Movie

Godzilla Vs Kong Review: Besar dan Brutal!

Godzilla vs Kong

Sayaajarkan – Mari lupakan sejenak Batman, Superman, beserta Justice League-nya. Sekarang waktunya untuk menyaksikan crossover terbesar (dalam artian harfiah) di dekade ini, Godzilla vs Kong.

Hadir sebagai lanjutan tiga film sebelumnya. Yakni The Kings of Monsters (2019), Kong: Skull Island (2017), dan Godzilla (2014), film ini nekad menghadirkan dua makhluk raksasa paling populer di dunia untuk beradu di satu film.

Sutradaranya sendiri tak lain adalah Adam Wingard, yang pernah kita kenal berkat kemampuannya mengadaptasi manga Jepang, Death Note menjadi film Hollywood.

Ya, saya bisa menebak kamu kurang menyukai Death Note versi Wingard, dan bisa jadi kamu juga akan merasakan kesan yang sama di film ini. Kecuali adegan gebuk-gebukan Godzilla lawan Kong yang seru banget. Habis-habisan layaknya duel The Rock lawan Stone Cold Steve Austin di WWE Smackdown.

Sinopsis Godzilla vs Kong

Peringatan: lanjutan artikel ini mungkin mengandung spoiler.

Sebenarnya tak ada yang terlalu berarti di film ini selain pertemuan Godzilla melawan Kong, serta musuh tersembunyi yang bisa bikin para fans Godzilla bersorak ria.

Filmnya sendiri dimulai dengan serangan tiba-tiba Godzilla ke sebuah fasilitas rahasia milik perusahaan teknologi Cybernetics APEX di Hong Kong.

Tak lama setelah kejadian itu, sang pemilik fasilitas, Walter Simmons (Demián Bichir) menemui Nathan Lind (Alexander Skarsgard), seorang peneliti teori bumi berongga. Ia mendanai Nathan untuk membuktikan keberadaan tempat rahasia di bumi, yang konon menjadi habitat asli para monster raksasa.

Nathan kemudian menghampiri ahli bahasa antropologi Dr. Ilene Andrews (Rebecca Hall). Ia meyakinkan Ilene dan generasi terakhir yang bisa berkomunikasi dengan Kong, Jia (Kaylee Hottle) untuk membawa Kong ke sana. Sayangnya, di tengah jalan, mereka dapat serangan dari Godzilla.

Pertarungan epik

Pada dasarnya, ada 4 poin yang tersaji di film Godzilla vs Kong. Yakni penyelidikan misteri di balik fasilitas rahasia APEX; pembuktian kebenaran teori bumi berongga; baku hantam Godzilla dengan Kong; dan satu lagi pertarungan pamungkas yang menjadi klimaksnya.

Sayangnya, tak semua dari poin itu hadir memukau. Beberapa di antaranya, terutama penyelidikan fasilitas rahasia terasa terlalu panjang dan menyita waktu. Meski karakter Madison Russell (Millie Bobby Brown) pernah kita lihat di film ketiga (dan Stranger Things), namun ia sama sekali tak membuat penontonnya merasa peduli.

Sementara teori bumi berongga, yang sebenarnya sangat menarik, justru lewat begitu saja dan terkesan hanya dibuat sebagai jembatan menuju klimaks.

Untungnya, pertarungan Godzilla dan Kong tampil dengan begitu epik. Semua kelelahan yang kita rasakan akibat melihat tingkah para manusia dengan segala ambisinya, langsung hilang saat raungan dan hantaman dua raksasa itu saling beradu. Terlebih ketika menuju bagian akhir.

Pada akhirnya, di luar segala kekurangannya, Godzilla vs Kong berhasil menyajikan apa yang kamu inginkan dari gambaran pertarungan dua kaiju ini. Bagi yang sempat ke bioskop, film ini benar-benar direkomendasikan untuk kita tonton di layar terbesar di kota kamu.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top