Movie

Spider-Man No Way Home Review: Pencapaian Luar Biasa!

Spider-Man No Way Home

SayaAjarkan – Januari 2010 silam, Sony Pictures mengumumkan jika mereka batal melanjutkan franchise Spider-Man versi Tobey Maguire.

Seperti Uncle Ben, impian para penggemar Spider-man turut mati di hari itu.

Mereka harus pasrah dijejali rencana tentang reboot, di mana seluruh pemainnya akan digantikan, dan cerita dimulai dari awal lagi.

Lalu, pada 2012, lahirlah The Amazing Spider-Man dengan Andrew Garfield sebagai bintang utamanya.

Ide merombak ulang film ini ternyata tak sia-sia, banyak yang menjadi penggemar franchise ini, saya salah satunya.

Kemampuan sutradara Marc Webb meramu adaptasi superhero ini menjadi film percintaan remaja, berhasil bikin baper.

Mac Webb kebetulan memang jago dalam hal itu. Sebelum menggarap film tersebut, ia sempat bikin banyak remaja patah hati lewat “drama ditinggal nikah” bertajuk 500 Days of Summer.

Formula itu juga diam-diam disiapkan Webb untuk para penonton The Amazing Spider-Man.

Ya, setelah dibuat sebegitu mesranya, Gwen Stacy (Emma Stone), karakter kekasih Peter Parker alias Spider-Man, dimatikan di film kedua.

Apesnya lagi, duka itu tambah ruwet setelah Sony Pictures memutuskan untuk tak melanjutkan filmnya. Ini terjadi lantaran The Amazing Spider-Man 2 dianggap gagal memenuhi ekspektasi, baik dalam hal kualitas maupun perolehan labanya.

Ambyar sudah. Seperti Gwen dan Uncle Ben, impian fans kembali ikut mati.

Kelahiran Spider-Man di Marvel Cinematic Universe (MCU)

Tahun 2017, film Spider-Man lahir lagi. Tak main-main, kali ini Sony Pictures nekat memasukannya ke jagat MCU yang sedang jadi primadona di kalangan pecinta film superhero.

Diperankan oleh Tom Holland, Spider-Man benar-benar menjadi berita baru. Pengenalan yang pelan namun efektif, sukses mengangkat superhero ini setara dengan para karakter di MCU, bahkan mampu melebihi sebagian besar dari mereka.

Aksi Spider-Man di MCU sendiri dimulai lewat film Captain America: Civil War (2016), Homecoming (2017), Avengers: Infinity Wars (2018), Avengers: Endgame (2019), serta Far From Home (2019).

Dan akhirnya, berlanjut di tahun ini lewat No Way Home, sebuah surat cinta untuk semua penggemar film Spider-Man.

Sinopsis No Way Home

No Way Home melanjutkan cerita sebelumnya di mana publik akhirnya mengetahui identitas asli Spider-Man.

Terbongkarnya identitas, serta tuduhan telah membunuh Mysterio (penjahat di film sebelumnya), membuat Peter Parker jadi sorotan media.

Sadar jika semua ini perlahan-lahan juga menyakiti kehidupan kekasih dan sahabatnya, Peter memutuskan menemui penyihir Doctor Strange (Benedict Cumberbatch).

Kepada Doctor strange, Peter meminta dibacakan mantra agar semua orang lupa bahwa dia adalah Spider-man.

Malang, bukannya berhasil, kesepakatan tersebut justru menghasilkan konsekuensi yang buruk.

Tak hanya semua orang masih mengingatnya sebagai Spider-Man, perapalan mantra itu juga membuat musuh-musuh dari semesta lain, datang mengacau ke dunianya.

Termasuk para villain yang ada di franchise spider-man versi Tobey Maguire, serta yang ada di semesta Spidey versi Andrew Garfield.

Tontonan roller coaster

Perhatian: lanjutan artikel ini mungkin mengandung spoiler. Jangan lanjutkan jika kamu belum menonton filmnya

No Way Home menyuguhkan alur cerita yang mudah kita cerna, aksi laga yang memukau dan megah, serta penuh dengan nuansa nostalgia.

Karakter Peter Parker di sini juga terlihat jauh lebih dewasa dan reliable ketimbang di Homecoming dan Far From Home.

Untungnya, dengan bobot cerita seberat itu, film ini tak melulu menjadi serius. Masih ada banyak humor-humor ala remaja yang berceceran di sepanjang durasi.

Overall, No Way Home adalah sebuah pencapaian tertinggi dari semua film Spider-Man yang pernah ada.

Film ini mengingatkan alasan mengapa kita mencintai manusia laba-laba. Baik itu versi Tobey, Garfield, maupun versi yang sekarang.

Rasanya seperti mimpi, melihat penggemar dari generasi yang berbeda, bersatu untuk tertawa, bertepuk tangan, bersorak dan menangis bersama.

Satu kemenangan besar lagi bagi pecinta adaptasi superhero setelah Endgame dan Zack Snyder’s Justice League (DCEU).

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top