Movie

Thor Love and Thunder Review: MCU Mulai Kehilangan Arah?

Love and Thunder

SayaAjarkan – Selamat! Thor akhirnya menjadi superhero MCU pertama yang mendapatkan film keempat lewat judul Love and Thunder.

Banyak yang mengira jika posisi ini akan ditempati oleh Iron Man atau Captain America, yang bisa dibilang merupakan dua karakter paling ikonik dari jagat sinematik Marvel, yang sudah berjalan hampir 14 tahun.

Namun, dengan takdir di mana Iron Man mati dalam peristiwa Endgame. Diikuti Captain America yang memilih pensiun, harapan akan film keempat dari mereka pun pupus sudah. Setidaknya sampai saat ini.

Kembali ke soal Thor, Love and Thunder kembali dibintangi Chris Hemsworth dan disutradarai oleh Taika Waititi yang telah memegang proyek ini sejak film ketiga. Film ini juga kedatangan pemeran Batman, Christian Bale yang kini memerankan sosok villain bernama Gorr, serta Natalie Portman yang sebelumnya sempat main di film 1 dan 2 sebagai kekasih Thor, Jane Foster.

Sinopsis Thor Love and Thunder

Di tengah perjalanan healing-nya, Thor yang sedang bertualang bareng Guardians of the Galaxy dikejutkan dengan peristiwa mengerikan. Penyebabnya tak lain adalah Gorr, sosok yang dikenal sebagai pembunuh para dewa.

Mendapati info tersebut, Thor akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan para penjaga galaksi. Ia memilih kembali ke bumi untuk menyelamatkan kaum Asgard dari ancaman Gorr.

Di bumi, Thor dikagetkan dengan kehadiran Jane Foster, saat sedang bertempur melawan para pasukan Gorr.

Yang bikin Thor semakin takjub, Jane kini memiliki kekuatan yang sama dengannya. Lengkap dengan kostum Thor dan palu mjolnir yang dulu sempat hancur di tangan kakak wanitanya, Hela, dalam peristiwa Ragnarok.

Humor yang Ugal-ugalan

Ketika membaca sinopsisnya, mungkin kamu mengira kalau Love and Thunder bakal berjalan dengan lebih serius. Tidak seperti film Thor sebelumnya, Ragnarok yang memiliki porsi komedi yang cukup basar.

Well, entah kamu akan senang atau sedih mendengarnya, namun jawabannya salah. Film ini justru menduakalilipatkan porsi humornya, bahkan hingga ke ranah receh. Yang kurang tinggal efek suara tawa ala-ala sitkom.

Porsi yang terlalu besar tersebut tentu saja punya pengaruh ke filmnya. Salah satunya membuat Love and Thunder menjadi kurang berhasil untuk menyuguhkan sisi emosional yang sebenarnya punya potensi sebesar Spider-Man: No Way Home.

Selain itu, kehadiran Gorr, yang sudah diperankan sedemikian baik oleh Christian Bale juga jadi agak sia-sia. Film ini pada akhirnya terasa tumpang tindih, tanpa formula baru, dengan lelucon-lelucon garing yang bertebaran tanpa ampun. Sayang sekali.

Tapi, bukan berarti Love and Thunder adalah film gagal. Bagi kamu yang menyukai film Thor: Ragnarok, dan merasa cocok dengan sisi humornya, mungkin akan benar-benar menikmati film ini. Terlebih dengan aksi laga keren dan visual penuh warna yang memanjakan mata di sepanjang durasi.

Apakah MCU mulai kehilangan arah?

Setelah Endgame, MCU memang terasa berbeda. Film-film terbarunya kini kebanyakan cenderung lebih terang dan jenaka ketimbang pra-Endgame.

Lalu, apakah MCU mulai kehilangan arah, atau justru tengah mantap dengan arah barunya ini? Hmm, silahkan tentukan sendiri jawabannya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top