Health

Stunting: Mengenal Gejala dan Pencegahannya

Stunting

Sayaajarkan –Apakah di antara kita pernah dengar kata stunting? Sebenarnya itu apa sih?

Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan dan berat badan seseorang jauh lebih kecil dari berat badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

Lalu bagaimana kita tahu kalau anak kita stunting? Balita pendek atau stunting bisa diketahui bila seorang balita sudah diukur panjang atau tinggi badannya, lalu dibandingkan dengan standar, dan hasil pengukurannya ini berada pada kisaran di bawah normal.

Untuk itu kita perlu memantau berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak untuk dicatat di tiap bulannya. Lihat pertumbuhan kurvanya. Jika tinggi dan berat badannya sudah dibawah kurva dalam kurun waktu berbulan-bulan, maka kita perlu waspada. Konsultasikan ke dokter anak terkait ini.

Seorang anak termasuk dalam stunting atau tidak ini tergantung dari hasil pengukuran tersebut. Jadi tidak bisa hanya dikira-kira atau ditebak saja tanpa pengukuran.

Gejala Stunting yang Perlu Diketahui

Pada umumnya, gejala stunting dapat terlihat dari proporsi tubuh anak yang sepertinya normal namun terlihat kecil untuk usianya; terlihat chubby (proporsi massa lemak dan tinggi badan tidak tepat); serta pertumbuhan tulang yang tertunda.

Selain itu, kondisi ini juga dapat dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang; serta prestasi sekolah yang buruk.

Untuk penanganannya, bagi anak yang stunting bisa menerima tambahan nutrisi yang dibutuhkan untuk tulang dan jaringan tubuh. Tapi nutrisi tertentu harus diberikan sesuai dengan pola makan anak.

Penelitian yang diterbitkan The Journal of Nutrition menunjukan setelah mengejar ketertinggalan gizi, anak yang pertumbuhannya stunting memiliki skor tes kognitif mirip dengan anak yang tidak stunting.

Penuhi kebutuhan gizi anak supaya mereka bisa tumbuh kembang dengan baik. Credit photo: star2.com

Penuhi Kebutuhan Gizi

Kalori

Pertumbuhan membutuhkan energi, ini sebabnya anak yang berat badannya kurang membutuhkan tambahan kalori untuk mengejar ketertinggalannya. Adapun tambahan kalori pastikan berasal dari gabungan karbohidrat, protein, dan lemak.

Tambahan kalori sesuai rekomendasi dokter juga bisa membantu pola pertumbuhan anak kembali ke yang seharusnya.

Zat besi

Selama pertumbuhan, tubuh sangat bergantung pada zat besi, yang membantu mengalirkan oksigen ke sel tubuh. Sebuah tulisan di Canadian Medical Association Journal menunjukkan peningkatan asupan zat besi, baik melalui makanan dan suplemen nutrisi, bisa mendorong pertumbuhan pada anak yang kekurangan zat besi.

Makanan kaya zat besi antara lain daging, makanan laut, kacang-kacangan, sereal fortifikasi, dan sayuran berwarna hijau gelap.

Zinc

Peningkatan asupan zinc bisa membantu berat badan yang kurang. Daging sapi, bayam, serta udang jadi sumber zinc yang baik.

Vitamin D

Vitamin D penting untuk penyerapan kalsium tubuh. Vitamin dari sinar matahari mendorong pembentukan dan pertumbuhan tulang yang sehat. Kita bisa membantu anak mendapat vitamin D yang dibutuhkan dengan meningkatkan waktu bermain di luar ruangan lebih banyak, dan memberikan makanan kaya vitamin D seperti produk susu dan jamur serta suplemen bila dibutuhkan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
RajaBackLink.com
x