Movie

M3GAN Review: Chucky Kalah Keren!

Adegan di film M3GAN

SayaAjarkan – Jujur, sulit rasanya untuk menutup mata dan pura-pura tidak tahu kalau film M3GAN memiliki inti plot yang mirip betul dengan reboot boneka setan Chucky bertajuk Child’s Play yang rilis pada 2019 lalu.

Ya! Berbeda dengan film-film Chucky sebelumnya, Child’s Play tak lagi mengangkat kisah mengenai arwah penjahat yang masuk ke dalam boneka dan kemudian mencari sosok anak kecil untuk dijadikan pengganti tubuhnya.

Film itu lebih memilih menceritakan tentang robot boneka berteknologi A.I (Artificial Intelligence), yang berfungsi sebagai mainan sekaligus sahabat dan teman bermain anak-anak.

Lambat laun, Chucky mulai memiliki kesadaran. Program untuk melindungi tuannya, yang dalam hal ini adalah Andy (pemilik Chucky), pelan-pelan berubah menjadi obsesi yang mengerikan.

Chucky tak segan mencekik kucing peliharaan yang mencakar Andi. Ia juga mulai mendalami cara membunuh, sekaligus mempelajari mimik jahat, usai ikut menonton film thriller The Texas Chainsaw Massacre 2 bersama Andy dan kawan-kawannya.

Intinya, dari yang tadinya lucu dan menggemaskan, Chucky akhirnya berubah menjadi robot pembunuh untuk orang-orang di sekeliling Andy.

Adegan di film Child’s Play

Nah…. Dari sini, pasti sudah mulai merasakan kemiripan film Child’s Play dengan M3GAN bukan? Lalu, hal baru apa yang M3GAN coba tawarkan, selain bentuknya yang menyerupai wanita?

Sinopsis M3GAN

Berdasarkan cerita karangan Akela Cooper (Malignant) dan James Wan (Insidious, The Conjuring), M3GAN bercerita tentang seorang gadis muda bernama Cady (Violet McGraw) yang baru saja kehilangan ayah-ibunya dalam kecelakaan mobil.

Cady kemudian tinggal bersama bibinya, Gemma (Alison Williams) yang bekerja sebagai ilmuwan robot untuk perusahaan mainan bernama Funki. Kala itu, Gemma sedang pusing menyiapkan sebuah mainan berteknologi A.I yang nantinya bisa berfungsi sebagai sahabat anak-anak.

Sadar jika Cady membutuhkan teman untuk berbagi kesedihannya, Gemma lalu menciptakan sebuah robot boneka bernama M3GAN.

Selain bisa menjadi hiburan untuk Cady, Gemma beranggapan jika kebahagiaan Cady bisa menjadi bukti bahwa M3GAN dapat menjadi teman yang baik, dan layak diproduksi luas untuk anak-anak di seluruh dunia.

Sayangnya, seperti Chucky, M3GAN perlahan-lahan mulai lepas kendali dalam tugasnya. Ia bahkan berani menyakiti siapapun yang berani mengganggu Cady, termasuk Gemma.

Lebih keren dan seru

Meski memiliki kemiripan dengan Child’s Play, namun M3GAN lebih unggul dalam hal cerita, dan juga eksekusinya.

Naskah yang terancang dengan baik di tangan Akela Cooper, serta kepandaian sutradara Gerard Johnstone dalam mengeksekusi ceritanya, membuat film ini jadi terasa lebih solid, dari awal hingga akhir cerita. Tak ada sub plot-sub plot dan jumpscare yang tak perlu, sehingga fokus cerita terjaga dengan baik.

Pada akhirnya, M3GAN adalah salah satu thriller yang berhasil menggebrak di 2023. Sebuah kredit besar juga patut kita berikan kepada Akela Cooper, atas penulisan naskah yang prima di film ini.

Jujur saja, jika melihat sepak terjangnya ke lima tahun belakang lewat karya-karyanya seperti Hell Fest (2018) serta Malignant di tahun 2021, rasanya film The Nun 2 yang naskahnya tengah dikerjakan olehnya, jadi terasa sangat menggiurkan.

Kita jadi tak peduli bagaimana film The Nun pertama, yang kala itu ditulis oleh Gary Dauberman (Annabelle, IT), berakhir sangat-sangat mengecewakan.

Ya, Akela Cooper sekeren itu.

M3GAN saat ini sedang tayang di bioskop.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top