Science

TAHUKAH KAMU: Fakta Ilmiah Mentos Vs Coca-Cola

Sayaajarkan – Buat kamu yang sering lihat YouTube, kamu pasti udah tidak asing dengan konten YouTube yang mencampurkan Mentos dengan Coca-Cola yang mengakibatkan semburan soda. Tapi taukah kamu bagaimana fakta ilmiah semburan soda Mentos Vs Coca-Cola ini bisa terjadi?

Semburan Soda
Credit Photo: ilmucerdas.wordpress.com

Dikutip dari sainspop.com. Department of Physics and AstronomyAppalachian State University, USA, telah melakukan serangkaian percobaan. Mereka mencoba berbagai macam minuman berkarbonasi, untuk masukkan zat seperti Mentos jenis Fruit Mentos dan Mint MentosWint-o-Green Lifesaver, garam dapur, pasir, dan lainnya

Mentos Vs Coca-Cola Bukan Reaksi Asam-Basa

Untuk membuktikan bahwa apakah fenomena letusan tersebut akibat reaksi asam-basa, mereka mengukur pH cairan sebelum dan setelah Mentos dimasukan ke sebotol Coca-Cola. Hasilnya, pH sebelum dan setelah percobaan tetap sama, yaitu sebesar 3,0 (bersifat asam). Ini membuktikan bahwa tidak terjadi reaksi asam-basa di sana. Memang kalau kita cek komposisi zat yang terkandung pada Mentos, ternyata mentos tidak mengandung senyawa yang bersifat basa. Hal ini berbeda ketika pada sebotol Coca-Cola dimasukan baking soda (bersifat basa). Pada percobaan ini pun letusan tetap terjadi, tapi pH cairan berubah dari 3,0 menjadi 6,1. Hal ini menunjukkan telah terjadi reaksi asam-basa yang menghasilkan gas karbon dioksida. Menariknya, tidak hanya Mentos yang dapat menghasilkan semburan, bahkan garam dapur dan pasir pun memberikan efek yang sama ketika dimasukkan ke sebotol Coca-Cola.

Setelah melakukan serangkaian percobaan dan analisa, jawaban dari fenomena ini melibatkan beberapa faktor fisika, seperti kekasaran permukaan Mentos, pengaruh tekanan permukaan, dan juga kecepatan Mentos turun ke dasar botol.

Fakta Ilmiah Mentos Vs Coca-Cola

Semburan yang terjadi ketika mentos dimasukan ke dalam sebotol Coca-Cola terjadi karena banyaknya gelembung gas karbon dioksida yang terbentuk secara tiba-tiba sehingga menimbulkan tekanan yang besar. Coca-Cola dan minuman berkarbonasi lainnya sebagian besar isinya adalah air, dan air merupakan molekul yang bersifat polar yang memiliki sifat tertarik satu sama lain. Nah, agar gelembung karbon dioksida terbentuk, maka tarikan satu sama lain antar molekul air tersebut harus diputuskan/dihilangkan. Ketika Mentos dan material lainnya di jatuhkan ke sebotol Coca-Cola, interaksi antar molekul air di daerah sekitar Mentos tersebut akan terputus. Oleh karenanya, permukaan Mentos tersebut menjadi tempat berkumpul dan terbentuknya (tempat nukleasi) gelembung-gelembung gas karbon dioksida. Semakin kasar permukaan Mentos maka semakin cepat dan semakin besar gelembung terbentuk. Rendahnya tegangan permukaan air juga membantu pembentukan gelembung lebih cepat.

Hasil pengukuran juga menunjukkan bahwa tegangan permukaan air pada Coca-Cola yang mengadung pemanis buatan aspartam lebih rendah dari yang mengandung pemanis gula biasa. Hal ini menjelaskan kenapa Diet Coke (mengandung aspartam) menghasilkan semburan yang paling tinggi dibandingkan Coca-Cola classic yang mengandung gula biasa.

Terakhir, Mentos memiliki kepadatan yang cukup tinggi dan dapat tenggelam dengan cepat. Semakin cepat tenggelam, semakin cepat dan semakin banyak gelembung yang akan terbentuk. Mentos yang dihancurkan dan tenggelam ke dalam Coca-Cola dengan lambat hanya akan menghasilkan semburan yang kecil.

Mentos Vs Coca-Cola
Credit Video: SainsPop youtube.com

Kesimpulan

Simpelnya dapat dijelaskan bahwa Ledakan atau semburan yang terjadi bila Mentos dimasukkan ke dalam minuman bersoda, termasuk Coca-Cola disebabkan oleh nukleasi gelembung gas karbon dioksida yang terlarut dari larutan soda. Biasanya, proses keluarnya karbon dioksida dari soda ke udara terjadi relatif lambat. Namun adanya katalis seperti Mentos dapat meningkatkan laju perubahan karbon dioksida menjadi gas.

Click to comment
To Top