Info Feed

Ngantuk Saat Mengemudi: Antara Mitos dan Fakta

Mitos dan fakta soal ngantuk saat mengemudi. Credit Photo: Universal Pictures

Sayaajarkan – Ngantuk saat mengemudi jelas berbahaya karena kewaspadaan si pengemudi jadi menurun. Ketika terjadi sesuatu gerak refleksnya pun lamban. Bila sudah begitu kecelakaan yang mengancam nyawanya atau nyawa orang lain sulit dihindari.

Kondisi ngantuk saat mengemudi dianggap sama berbahayanya dengan menyetir saat mabuk. Malah bisa lebih berbahaya karena banyak orang menganggap mengantuk bukanlah kelemahan maupun perbuatan melawan hukum. Menurut data Polda Metro Jaya, jumlah kecelakaan akibat pengemudi mengantuk jauh lebih tinggi dibandingkan pengemudi yang mabuk.

Padahal, misalkan kamu menyetir delapan jam non-stop berisiko mengalami kecelakaan dua kali lipat, lho. Soalnya kondisi tubuh kurang tidur seperti itu sama dengan memiliki kadar alkohol dalam darah sebesar 0,05 persen.

Mitos dan fakta soal gantuk saat mengemudi

Tahukah kamu, kondisi tubuh kurang tidur sama dengan memiliki kadar alkohol dalam darah sebesar 0,05 persen. Credit Photo: CNN.com

Begitu kantuk menyerang, seringkali orang lantas mengatasinya dengan minum kopi, minuman berkafein lain, atau minuman berenergi. Memang jadi bersemangat dan kantuknya hilang. Tapi tetap tak ada yang bisa gantikan tidur. Dengan hutang tidur yang tinggi, begitu efek kafein menurun atau hilang dari darah, ngantuk dan rasa capek luar biasa mulai terasa.

Masalahnya, banyak orang yang masih percaya mitos-mitos berikut menyangkut mengalahkan rasa kantuk ketika mengemudi. Termasuk soal kafein tadi. Lalu, apa saja mitos-mitos itu, dan bagaimana pula fakta sebenarnya, sini saya ajarkan.

Mitos dan fakta soal ngantuk saat mengemudi

Gak semua mitos yang kamu dengan itu benar. Salah-salah, ngantuk saat mengemudi kamu malah makin parah Credit Photo: Carmater.com

Mitos: Lebih aman mengemudi malam hari agar terhindar dari kemacetan di siang hari.
Fakta: kalau menyetir saat kamu seharusnya tidur, maka kamu akan lebih sulit lagi untuk tetap terjaga. Ini karena ritme carcadian (jam biologis) alami tubuh.

Mitos: Lebih baik mulai perjalanan jarak jauh dengan menyetir mobil setelah pulang kantor.
Fakta: Sebaliknya, justru saat itulah yang paling buruk untuk mulai perjalanan. Setelah seharian memeras tenaga dan pikiran di kantor, kamu pasti kecapekan, meski belum tentu merasa seperti itu. Yang paling aman, tidur dulu malam itu (sekitar tujuh sampai delapan jam tanpa gangguan), baru mulai perjalanan esok harinya.

Mitos: Menyetel musik keras-keras akan membuat mata kamu melek.
Fakta: Untuk sesaat iya, tapi lama-lama, musik yang terlalu keras malah bisa mengganggu perhatian kamu ke jalan selama mengemudi.

Mitos: Meneguk kopi atau minuman berkafein lain membuat kamu terjaga.
Fakta: Kafein hanya solusi sesaat. Semakin sering kamu meminumnya, efeknya juga semakin berkurang. Jalan satu-satunya, tidur.

Mitos: Membuka jendela mobil dan menghirup udara segar dapat mengusir rasa kantuk.
Fakta: Ini bisa menyegarkan kondisi kamu untuk sementara. Namun jika memang kelelahan, kamu harus beristirahat.

Mitos dan fakta soal gantuk saat mengemudi

Jika anda ngantuk saat mengemudi. Segeralah parkirkan mobil anda di tempat yang aman dan istirahatlah di sana. Credit Photo: Okezone.com

Nah, itulah tadi deretan mitos dan fakta tentang ngantuk saat mengemudi. Jangan keliru dalam mengambil langkah ya. Utamakan keselamatan saat berkendara.**

Disarikan dari Reader’s Digest Indonesia, Maret 2008.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
RajaBackLink.com
x