Movie

Doctor Strange in the Multiverse of Madness Review: Film Terhorornya MCU

Doctor Strange

SayaAjarkan – Doctor Strange in the Multiverse of Madness (DSITMOM) ternyata tidak segila yang kita bayangkan. Rilis pasca melejitnya konsep Multiverse di No Way Home, film ini nyatanya lebih suka dikenal sebagai film terhorornya Marvel ketimbang nama Multiverse yang diusungnya.

Di satu sisi, Multiverse of Madness mampu menampilkan sisi horor liar yang belum pernah lahir di instalasi MCU manapun. Semua ini berkat tangan dingin sutradara Sam Raimi yang pernah mengenyangkan pecinta horor lewat Evil Dead hingga Drag Me to Hell.

Namun, bagi yang berharap penuh mengenai sajian multiverse yang mewah, nampaknya harus agak gigit jari lewat fokus cerita yang rupanya lebih menyorot ke kekejaman Scarlett Witch.

Ya, kamu benar! Kisah sedih Wanda Maximoff di serial Wandavision berlanjut di film ini bak bola salju. Meneror dan hampir melahap keseluruhan ceritanya.

PERINGATAN: Lanjutan artikel di bawah ini mungkin mengandung spoiler.

Sinopsis Multiverse of Madness

Multiverse of Madness mengambil momen usai peristiwa No Way Home, tepatnya setelah Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) mengucapkan mantra terlarang yang membuka pintu ke multiverse.

Meski tak terlalu ada kaitannya, namun ia harus kembali mengalami teror yang nyaris serupa, tepatnya akibat ulah Scarlett Witch, yang berencana membobol aturan multiverse demi mencari dua anaknya yang tersebar di jagat lain.

Harusnya keren banget!

Dengan potensi yang sedemikian besar, Multiverse of Madness seharusnya bisa menjadi film MCU terbaik dan termegah yang pernah ada.

Sayang, film ini seperti dihancurkan oleh ekspektasinya sendiri. Rumor mengenai kameo berlimpah, serta cerita mencekam dan dahsyat ternyata tak sepenuhnya jadi kenyataan.

Film ini bahkan tergolong kurang ajar saat merepresentasikan para kameonya, di mana mereka dibuat terlihat bodoh dan seolah tanpa persiapan.

Meski berlabel varian, ini tetap sangat disayangkan. Apalagi kalau mengingat para kameo terebut tengah disiapkan instalasinya sendiri.

Kemegahan visualisasi juga terasa kurang diiringi dengan kedalaman cerita, termasuk development para karakternya. Alhasil, dengan durasi yang sesingkat itu dan konflik yang seabrek, banyak penonton jadi kurang terikat dengan ceritanya.

Namun, ini tak berarti kualitas film ini gagal secara keluruhan. Jika kamu mencari film MCU yang beda dari pada yang lain, maka inilah jawabannya.

Beberapa jumpscare yang dimiliki film ini sanggup membuatmu terhenyak, bahkan melebihi saat kamu menonton film-film horor generik yang banyak bertebaran di 2022.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
RajaBackLink.com
x