Movie

Goodnight Mommy Review: Lebih Ramah dari Versi Originalnya

Adegan di film Goodnight Mommy

SayaAjarkan – Sama sekali tidak ada urgensi, sebenarnya, untuk menggarap ulang Goodnight Mommy, film thriller psikologi rilisan 2014 yang mendebarkan dari Austria.

Namun, Hollywood akhirnya melakukannya, dengan menempatkan Naomi Watts di jajaran kast, dan Matt Sobel di bangku sutradaranya.

Sebagai catatan, ini bukan pertama kalinya Naomi Watts ambil peran di ranah daur ulang. Sebelumnya ia juga sempat tampil di film daur ulang macam The Ring (2002) dan King Kong (2005).

Kabar baiknya, seperti di dua judul lawas itu (dan sebagian besar film-film yang ia bintangi), Naomi Watts tampil dengan sangat bagus.

Sinopsis Goodnight Mommy

Goodnight Mommy bercerita tentang saudara kembar, Elias dan Lukas (Cameron dan Nicholas Crovetti) yang datang ke pedesaan untuk kembali tinggal bersama ibu mereka (Naomi Watts).

Sesampainya di sana, keduanya kaget melihat penampilan ibu mereka, di mana seluruh wajahnya tertutup oleh perban.

Sang ibu bercerita jika ia baru saja menjalani operasi kosmetik, sehingga harus memakai perban sebagai bagian dari perawatan.

Namun, dengan perlakuan sang ibu yang dari hari ke hari kian labil dan tak seperti biasanya, mereka lalu mulai curiga kepadanya. Mereka pelan-pelan sampai pada kesimpulan bahwa ibu yang ada di hadapan mereka, bukanlah ibu yang sebenarnya.

Lebih ramah ketimbang film aslinya

Perhatian: bagian ini mungkin mengandung spoiler. Hindari membawa lebih lanjut apabila kamu belum menonton filmnya.

Tak bisa dipungkiri, Goodnight Mommy versi originalnya, adalah salah satu yang terbaik, di antara film-film thriller psikologi lainnya. Namun, tingkat kesadisannya juga cukup disturbing, sehingga mungkin ada beberapa penonton yang tidak sanggup menyaksikannya.

Mungkin, sadar akan sisi itu. Goodnight Mommy versi Hollywood lantas dibuat dengan kemasan yang lebih ramah. Teori ini cukup masuk akal, jika melihat film ini dibuat untuk layanan streaming Amazon Prime, sehingga perubahannya diharapkan bisa menjangkau audiens dengan rentang usia yang lebih luas.

Namun, bisa juga semua perubahan itu muncul karena memang ingin menunjukkan sesuatu yang lebih efektif dalam menyampaikan klimaks ceritanya ke penonton. Dan setuju atau tidak, cara itu cukup berhasil.

Pada akhirnya, Goodnight Mommy sukses menghadirkan ketegangan yang intens, serta ending yang bisa bikin kita kepikiran hingga berhari-hari.

Bagi yang belum pernah menonton film aslinya, film ini layak untuk kamu saksikan. Sementara buat yang sudah, rasanya tidak perlu.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top