Food

10 Fakta Seru soal Kopi Arabika

Kopi Arabika. Dok/Pixabay

SayaAjarkan – Jika Kamu seorang pecinta kopi, entah Arabika atau Robusta, sepertinya tidak ada ruginya untuk memperluas pengetahuan kamu tentang kopi.

Apalagi banyak yang bilang, mengetahui beberapa fakta menarik dari apa yang kita makan atau minum, akan menambah kenikmatan tatkala mengonsumsinya.

Nah, kembali ke soal kopi, ada dua jenis yang populer, yakni Arabika dan Robusta.

Namun, dibanding Robusta, Arabika cenderung lebih populer karena memiliki lebih banyak rasa.

Berikut beberapa fakta menarik tentang kopi, yang dapat membuat kamu semakin ketagihan terhadapnya.

Fakta-fakta seru soal Kopi Arabika

Tanaman Rubiaceae
Kopi merupakan tumbuhan berbunga yang bijinya digunakan untuk membuat kopi, yang umumnya berasal dari Afrika selatan dan Asia tropis.

Ini termasuk dalam Rubiaceae, yaitu keluarga tumbuhan berbunga yang banyak orang sebut sebagai keluarga kopi, madder atau bedstraw.

Tumbuhan kopi adalah pohon terestrial, semak, yang tumbuhannya dapat kita kenali dari bentuk daun yang berseberangan secara interpetiolar.

Rubiaceae sendiri merupakan keluarga tumbuhan, tetapi Coffea adalah genusnya.

Ceri
Buah dari tanaman kopi, bernama ceri. Ceri adalah buah oranye atau merah yang dapat kita makan, yang terlihat mirip dengan buah berbiji, atau buah batu.

Ada lima bagian utama ceri:

  • Kulit luar: selaput luar tebal yang mirip dengan kulit anggur
  • Lendir: bagian lembek antara kulit luar dan lubang
  • Kulit perkamen: kulit biji ceri kopi
  • Kulit perak: kulit di antara lambung dan biji
  • Kacang: biji seperti lubang di tengah buah

Satu-satunya bagian yang benar-benar diperlukan untuk membuat kopi adalah bijinya.

Biji
Ada beberapa spesies kopi yang bisa ditanam untuk bijinya. Dua yang paling populer adalah biji Arabika dan biji Canephora (Robusta).

Biji Arabika cenderung paling umum digunakan, tetapi juga lebih mahal karena kualitasnya yang tinggi.

Biji Arabika cenderung memiliki kualitas yang lebih tinggi daripada biji kopi lainnya. Arabika cenderung lebih aromatik, memiliki rasa yang lebih enak, dan seringkali menjadi pilihan pertama dalam industri kopi spesial.

Spesies ini awalnya berasal dari hutan Ethiopia. Arabika diyakini sebagai spesies kopi pertama yang dibudidayakan. Tumbuhan liarnya dapat tumbuh hingga setinggi 12 meter.

Informasi bagi yang Ingin Menanam Kopi

Kondisi tumbuh
Memiliki kondisi pertumbuhan yang tepat, penting untuk mendapatkan hasil terbaik dari tanaman kopi.

Beberapa kondisi yang baik antara lain:

  • Tanah berbukit
  • Ada naungan
  • Kabut alami
  • Berawan

Keberadaan naungan terbilang penting, karena memberikan suhu yang merata dan mengurangi gulma.

Sementara penutup daun dari kanopi, bermanfaat sebagai mulsa, sekaligus memberikan perlindungan dari angin.

Perlu kita ketahui, banyak dari kondisi pertumbuhan ini sulit untuk kita tiru sendiri. Jadi jika berencana menanam tanaman kopi sendiri, menggunakan rumah kaca mungkin merupakan cara terbaik.

Hasil
Tanaman kopi rata-rata panennya tahunan dengan hampir 4.000 buah kopi, yang bisa kita olah menjadi kopi seberat 900 gram.

Itu berarti untuk mendapatkan kopi yang cukup untuk dua cangkir sehari selama satu tahun, kita hanya membutuhkan sekitar 18 pohon kopi.

Waktu Panen
Waktu terbaik, adalah saat buahnya berair dan manis. Jika buah kita petik saat masih hijau, maka kopi akan terasa asam dan encer.

Di sisi lain, jika buahnya terlalu matang, maka bijinya bisa rusak dan mulai berfermentasi. Jadi kita harus mengawasi tanaman dengan teliti, untuk mengetahui kapan buah siap dipanen.

Cara Panen
Bahkan pada kebun yang sama, buah kopi bisa matang pada waktu yang berbeda. Ini berarti bahwa cara terbaik yang bisa kita lakukan, adalah memilih satu per satu.

Metode pemanenan ini namanya pemetikan selektif, yang pada akhirnya memaksimalkan jumlah kopi matang yang kita panen.

Perawatan
Kecuali kita tinggal di daerah asalnya, kemungkinan cuaca akan terlalu fluktuatif atau terlalu dingin untuk memungkinkan pohon kopi berkembang.

Ini berarti, kita perlu menanam tanaman di dalam ruangan atau di rumah kaca. Tanaman kopi dapat hidup dengan baik di bawah pencahayaan tanaman buatan.

Untuk menjaganya tetap sehat, kita perlu menyirami pohon atau semak dua kali seminggu, dengan metode penyiraman penuh dan setengah penyiraman.

Panen Pertama
Sebagian besar tanaman membutuhkan waktu empat hingga lima tahun. Setelah itu, tanaman kopi akan berbuah selama kurang lebih 25 tahun, jika kita rawat dengan baik.

Nah, bagaimana, menarik bukan? Yuk seruput lagi kopinya, sambil mulai membayangkan serunya jadi petani kopi.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top