Movie

I Came By Review: Potensi Besar yang Disia-siakan

I Came By

Topcareer.Id – Sebelum film I Came By rilis, tema ‘keapesan akibat nyelonong ke rumah orang’ memang sudah menjadi tren.

Sejumlah judul seperti Home Alone (1990), You’re Next (2011), hingga Don’t Breathe (2016) sukses merepresentasikannya dengan baik, dan membuat tema tersebut jadi buruan para pecinta film.

I Came By yang disutradarai oleh sineas asal Inggris-Iran, Babak Anvari, juga punya amunisi yang tak kalah kuat.

Lewat naskah yang ia garap bersama Namsi Khan, film tersebut cukup sukses menarik minat penonton Netflix. Tertutama dengan hadirnya jajaran kast kuat seperti George MacKay (1917), Kelly Macdonald (Trainspotting), Hugh Bonneville (Downtown Abbey), hingga aktor pendatang baru, Percelle Ascott.

Sinopsis I Came By

I Came By bercerita tentang sepasang seniman grafiti, Jay dan Toby yang kerap menyelinap ke rumah-rumah milik para konglomerat, dan membuat grafiti yang bertuliskan ‘Saya Mampir.’

Mereka melakukannya dengan motivasi bahwa orang-orang tersebut memiliki rahasia gelap yang merugikan publik.

Suatu hari, keduanya mendapat akses untuk menyelinap ke rumah seorang hakim ternama yang baru saja memutuskan pensiun. Yang keduanya tidak tahu, aksi mereka ini akan mengantarkan keduanya pada rahasia mengerikan, yang sangat-sangat mengancam nyawa mereka.

Potensi yang Bagus, Namun Tereksekusi dengan Hambar

Tak bisa saya pungkiri, di awal hingga pertengahan, I Came By tampil dengan solid, meski terkadang teknik pengambilan gambarnya sedikit menganggu fokus.

Namun sayang, klimaks film ini seolah terbuka terlalu dini, sehingga bingung dalam menyuguhkan sisa ceritanya. Semua ini diperparah oleh pace yang lambat, dengan beberapa karakter yang entah kenapa harus dibuat bebal dan tak berdaya.

Tak heran, begitu mendekati akhir, banyak penonton yang tidak peduli lagi dengan endingnya, karena segala kesenangannya sudah terlanjur habis. Ending pun akhirnya tampil dengan terseok-seok, dengan kesimpulan yang cukup mengecewakan.

Di luar itu, para kast tampil dengan sangat baik meski harus bergulat dengan dialog yang klise dan cenderung bertele-tele. Seperti judulnya, kesenangan di film ini tak bertahan lama, hanya sekadar ‘came by’ alias mampir saja.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top