Movie

She Hulk Review: Berasa Nonton Sitkom!

She Hulk

SayaAjarkan – Sebelum membahas She Hulk, perlu kalian ketahui kalau merindukan Hulk adalah hal yang terberat bagi penonton setia jagat Marvel Cinematic Universe (MCU).

Bahkan, meski sudah disodorkan berulangkali dalam sejumlah film, rasanya belum ada yang bisa memuaskan hati. Terutama setelah MCU mencetak standar tinggi lewat penampilan buas Hulk di film The Incredible Hulk.

Sebenarnya, ketika terjadi perubahan cast, yakni dari Edward Norton ke Mark Ruffalo, makhluk hijau ini masih mampu tampil gahar, meski banyak kena suntik unsur komedi ke karakternya. Lihat saja film pertama Avengers, atau Thor: Ragnarok yang punya porsi Hulk yang cukup besar di dalam ceritanya.

Namun sayangnya, kian kemari, sosok itu semakin kehilangan jati dirinya. Ia kini hanya tampil seperti tonjokkan komedi, tanpa ada kedalaman karakter. Gerak-geriknya pun kian mirip dengan karakter Beast di series X-Men, atau The Thing di series Fantastic Four.

Sinopsis She Hulk: Attorney at Law

Serial ini menampilkan Tatiana Maslany yang berperan sebagai Jennifer Walters, sepupu dari Bruce Banner alias Hulk. Saat mengalami kecelakaan mobil bareng Bruce, Walters tak sengaja ketumpahan darah Bruce, yang mengandung radioaktif dalam ukuran sangat besar.

Untungnya, gen Bruce dalam diri Walters berhasil menyelamatkannya dari kematian, namun gen itu pula yang akhirnya memberinya akses untuk berubah menjadi Hulk.

Bedanya, jika Hulk dalam Bruce memiliki kesadaran sendiri, Hulk versi Walters tidak memiliki itu. Hal ini membuat Walters tetap sadar meski tubuhnya tengah berada dalam mode Hulk.

Kondisi ini bahkan membuatnya tetap berfungsi seperti biasanya, termasuk menjadi seorang pengacara.

Mengingatkan Kita Pada Deadpool

Ya, breaking 4th wall –ketika pemeran dalam film menyadari dan bisa berbicara kepada penonton– memang bukan punya Deadpool semata. Namun berhubung Deadpool adalah superhero yang pertama kali melakukannya di layar lebar. Alhasil apa yang She Hulk lakukan, secara tak langsung mengingatkan kita pada mutant yang tidak bisa mati itu.

Untungnya, meski sesekali menggoda penonton dengan hal itu, She Hulk tidak terlalu jor-joran memanfaatkannya.

Sebaliknya, serial ini memilih untuk tetap fokus pada ceritanya yang cukup menarik, dengan bumbu komedi ala-ala sitkom yang lumayan banyak, namun dalam porsi yang masih menyenangkan untuk ditonton.

Lalu bagaimana dengan The Hulk?

Tampil sebagai pemeran pendamping, Hulk makin terang-terangan dalam menampilkan penyatuan karakter antara sosok Hulk dengan Bruce, dengan sebutan Smart Hulk.

Seperti yang sempat kita bahas di awal, hal ini sebenarnya cukup mengecewakan, karena rasanya ingin sekali melihatnya kembali dalam versi yang ganas. Bukan sebagai profesor hijau besar yang gemesin dan gemar melucu.

Kekecewaan ini pun kian lengkap, setelah melihat Abomination. Musuh ganas Hulk di film pertama, yang kini tampil lebih ramah, dengan unsur komedi dan komikal yang besar.

Di luar itu, She-Hulk adalah tontonan segar dan ringan, yang bisa kita nikmati di waktu senggang.

Harapan penulis, dengan adanya She Hulk yang kurang lebih mewakili karakter Smart Hulk. Para eksekutif marvel akan mempertimbangkan untuk mengembalikan Hulk ke jalan yang benar. Sebagai sebuah jagoan yang ganas dan mengancam.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top