Movie

How to Talk to Girls at Parties Review: Cinta Absurd yang Bikin Baper

How to Talk to Girls at Parties

Sayaajarkan – Sudah pernah menonton film indie yang bertajuk ‘How to Talk to Girls at Parties’?

Elle Fanning tampil sebagai alien cantik anggota koloni yang terdampar dan penasaran dengan bumi; skena musik punk dan kebebasan; serta Alex Sharp sebagai Enn si anak punk yang ingin menentang sistem tapi masih hidup bergantung uang jajan dari ibunya.

Film komedi romantis fiksi ilmiah adaptasi cerpen karya Neil Gaiman ini menghadirkan banyak hal tak biasa di dalamnya.

Mengambil setting Inggris era 1970-an, semua bermula dari keculunan Enn dan teman-temannya yang haus menonton gigs namun kerap tidak mendapatkan pengalaman yang se-rock n’ roll musik favoritnya di sana.

‘How To Talk To Girls At Parties’ Lambat Namun Menarik

Film besutan John Cameron Mitchell yang naskahnya ditulis oleh dia bareng Philippa Goslett mungkin agak terasa membosankan. Lambat nan gelap, dengan adegan-adegan abdsurd di dalamnya dari ritual menari-nari dan nyanyian aneh, hingga seks membelah diri yang akan membuat kita mengerinyitkan dahi.

Dengan ide cerita yang sebenarnya standar namun sepertinya ingin dikemas secara epik, sayangnya, filmnya seperti berlari tanpa tujuan. Rebelnya nanggung.

Entah apa yang coba disampaikan selain kisah cinta kilat manusia dan makhluk luar angkasa. Berkisar soal keseruan, jatuh cinta, pertentangan, pengorbanan, serta tekanan dari sekitar yang hendak memisahkan, hal-hal selain cinta seperti malas untuk dijabarkan.

BIKIN BAPER

Tapi berfokus di masalah cinta semata, ‘How To Talk To Girls At Parties’ adalah sebuah film yang nyentrik dan menyenangkan untuk ditonton malam-malam. Hati-hati terbawa perasaan alias baper kalau punya kenangan yang tak terselesaikan.

Oh ya, ada Nicole Kidman yang tampil sebagai dedengkot skena punk lokal berjuluk Queen Boadicea.

Penasaran?

‘How To Talk To Girls At Parties’ diperkenalkan pertama kali di festival film Cannes pada 2017 lalu, serta didistribusikan sejak Mei 2018 oleh StudioCanal (UK) dan A24 (Amerika Serikat). Filmnya banyak dijual dan disewakan secara online, salah satunya melalui Play Store.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
RajaBackLink.com
x