Health

Ini Bahaya Empty Sella Syndrome, Penyakit Langka yang Menyerang Ruben Onsu

Ilustrasi Empty Sella Syndrome. Dok/Slashgear

SayaAjarkan – Presenter asal Tanah Air, Ruben Onsu belum lama ini membeberkan detail penyakitnya, di mana ia terkena Empty Sella Syndrome (ESS).

Alhasil, publik yang terkejut pun kemudian ramai-ramai mencari tahu tentang detail penyakit langka ini, termasuk soal bahayanya bagi kesehatan dan kelangsungan hidup.

Nah, lalu apa sih sebenarnya Empty Sella Syndrome? Dan seperti apa gejalanya? Berikut rangkumannya.

Mengenal Empty Sella Syndrome

ESS merupakan penyakit yang menyerang otak bagian Sella, sebuah ruang di dasar otak yang merupakan tempat kelenjar pituitari.

Pituitari sendiri adalah kelenjar kecil yang terletak tepat di bawah otak, yang terlindung di dalam kompartemen tulang seperti pelana di dasar tengkorak. Nah, kompartemen inilah yang bernama Sella.

Kelenjar pituitari berfungsi membuat beberapa hormon yang mengontrol kelenjar dan hormon lain dalam tubuh, termasuk:

  • Kelenjar adrenal
  • Hormon hati yang berhubungan dengan pertumbuhan (faktor pertumbuhan seperti insulin-1)
  • Ovarium
  • Testis
  • Tiroid

Masalah dengan kelenjar pituitari dapat menyebabkan gangguan pada hormon dan kelenjar yang disebutkan di atas.

Selain itu, ketika kelenjar pituitari menyusut atau menjadi rata, maka kelenjar tersebut tidak dapat dilihat lagi oleh pemindaian MRI. Hal itu yang membuat area kelenjar pituitari tersebut tampak seperti empty sella atau “sella kosong,” meski sebenarnya tidak.

Umumnya, area tersebut terisi cairan serebrospinal (CSF), sebuah cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Dengan adanya Empty Sella Syndrome, CSF akan bocor dan memberi tekanan pada pituitari, yang menyebabkan kelenjar menyusut atau rata.

Untuk ESS sendiri, terdapat dua jenis yakni primer, di mana kelenjar pituitari mengecil tanpa diketahui penyebabnya; serta sekunder, yakni kondisi di mana hal itu terjadi akibat tumor, terapi radiasi, operasi, hingga trauma.

Khusus ESS Primer, biasanya terjadi pada wanita yang memiliki masalah obesitas dan hipertensi.

Berbahayakah Penyakit Empty Sella Syndrome?

Empty Sella Syndrome Sindrom tidak menyebabkan masalah kesehatan, dan tidak mempengaruhi harapan hidup.

Seringkali, penyakit ini juga tidak menimbulkan gejala atau hilangnya fungsi pituitari. Kalaupun ada, akan mencakup beberapa hal seperti:

  • Masalah ereksi
  • Sakit kepala
  • Menstruasi tidak teratur
  • Penurunan atau tidak ada keinginan untuk berhubungan seks (libido rendah)
  • Kelelahan, energi rendah
  • Keluarnya susu dari puting

Saat pemeriksaan, penyedia layanan kesehatan dapat melakukan tes untuk memastikan kelenjar pituitari bekerja secara normal.

Dan terkadang, tes untuk tekanan tinggi di otak akan dilakukan, seperti:

  • Pemeriksaan retina oleh dokter mata
  • Pungsi lumbal (spinal tap)

Pengobatan

Untuk primer:

Untuk jenis primer, biasanya tidak ada pengobatan jika fungsi pituitari normal. Obat-obatan dapat diresepkan untuk mengobati kadar hormon yang tidak normal.

Untuk sekunder:

Pengobatan akan melibatkan penggantian hormon yang hilang. Dalam beberapa kasus, perlu adanya pembedahan untuk memperbaiki sella, untuk mencegah CSF bocor ke hidung dan sinus.

Kemungkinan Komplikasi

Pada jenis primer, komplikasi termasuk tingkat prolaktin yang sedikit lebih tinggi dari normal. Ini adalah hormon hasil kinerja kelenjar pituitari, yang merangsang perkembangan payudara dan produksi ASI pada wanita.

Untuk sekunder, biasanya berhubungan dengan penyebab penyakit kelenjar pituitari atau efek dari terlalu sedikit hormon hipofisis (hipopituitarisme).

Kapan Harus Menghubungi Profesional Medis?

Segera hubungi dokter jika kamu mengalami gejala fungsi pituitari abnormal, seperti masalah siklus menstruasi atau impotensi.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
RajaBackLink.com
x