Movie

Ssst… 8 Film Ini Bisa Tingkatkan IQ Kamu Lho!

SayaAjarkan – Tahukah kamu, meningkatkan kecerdasan rupanya tak melulu kita dapat lewat membaca buku atau mempelajari keterampilan baru. Beberapa hal simple bisa lho bikin kecerdasanmu naik level, salah satunya menonton film.

Ya, enggak semua film dan acara TV bikin kalian jadi pemalas atau bodoh. Banyak kok yang justru mampu mengasah pikiran kamu, seperti delapan film berikut ini, melansir dari laman Entrepreneur.

Daftar Film yang Mampu Tingkatkan IQ Kita

“Inside Out” (2015)
Film animasi Pixar ini berkisah tentang seorang gadis muda bernama Riley yang berjuang untuk menyesuaikan diri usai pindah ke kota baru.

Film ini menunjukkan keadaan emosional seorang anak yang berkembang seiring usia.

Tak hanya itu, Inside Out juga mengeksplorasi “kompleksitas cara emosi yang berbeda ketika berinteraksi satu sama lain.”

Selama film, emosi Riley yang tergambar menjadi 5 unsur yakni Joy (Senang), Fear (Takut), Sadness (Sedih), Disgust (Jijik), dan Anger (Marah) menjumpai tantangan untuk mengelola situasi yang sulit.

Mereka juga harus meninggalkan asumsi lama mereka tentang kondisi emosional seperti apa yang terbaik bagi Riley.

Selain itu, “Inside Out” juga mengeksplorasi bagaimana cara ingatan tersimpan di otak, dan bagaimana ingatan dapat berubah seiring waktu.

Meskipun ini adalah film anak-anak, namun ada pelajaran berharga yang bisa kita pelajari.

“Limitless” (2011)
Film thriller yang dibintangi Bradley Cooper ini mengikuti Edward Morra, seorang penulis yang diperkenalkan dengan obat nootropik yang disebut NZT-48.

Pil misterius ini memberinya kemampuan untuk sepenuhnya memanfaatkan otaknya, yang pada gilirannya, secara drastis meningkatkan hidupnya.

Meskipun tidak ada obat semacam itu, “Limitless” akan membuat penontonnya berpikir lebih cerdas.

Priming, menurut Psychology Today, adalah bentuk ingatan manusia yang tidak disadari, yang berkaitan dengan identifikasi persepsi kata dan objek.

Ini mengacu pada pengaktifan representasi atau asosiasi tertentu dalam ingatan sesaat sebelum melakukan suatu tindakan atau tugas.

“The Imitation Game” (2014)
Film ini menceritakan kisah matematikawan Alan Turing, alias bapak komputasi modern, saat ia membantu dalam operasi pemecahan kode Inggris yang membantu mempersingkat Perang Dunia II.

Selain mempelajari sejarah Turing dan bagaimana dia meletakkan dasar untuk komputer dan kecerdasan buatan dengan menciptakan “mesin universal,” film ini juga menyajikan kecerdikan, yang mendorong penonton untuk berpikir besar, dan menginspirasi untuk mempelajarinya lebih lanjut. Ini akan berguna jika kita terlibat dalam industri teknologi.

Tentang Teori dan Memori

“Memento” (2000)
Kisah detektif karya sutradara Christopher Nolan ini menceritakan Leonard (Guy Pierce), seorang pria yang tidak mampu membentuk ingatan baru, ketika ia berusaha menemukan pembunuh istrinya.

Film bermula di tengah cerita, dan kembali ke awal untuk membuat penonton mengalami emosi yang sama seperti Leonard.

Juggling antara narasi non-linier ini dapat meningkatkan perhatian dan imajinasi penonton karena memaksa untuk menarik kesimpulan sendiri.

Tapi, yang lebih penting, Memento menggambarkan pentingnya teknik memori.

“Good Will Hunting” (1997)
Di film ini, terdapat unsur matematika yang kompleks, serta banyak diskusi sastra dan filosofis yang sangat baik antara dua tokoh utamanya, Will (Matt Damon) dan Dr. Sean Maguire (Robin Williams) terkait kehidupan yang mereka lalui.

Pelajaran paling berharga dari Good Will Hunting adalah pemahaman bahwa pendidikan bisa datang dari mana saja, tidak ada yang namanya sempurna, serta pentingnya emosi dan hubungan dalam sebuah kehidupan.

“Primer” (2004)
Film ini ditulis, disutradarai, dan dibintangi oleh Shane Carruth, yang memiliki gelar sarjana matematika dan sebelumnya bekerja sebagai insinyur.

Primer adalah drama fiksi ilmiah tentang dua insinyur yang secara tidak sengaja menemukan cara melakukan perjalanan waktu.

Film ini seperti Memento, memiliki struktur non-linier, mengeksplorasi implikasi filosofis perjalanan waktu, dan membahas fisika kompleks dan teori sains efek Meissner, serta diagram Feynman.

Primer juga dapat kita bandingkan dengan kubus rubik karena membutuhkan beberapa tampilan untuk mengatur ulang plot, sampai penonton bisa menemukan jawaban atas teka-teki yang rumit.

Punya Komplikasi yang Mencengangkan

“A Beautiful Mind” (2001)
Film ini terinspirasi oleh biografi terlaris dari ekonom dan matematikawan pemenang Hadiah Nobel John Forbes Nash, Jr.

Film pemenang Academy Award ini berfokus pada penemuan Nash Equilibrium (Russel Crowe) yang merupakan konsep teori permainan, di mana hasil optimal permainan, adalah tidak adanya pemain yang memiliki insentif untuk menyimpang dari strategi yang terpilih, setelah mempertimbangkan pilihan lawan.

Itu mungkin terdengar membingungkan, tetapi para ekonom telah menggunakan teori ini untuk mencari tahu bagaimana perusahaan yang bersaing menetapkan harga mereka, bagaimana pemerintah harus merancang lelang untuk mendapatkan hasil maksimal dari penawar, dan bagaimana menjelaskan keputusan yang terkadang merugikan diri sendiri yang dibuat oleh suatu kelompok.

Lebih jauh lagi, Nash Equilibrium membantu para ekonom memahami bagaimana keputusan yang baik bagi individu, dapat berakibat buruk bagi kelompok.

“Pi” (1998)
Darren Aronofsky menulis dan menyutradarai thriller psikologis surealis ini. Ceritanya mengenai seorang ahli teori angka pengangguran bernama Max yang menderita sakit kepala cluster, paranoia, halusinasi, dan gangguan kecemasan sosial.

Film ini terkenal karena mencakup tema mulai dari agama, mistisisme, dan hubungan alam semesta dengan matematika.

Max menjadi terobsesi dengan tema-tema ini untuk menemukan kunci kekacauan yang mengelilingi kita di mana-mana, yang dapat ia gunakan untuk memprediksi apa pun, seperti pasar saham.

Pengantar tema-tema ini sangat menarik, tetapi intisari sebenarnya dari film ini cukup berbahaya, yakni ketika kita terus-menerus mencari sesuatu yang mungkin tidak pernah ada.

Yang perlu kita pahami, tidak peduli seberapa terdidik dan up to date nya kalian terhadap informasi, kita tidak selalu dapat memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top