dia tak akan kembali

Meski terdengar klise, menerima kenyataan kalau dia tak akan pernah kembali di hidup kita adalah langkah terbaik. Terimalah dengan lapang dada semua rasa sakit yang kita rasakan. Beri waktu kepada diri kita untuk bersedih. Anggap semuanya seperti luka pasca-operasi, yang mana rasa sakitnya adalah pertanda kalau kedepannya kita akan baik-baik saja.

Selain itu, berhentilah mencari tahu kabarnya. Ibarat kata kita sedang berlari, mencoba menghubunginya atau ngepoin akun media sosialnya hanya membuat kita harus memulai semuanya dari garis start lagi. Terus kapan sampai garis finishnya?

Buatlah ‘tabel penyeimbang perasaan’

Ketimbang menghabiskan tisu, lebih baik ambil secarik kertas, lalu potong menjadi dua bagian.

Isilah potongan pertama dengan hal-hal tentang dirinya yang membuat kita jatuh cinta. Kami jamin, akan sangat mudah memenuhinya. Tentu saja, itu karena kita masih tergila-gila dengan sosoknya.

Di potongan kedua, isi dengan hal-hal dari dirinya yang tidak cocok dengan kepribadian kita. Isi sebanyak-banyaknya semampu kita. Buat isian di kedua tabel menjadi seimbang.

Dari situ, secara tidak sadar kita telah menyeimbangkan perasaan kita sehingga mulai menemukan sisi positif dari perpisahan yang kita hadapi. Hati pun jadi semakin ikhlas untuk membiarkan masing-masing menemukan kebahagiaannya sendiri.

Salah satu quote dari film Batman Begins yang bisa bikin kita move on.
Salah satu quote dari film Batman Begins yang bisa bikin kita move on.

Hindari hal-hal yang Tak Perlu

Balas dendam

Berniat untuk ‘balas dendam’ dengan membuatnya cemburu dsb? Aduuh… tolong pikir ulang. Ada banyak hal yang jauh lebih penting daripada menjadikan dia sebagai musuh besar atau fokus utama.

Coba pikir, apakah musuh besar Batman adalah mantan kekasihnya yang bikin dia patah hati? Tentu tidak, orang besar ditakdirkan untuk bergelut dengan hal besar. Begitu juga seharusnya dengan kita.

Jadi, hilangkan semua dendam di hati kita. Gagal dalam sebuah hubungan tak berarti harus membuat kita saling membenci. Lebih baik gunakan waktu kita untuk memulai hidup yang baru, dengan berbagai kesibukan yang lebih seru.

Jangan buru-buru cari pengganti

Mencari sosok pelarian saat sedang patah hati juga bukanlah langkah ksatria. Seorang jagoan tak akan mengajak orang untuk tenggelam bersamanya. Jadi biarkan luka kita pulih dahulu sepenuhnya sebelum berkenalan dengan orang baru.

Kalau diolah dengan positif, orang-orang dalam kondisi yang tidak nyaman biasanya bisa menghasilkan jejak atau karya luar biasa. Jadi anggap semua itu sebagai ‘kekuatan super’ kita untuk lebih giat dalam merawat diri, mengejar karier, atau membuat karya seni yang brilian.

Percayalah, sakit yang kita rasakan tak akan bertahan selamanya. Kita hanya sedang menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru. Ketika sudah bisa beradaptasi, maka sakitnya perlahan-lahan akan memudar. Kita pun jadi semakin kuat dan tahan banting dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup.

Setelah Berhasil Move on

Setelah semuanya berlalu, berterimakasihlah pada diri sendiri karena tidak memilih menyerah ketika dalam masa sulit. Dalam hati, berterimakasihlah juga kepada mantan kita karena telah membukakan pintu ke kesempatan baru yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Percaya deh, selama mau terus berusaha, nanti pasti bakal sampai di poin terakhir ini kok. Jangan menyerah, ya!

Sumber:

– https://www.youtube.com/watch?v=v9ns9ULCvIA&t=241s
– https://www.youtube.com/watch?v=H7X-qoGw6W0
– http://www.cosmopolitan.co.id/article/read/10/2016/10855/9-cara-move-on-dari-mantan-tanpa-harus-galau

Click to comment
To Top