Info Feed

TAHUKAH KAMU: Sejarah Terbentuknya PSI

PSI

Sayaajarkan – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah partai politik baru yang didirikan pasca Pemilu tahun 2014. Partai ini diketuai oleh mantan presenter berita Grace Natalie. Partai ini cenderung mengambil target partisipan kalangan anak muda, perempuan dan lintas agama.

Dari obrolan santai lima anak muda di sebuah kafe di bilangan Jakarta Selatan pada akhir 2014 cikal bakal Partai Solidaritas Indonesia terbentuk.

Keinginan mendirikan sebuah partai politik tentu tidak begitu saja terjadi. Hal yang mendasari PSI didirikan adalah penilaian bahwa tidak adanya reformasi yang berjalan dalam Partai Politik disaat lembaga lain melakukan pembenahan.

Sebab, PSI memandang dalam 19 tahun pasca-reformasi 1998, Partai Politik masih melulu menggunakan cara lama. Dari mulai mahar, politik transaksional dan tidak terlihatnya pengkaderan yang berkualitas dari partai-partai ini. Sehingga produk yang dihasilkan begitu-begitu saja

Visi dan Misi PSI

PSI memiliki cita-cita mengembalikan politik ke tempat yang terhormat. Karenanya partai ini dilahirkan dari kesadaran bahwa politik adalah sebuah tugas mulia untuk mewujudkan kebahagiaan bagi semua orang.

Visi Partai Solidaritas Indonesia

Indonesia yang berkarakter kerakyatan, berkemanusiaan, berkeragaman, berkeadilan, berkemajuan dan bermartabat.

Misi Partai Solidaritas Indonesia

Menggalang kekuatan nasional melalui sebuah kepemimpinan politik yang ideologis, terorganisir, dan terstruktur.

Menggalang perjuangan politik dengan nilai solidaritas nasional melanjutkan agenda reformasi dan demokratisasi.

Membangun kembali semangat republikanisme, merajut kembali rasa kebangsaan yang terserak, menanam kembali benih-benih idealisme, mendirikan kembali benteng-benteng kebhinekaan dan membangun kembali pondasi gotong royong.

Mendorong martabat Indonesia dalam pergaulan internasional, sesuai prinsip politik bebas aktif dengan melihat kondisi geopolitik internasional yang sedang berkembang.

Grace Natalie, ketua umum PSI. Credit photo: Asumsi
Grace Natalie, ketua umum Partai Solidaritas Indonesia. Credit photo: Asumsi

PSI Dalam Pemilu Legislatif 2019

Sebagai Partai Baru, Partai Solidaritas Indonesia tidak tersandera dengan kepentingan politik lama, klientalisme, rekam jejak yang buruk, beban sejarah dan citra yang buruk terhadap partai politik sebelumnya.

PSI optimis mampu berkompetisi dan meraih 20 persen suara pada Pemilu 2019. Modal di pesta demokrasi lima tahunan tersebut adalah dengan menawarkan ide dan gagasan baru yang bisa diterima semua segmen konstituen, terutama pemilih muda.

Ide dan gagasan tersebut di antaranya, calon legislator, kader hingga pengurus PSI, mulai tingkat kecamatan hingga nasional dipastikan adalah orang baru di dunia politik dan berusia maksimal 45 tahun. Partai ini mempunyai aturan tertulis, pengurus partainya bukanlah bekas pengurus parpol lain atau “kutu loncat”.

PSI menilai potensi anak muda milenial saat ini sangat luar biasa ketika berbicara mengenai politik. Tidak sedikit dari mereka yang ikut dalam sebuah pergerakan, baik dalam dunia nyata, maupun gerakan di dunia maya.

Karenanya, PSI mengambil kesempatan dengan mengakomodir kepentingan dan gerakan anak-anak muda yang kreatif dan penuh optimisme. PSI akan berusaha mengkomodir gerakan kelompok anak muda menjadi sebuah kebijakan, bukan kegiatan rutin atau seremonial.

Selain berkonsentrasi pada anak muda, PSI juga memberikan porsi yang besar pada perempuan, sehingga gerakan politiknya tidak hanya sekedar memenuhi syarat 30% persen perempuan, tapi juga seluruh keputusan politiknya diambil melalui keterlibatan aktif perempuan di dalamnya.

Selain itu, penjaringan terhadap calegnya melibatkan tim independen dengan kriteria khusus. Dimana Ini pertama sepanjang sejarah politik Inodonesia partai tidak lagi memonopoli ‘kebenaran’, tapi melibatkan partisipasi publik dan dipropses dengan transparan.

Partai yang membawa platform tentang solidaritas, pluralitas beragama, suku, dan bangsa ini berkomitmen tidak mau bertumpu kepada seorang tokoh untuk mengangkat nama partai, hal ini untuk menghindarkan timbulnya oligarki dan politik dinasti di dalam partai ini.

Partai Solidaritasi Indonesia juga mengklaim transparansi dalam sumbangan finansial, khususnya memisahkan pengaruh bisnis dari operasional partai.

Mampukah politik gaya baru PSI meluluhkan dan merebut hati rakyat indonesia di 17 April 2019 mendatang?

Sumber:

— https://www.satukanindonesia.com/2018/partai-solidaritas-indonesia-psi/
— https://psi.id/
— http://www.tribunnews.com/nasional/2018/02/25/pembentukan-partai-psi-berawal-dari-obrolan-di-kafe?page=4

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top
RajaBackLink.com
x