Style

Tato untuk Pertama Kalinya? Pikirkan 3 Hal Ini!

tato

Sayaajarkan – Tato sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat. Kalau dulu seni rajah tubuh sempat identik dengan premanisme, kini kita bisa melihat lebih banyak orang dari berbagai kalangan memiliki gambar di tubuhnya.

Alasan orang memilih untuk ditato pun bermacam-macam. Ada yang sebagai wujud ekspresi, mengabadikan momen, atau keren-kerenan semata. Nah, buat yang sudah ngebet ingin memiliki tato untuk pertama kalinya, jangan buru-buru! Sebelum melangkah coba pikirkan hal berikut ini:

1. Harga

Good work ain’t cheap, cheap work ain’t good. Ada harga ada rupa.

Kecuali kita benar-benar mengenal si tattoo artist dan mengetahui etos kerjanya, jangan sembarangan memilih hanya karena tergiur harga murah ya!

Riset dulu, pastikan reputasi dan sanitasinya terpercaya. Kalau bingung, pilih saja yang relatif terkenal dan mahal seperti Kent Tattoo di Bandung, Mock’s Tatto di Semarang, atau Twice Tattoo Shop milik drummer SID, JRX di Bali. Mereka sangat profesional dan paham betul apa yang mereka lakukan.

Kenapa memangnya? Well, tato bukan hanya soal seni atau menggambar, melainkan juga kesehatan. Ditato sama halnya dengan menjalani operasi kecil. Salah-salah, salah satu resikonya kita bisa tertular virus HIV (Bila jarum tato yang digunakan tidak baru, bekas pakai pengidap HIV).

2. Sudah Benar-Benar Yakin?

Tato akan menempel permanen di kulit kita seumur hidup. Memang ada teknologi laser untuk menghapusnya, tapi sebenarnya laser tak benar-benar menghapus. Laser juga harus dilakukan berulang kali dengan biaya dan rasa sakit yang jauh lebih besar dari mentato.

Jadi, mulai dari desain, alasan, dan mental semuanya harus dipersiapkan dengan sangat matang. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

3. Sakit loh!

Kita harus tahu seberapa toleran tubuh kita menahan rasa sakit. Ditato jelas sakit dan prosesnya tak memakan waktu sebentar. Sebagai gambaran, untuk tato ukuran sedang setengah lengan bisa memakan waktu 4 hingga 5 jam. Dari pengalaman saya, separuh sesi pertama sakitnya biasa saja namun sisanya terasa jauh lebih menyakitkan.

Ada beberapa orang yang tak cukup fit hingga sampai pingsan saat penatoan baru setengah jalan loh. Untuk itu kesehatan dan kebugaran kita juga harus jadi bahan pertimbangan. Juga apakah kulit kita sensitif? Jangan sampai niat mendapatkan tato keren di tubuh malah harus berurusan dengan dokter.

tato

Kesimpulan..

Intinya, jangan buru-buru. Setiap pecinta tato juga memiliki pengalaman yang berbeda. Jadi, perbanyaklah riset dan referensi dari berbagai sumber terpercaya di internet atau langsung konsultasi dengan artis tato berpengalaman, baru memutuskan apakah kita benar-benar ingin ditato.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top