Movie

Halloween Ends Review: Ketika Michael Myers jadi Kameo di Film Sendiri!

Adegan di film Halloween Ends

SayaAjarkan – “Jadi tamu di rumah sendiri.” Sedih rasanya melihat kalimat tersebut jadi gambaran dari Halloween Ends. Film yang seharusnya menjadi klimaks terbesar dari teror mengerikan Michael Myers, yang sudah berlangsung sejak 1978.

Memang, jika melihat rentetan film yang telah ada, termasuk 4 film yang jadi timeline utama menuju film ini, wajar rasanya jika orang-orang di belakang layar memilih untuk memberi sentuhan baru. Mereka mungkin merasa jika filmnya mulai repetitif. Hanya tentang bunuh-membunuh, lalu membiarkan protagonisnya menang di akhir.

Namun, sadar atau tidak, justru di situlah pusat keseruan dari film ini. Banyak pecinta Halloween datang untuk sekadar melihat darah, dan menyaksikan bagaimana Michael Myers menghabisi korban-korbannya tanpa ampun.

Tak heran, begitu disuguhkan gebrakan baru, di mana ada peralihan fokus utama, dari Michael Myers, ke seorang pemuda berkepribadian ganda, banyak yang kesulitan menerimanya. Apalagi film sempat berjalan lama tanpa kehadiran Myers sama sekali, membuat serial killer favorit jutaan orang itu terasa jadi kameo di film sendiri.

Sedikit catatan, semua ini mungkin akan berhasil apabila cerita yang hadir terasa solid dan memberikan keterikatan untuk dirasakan penontonnya. Sayangnya, itu tidak terjadi, dan mungkin ini alasan mengapa film ini pada akhirnya menuai banyak kritik pedas.

Sinopsis Halloween Ends

Peringatan: Lanjutan review ini mungkin mengandung spoiler. Harap sikapi dengan bijak.

Tenang, jangan keburu kesal dulu. Tampil seperti kameo bukan berarti hadir dalam arti yang tidak penting.

Benang merah yang terjahit dari Halloween (1978), Halloween (2018), hingga Halloween Kills (2021), tetap terasa kuat melalui head to head antara Michael Myers dengan Laurie Strode (Jamie Lee Curtis).

Ceritanya sendiri mengisahkan tentang Laurie Strode yang kini telah menua dan menikmati kehidupan yang tenang bersama cucunya, Allyson Nelson (Andi Matichak) yang juga sudah beranjak remaja.

Suatu hari, Allyson jatuh hati dengan pemuda canggung bernama Corey Cunningham (Rohan Campbell). Meski tahu mengenai masa lalu Corey, di mana ia sempat jadi tersangka pembunuhan seorang anak kecil, namun Laurie tetap merestui hubungannya dengan Allyson.

Laurie percaya jika Corey tidaklah seburuk yang orang lain pikir. Ya… setidaknya sampai Corey mulai menunjukkan gelagat aneh, yang pelan-pelan mempertemukan Laurie dengan musuh lamanya, Michael Myers.

Klimaks yang Mantap, namun Butuh Pengorbanan saat Menontonnya

Jujur, awalnya saya sempat kaget saat tahu kalau filmnya rilis di layanan streaming, bukan di bioskop. Heran saja mengapa klimaks sebesar ini tidak mendapat tempat yang seharusnya, yakni di layar lebar, dengan puluhan mata yang terbelalak saat menyaksikannya.

Namun, setelah menontonnya, ada sedikit kelegaan bahwa film ini tayang secara streaming. Hal itu karena minimnya aksi Michael Myers, serta pembangunan cerita yang terasa begitu menguras tenaga, terutama di awal hingga pertengahan film.

Karakter Corey Cunningham yang disodorkan sebagai penghias utama di plot awal, sama sekali tidak berhasil menarik simpati. Karakternya terasa sangat dua dimensi, dengan development yang sia-sia.

Kegagalan itu jelas membuat kredibilitas Laurie dalam mendeteksi bahaya jadi meragukan. Masa sih, dia bisa sesantai itu membiarkan cucunya berpacaran (dan bahkan menjodohkannya) dengan orang sebermasalah itu.

Selain itu, pertemuan Corey dengan Michael Myers juga terasa agak dipaksakan. Semua kejanggalan itu untungnya terbayar, setelah Myers mulai mengambil alih situasi, dan plot kemudian berganti kepada pertempuran terakhir antara Myers dengan Laurie.

Halloween Ends
Halloween Ends

Dari titik itu hingga akhir. Segala keluhan rasanya berhasil sedikit tertutupi. Film ini kemudian berakhir tanpa menyisakan harapan untuk sekuel. Dan hanya mampu dilanjutkan dengan reboot atau remake, seperti yang pernah dilakukan oleh musisi Rob Zombie pada beberapa tahun lalu.

Overall, kalau menilai dari pertengahan hingga ke bagian akhir. apa yang disuguhkan sutradara David Gordon Green di Halloween Ends masih cukup berharga kok untuk kamu nikmati.

Saran saya sih, skip saja bagian awal hingga pertengahan, dan kamu akan kembali menemukan film kesayanganmu.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top