Movie

Black Adam Review: Akhirnya DCEU Bangkit!

Black Adam

SayaAjarkan – Munculnya film Black Adam agaknya boleh kita jadikan simbol bahwa kisruh di tubuh DCEU (jagat DC Comics) perlahan-lahan mulai usai.

Hal itu berbarengan dengan pupusnya kebencian tak beralasan dari para petinggi DC, terhadap sejumlah pemeran tokoh superhero utama mereka. Contohnya Henry Cavill (Super-Man) dan Ben Affleck sebagai Batman.

Ya… Harapan ini setidaknya bisa kita lihat dari mundurnya beberapa pejabat di studio tersebut, serta dipekerjakannya kembali Cavill dan Affleck untuk beraksi di instalasi-instalasi DCEU berikutnya.

Mau menelaah dari sudut pandang manapun, ini sudah pasti jadi awal yang bagus bagi eksistensi jagat ini.

Lalu, di luar kabar menyenangkan di atas, bagaimana dengan kualitas film Black Adam sendiri? Mampukah film ini menjadi titik baru kebangkitan DCEU, atau justru menambah panjang daftar film superhero yang kena cap gagal secara kualitas? Mari kita bahas bersama-sama.

Sinopsis Black Adam

Black Adam disutradarai oleh Jaume Collet-Serra dan menampilkan Dwayne ‘The Rock’ Johnson sebagai bintang utamanya.

Tampil sebagai spin-off dari film Shazam, film ini mengambil setting awal di kota Kahndaq pada masa lampau, di mana ada seorang anak bernama Teth Adam, yang sedang tersiksa bersama rakyatnya, akibat kekejaman rezim di kala itu.

Teth kemudian mendapatkan anugerah berupa kekuatan super dari Dewa. Ia lalu menggunakannya untuk membalas dendam atas semua kekejaman yang ia dan rakyat Kahndaq terima.

Malang, Teth, atau yang belakangan dikenal sebagai Black Adam, kemudian terkurung oleh kekuatan yang tak kalah kuat. Ia terjebak selama 5000 tahun lamanya.

Singkat cerita, Teth kemudian bebas, dan mencoba menerapkan caranya untuk mengatur dunia. Langkah itu membuatnya harus berhadapan dengan grup pahlawan modern Justice Society, yang beranggotakan Hawkman, Dr. Fate, Atom Smasher, dan Cyclone.

Suguhkan laga menawan meski kedodoran di cerita

Sejak rilis perdana, film Black Adam langsung babak belur dihajar ulasan para kritikus film. Beberapa dari mereka menyoroti naskah yang kedodoran, serta berbagai isu lainnya.

Padahal, jika mau sedikit mengendorkan urat, dan melepas kacamata oscar saat menontonnya, film ini nyatanya tidak seburuk itu. Black Adam tetap mampu memukau lewat suguhan CGI yang memanjakan mata, serta adegan pertarungan yang brutal dan menyenangkan.

Beberapa karakternya juga tampil loveable meski patut kita akui kurang memiliki development yang baik. Salah satunya adalah Dr. Fate (Pierce Brosnan) yang seharusnya jadi yang paling menyita perhatian.

Overall, Black Adam mungkin memang bukan film terbaik DCEU. Namun, ini adalah awal yang baik untuk instalasi-instalasi DCEU kedepan, yang kita harapkan akan tampil jauh lebih terarah.

Lagipula, kalau boleh jujur. Film ini masih jauh lebih baik ketimbang beberapa film superhero yang tayang di 2022. Saya yakin, kamu pasti bisa mengurutkan judulnya satu persatu.

Black Adam saat ini sedang tayang di Bioskop.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top