Health

Vaksin Covid-19: Ini Dampaknya pada Tubuh Kamu!

Ilustrasi Vaksin Covid-19. Sumber foto: Getty Images

Sayaajarkan – Vaksin Covid-19 muncul sebagai salah satu solusi di tengah pandemi virus corona yang belum kunjung usai.

Namun, meski proses vaksinasinya sendiri sudah mulai berlangsung, masih banyak pihak yang merasa ragu dan takut untuk menyuntikkan vaksin ke tubuh mereka.

Alasannya macam-macam, mulai dari adanya misinformasi akibat maraknya berita hoaks yang beredar, hingga keraguan terkait produk vaksinnya.

Nah, supaya kamu tidak ikut-ikutan ragu, Saya Ajarkan akan coba menjelaskan cara kerja vaksin. Simak detailnya di bawah ini ya:

Cara Vaksin Covid-19 Bekerja

Lupakan hoaks-hoaks menyeramkan tentang vaksin. Maksud utama dari vaksinasi Covid-19 adalah agar tubuh kita memperoleh antibodi yang mampu melawan Covid-19, tanpa perlu tertular.

CDC mengungkapkan, tubuh manusia sendiri memiliki Limfosit T dan Limfosit B. Keduanya punya banyak fungsi, salah satunya untuk mengatasi serangan virus.

Singkatnya, ketika tubuh berhasil mengalahkan infeksi, sistem kekebalan tubuh akan mengingat cara untuk mengatasi apabila terjadi infeksi serupa.

Tubuh lalu menyimpan beberapa limfosit-T, yang biasa disebut sel memori, yang bakal bekerja dengan cepat jika tubuh bertemu kembali dengan virus yang sama. 

Sama halnya ketika kita memasukkan vaksin Covid-19 ke dalam tubuh. Tubuh kita akan berkenalan dengan virus corona penyebab Covid-19.

Alhasil, saat kelak Covid-19 kembali terdeteksi, limfosit-B akan langsung menghasilkan antibodi untuk menyerang mereka.

risiko hidup tanpa vaksin
Dengan vaksin, tubuh pun semakin terlindungi dari virus corona.

Apakah berbahaya bagi tubuh?

Tenang saja, virus yang ada di vaksin Covid-19 adalah virus yang sudah mati. Jadi tidak berbahaya bagi tubuh.

Selain itu, penyedia vaksin juga baru boleh melakukan produksi secara massal apabila sudah memenuhi beberapa syarat utama yakni keamanan, keefektivan, kestabilan, serta keefisienan dalam hal biaya.

“Setelah dinyatakan aman, (lalu) dipakai oleh masyarakat luas di bawah monitoring. Kalau negara kita di bawah BPOM. Karena satu saja ada temuan efek samping yang tidak diinginkan, itu bisa ditarik dan biasanya itu ketahuan di fase awal,” ungkap dokter spesialis anak, Windhi Kresnawati, seperti dikutip dari laman covid19.go.id.

Lalu, mengapa masih ada yang tertular Covid-19 meski sudah vaksin?

Seperti yang sudah Saya Ajarkan di atas, tubuh membutuhkan waktu hingga beberapa minggu untuk memproduksi limfosit-T dan limfosit-B setelah vaksinasi.

Pfizer-BioNTech dan Moderna contohnya. Dua vaksin ini mengharuskan penggunanya mendapat suntikan kedua, beberapa minggu setelah yang pertama, supaya mendapat efektivitas penuh.

Itu mengapa, usai mendapat suntikan pertama, kita masih harus tetap menggunakan masker dan menjaga jarak karena kekebalan yang kita miliki belum terbentuk dengan sempurna.

Jadi, mulai sekarang, tak perlu takut lagi dengan vaksin ya. Yang terpenting, teruslah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan agar virus corona tak berani mendekati kita.

Sumber:
-https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/how-they-work.html
-https://covid19.go.id/berita/yuk-cek-fakta-seputar-mitos-vaksin

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top