Movie

The Batman Review: Standar Baru di Genre Superhero

The Batman

SayaAjarkan – The Batman mungkin memiliki semua hal yang dibutuhkan penggemar thriller, tapi tidak bagi sebagian penggemar Batman.

Disutradarai oleh Matt Reeves yang sebelumnya kita kenal lewat dua judul terakhir dari franchise Planet of the Apes, The Batman lebih memilih untuk tampil sebagai film detektif, ketimbang superhero.

Ya, sama sekali tak ada nuansa superhero di sini, selain topeng manusia kelelawar yang dipakai jagoannya.

Eits tunggu dulu, bukan berarti film ini buruk. Penceritaan yang dihadirkan bisa dibilang cukup berhasil. Chemistry menarik antara Batman dan James Gordon juga jadi nilai plus tersendiri bagi penontonnya.

Selain itu, visualnya juga memanjakan mata, mengingatkan kita akan film thriller sejenis, seperti Se7en, Saw, atau Zodiac.

Hanya saja, kembali ke poin awal, kita jadi lupa kalau ini adalah film Superhero. Sosok Batman tak ubahnya hanya seseorang vigilante yang kebetulan memakai topeng kelelawar, tanpa embel-embel mitologi yang megah seperti di film-film Batman sebelumnya.

Namun, jika melihat cara penanganan Matt Reeves pada karakter lainnya seperti Catwoman, Penguin, dan sebagainya, agaknya ini yang memang sengaja ditonjolkan di film ini. Sebuah penormalan dari tokoh komik, untuk membuatnya terlihat serealistis mungkin.

Sinopsis The Batman

Di tahun kedua memerangi kejahatan, Batman menghadapi kasus korupsi besar di Gotham yang menghubungkan keluarganya sendiri, dengan dua kubu penguasa kota itu, yakni Carmine Falcone dan Salvatore Maroni.

Kondisi pun semakin runyam setelah salah satu kandidat walikota Gotham ditemukan tewas dengan teka-teki yang berserakan di sekelilingnya, termasuk satu surat cinta untuk Batman, yang perlahan-lahan akan mengungkap rahasia besar terkait kematian kedua orangtuanya.

The Batman menghadirkan Robert Pattinson sebagai Bruce Wayne/Batman, Jeffrey Wright sebagai James Gordon, Zoe Kravits sebagai Selina Kyle/Catwoman, Paul Dano sebagai Edward Nashton/Riddler, Collin Farrell sebagai Penguin, Andy Serkis sebagai Alfred Pennyworth, dan John Turturro sebagai Carmine Falcone.

Kesimpulan

Di luar kekurangan di atas, The Batman tampil menyegarkan di tengah kemonotonan genre Superhero belakangan ini.

Penggambaran kota Gotham yang mengingatkan kita akan Hells Kitchen di jagat Marvel, atmosfir suram sepanjang film, musik latar yang mengagumkan, serta penceritaan yang kuat patut kita apresiasi sebagai sebuah standar baru di genre ini.

Buat kamu yang menyukai thriller, atau film-film superhero yang membumi seperti The Punisher, Daredevil, Robocop, The Crow, dan sebagainya. Menonton The Batman adalah sebuah keharusan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top