Movie

Mortal Engines Review: Suguhan Visual Memukau

Mortal Engines

Sayaajarkan – Cukup banyak dari kita yang rindu dengan karya-karya terbaru dari sutradara Peter Jackson. Film-film ternama seperti trilogi ‘The Lord of the Rings’, ‘The Hobbits’, hingga ‘King Kong’ membuat namanya menjadi sebuah jaminan tersendiri di mata penikmat film. Maka ketika trailer ‘Mortal Engines’ diluncurkan pada 5 Juni 2018 lalu, sepertinya agak cukup sulit membendung rasa penasaran terhadap film adaptasi novel karya Philip Reeve ini.

Apalagi, selain menjadi salah seorang produser di situ, Peter Jackson juga bertanggungjawab sebagai penulis naskah bersama Fran Walsh dan Philippa Boyens. Sementara kursi sutradara dipercayakan kepada Christian Rivers.

Sinopsis Mortal Engines

Mortal Engines berkisah tentang dunia paska-kiamat dimana banyak orang tinggal di kota-kota yang berdiri di atas mesin raksasa. Salah satu yang terbesar bernama London.

Cerita kemudian berlanjut dengan sosok wanita bernama Hester Shaw (Hera Hilmar) yang berniat membunuh salah satu orang paling berkuasa di London, Thaddeus Valentine (Hugo Weaving) yang konon telah menghabisi ibunya.

Aksi nekat Hester ini kemudian berujung pada sebuah petualangan yang mengubah dunia.

Sosok Hester Shaw (Hera Hilmar) di film Mortal Engines.

Sosok Hester Shaw (Hera Hilmar) di film Mortal Engines. Credit Photo: Universal Pictures

Secara keseluruhan, Patut diapresiasi bagaimana Christian Rivers dkk menerjemahkan tulisan Philip Reeve menjadi sebuah visual yang sangat memanjakan mata, mulai dari kostum hingga penggambaran visual yang sangat elok dan detail. Tak lelah rasanya memandang film yang berdurasi sekitar 2 jam 13 menit ini.

Sayangnya, film ini terasa sedikit minus dalam hal manajemen karakter serta ceritanya. Selain skenarionya sedikit lemah, chemistry antara dua tokoh utama yaitu Hester Shaw dan seorang sejarawan bernama Tom Natsworthy (Robert Sheehan) terasa kurang gereget.

Begitu juga dengan karakter potensial lain seperti putri Thaddeus Valentine, Katherine Valentine (Leila George) dan seorang engineer bernama Bevis Pod (Ronan Raftery) yang kurang termanfaatkan.

Untungnya, visual yang luar biasa hampir mampu menutupi semuanya. Kehadiran sosok cyborg bernama Shrike juga menjadi bagian memukau dan tak terlupakan dari film ini.

Penampakan Shrike di film Mortal Engines

Penampakan Shrike di film Mortal Engines. Credit Photo: IGN

Pada akhirnya, Mortal Engines adalah film yang mampu menyegarkan mata kamu dengan kehebatan visualnya. Sayang rasanya kalau sampai tidak menonton film ini.

“A wildly imaginative concept, flawlessly executed, with special effects that will take your breath away.” Rashid Irani, Hindustan Times

“There’s so much to love here, and so little opportunity to enjoy it.” David Ehrlich, Indiewire

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
RajaBackLink.com
x