Info Feed

Asbes: Pertimbangkan Bahayanya Sebelum Membeli

Bahaya asbes. Credit Photo: aic.org.uk

Sayaajarkan – Hingga saat ini penggunaan asbes atau asbestos masih marak di Indonesia. Namanya sendiri bersumber dari kelompok enam mineral berserat (amosite, chrysotile, crocidolite, tremolite, actinolite, dan anthophyllite) yang ada secara alami di lingkungan.

Mineral asbestos terdiri dari serat tipis dan terpisah yang memiliki susunan paralel. Seratnya tidak memiliki bau ataupun rasa yang dapat dideteksi. Selain itu, asbes juga tidak larut dalam air atau menguap dan tahan terhadap panas, api, kimia dan degradasi biologis sehingga sangat cocok digunakan sebagai atap.

Banyak penggunanya berasal dari masyarakat ekonomi menengah kebawah di negara berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan hasil laporan BPS tahun 2015, sekitar 9,08% atau sekitar 24 juta rumah tangga di Indonesia masih menggunakannya sebagai atap.

Alasan utama adalah harga yang murah dan kuat. Industri atap asbestos mempromosikan produknya sebagai produk yang murah, efisien, kuat dan tahan lama karena tahan terhadap panas dan degradasi biologis, namun, jika digunakan lebih dari lima tahun, sifatnya menjadi lebih rapuh sehingga partikel lebih mudah lepas dan berisiko menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

Bahaya asbes

Meski murah dan praktis. Ada bahaya terselubung dari asbestos yang perlu diwaspadai. Credit Photo: www.townsvilleasbestos.com.au

Bahaya yang perlu dipertimbangkan

Jika dilihat dari sisi kesehatan, pemakaian jangka panjang menimbulkan penyakit asbestosis bahkan kanker paru-paru. Penyakit yang ditimbulkan cenderung tidak tampak. Serat asbestos yang dihirup akan menyebabkan penyakit paru-paru asbestosis. Seratnya merangsang paru-paru dan menetap di antara pleura (membran tipis yang membungkus paru-paru) dan dinding bagian dalam rongga dada.

Gejala utama yang mula-mula tampak ialah sesak napas ketika orang yang bersangkutan mengawali pernapasan dengan menghirup udara dalam-dalam. Tetapi gejala itu kemudian meningkat menjadi keluhan sulit bernapas. Sayangnya sampai saat ini tidak ada obat yang efektif untuk menyembuhkan asbestosis. Inilah yang membuat kondisi penderita pelan-pelan makin buruk, sampai akhirnya meninggal karena gagal paru-paru.

Penyakit yang lebih parah ialah timbulnya tumor mesothelioma berasal dari mesotel (lapisan sel gepeng) yang meliputi permukaan bagian dalam rongga badan. Beberapa bagiannya mengandung sel seperti sarkoma (jaringan sel yang terkumpul mampat) yang ganas. Dalam 80-85 persen kasus, tumor ini ditimbulkan oleh paparan asbes. Jika tumor itu berkembang, timbullah kanker paru-paru. Gejalanya mulai batuk kronis, penurunan bobot badan, susah bernapas, batuk darah, sakit dada, dan sesak napas.

Bahaya asbes

Selain lebih hemat, genteng juga jauh lebih aman ketimbang asbes. Credit Photo: Specindo.com

Solusi

Salah satu solusi adalah dengan mengganti bahan atap menggunakan genteng plentong bulat.

Untuk atap rumah standar dengan ukuran 90 m2 dengan dua sisi atap, maka total luas atap menjadi 180 m2. Jenis genteng ini membutuhkan 25 buah untuk 1 m2nya. Sehingga jumlah genteng yang dibutuhkan sebanyak 4500 buah. Harga satu buah genteng plentong adalah Rp. 1.600. Maka total dana yang dibutuhkan adalah Rp.7.200.000 . Anjuran penggantian atap dilakukan setelah 10 tahun.

Sementara asbes membutuhkan dana sekitar Rp.4.500.000 untuk satu rumah dengan anjuran penggantian 5 tahun sekali. Maka dalam kurun waktu 10 tahun penggunaan genteng plentong bulat dikatakan lebih hemat Rp.1.800.000 dibandingkan penggunaan asbes.

Genteng ini menjadi salah satu bahan alternatif yang ditawarkan sebagai bahan penyusun atap karena selain lebih hemat, bahan ini juga lebih aman dari sisi kesehatan penggunanya. Namun jika dirasa bahan alternatif ini tidak lebih memuaskan, maka dapat dibiasakan untuk melakukan penggantian atap asbes dalam kurun waktu lima tahun sekali demi melindungi kerabat dekat, keluarga, serta buah hati kita dari dampak kesehatan yang berbahaya.

Penulis:

1. Fauzan Rachmatullah
2. Muhammad Iqbal
3. Sulthana Khansa

 

Referensi:
http://imagebali.net/detail-artikel/971- mengurangi-dampak- negatif-asbes.php
https://www.atsdr.cdc.gov/toxprofiles/tp61.pdf
https://health.detik.com/read/2010/01/29/083042/1288695/766/bahaya-atap- rumah-dari- asbes
https://www.kompasiana.com/sang_surya/55-negara- larang-
penggunaan-asbes- bagaimana-dengan- indonesia_57d0122240afbdff6baa0045 http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/11/asbes-ancaman- serius-bagi-
https://nasional.tempo.co/read/894608/ahli-kesehatan- kanada-minta-
indonesia-melarang- penggunaan-asbes

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top