Info Feed

Mengenang KRI Nanggala 402: Penjaga Laut Indonesia

KRI Nanggala 402

Topcareer.Id – KRI Nanggala 402, juga dikenal sebagai Nanggala II, merupakan kapal selam kedua dalam jenis kapal selam kelas Cakra.

KRI Nanggala berada di bawah kendali Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur.

Kapal selam ini mempunyai lebar 6.3 meter dengan panjang 59,5 meter, dan memiliki sensor senjata signaal sinbad dan peralatan perang berupa torpedo atau nuklir.

KRI Cakra 401

Sebelumnya ada KRI Cakra 401 kapal pertama, dalam jenis Kapal selam kelas Cakra. Kapal ini merupakan kapal kedua yang menyandang nama Cakra dalam jajaran TNI AL.

Kapal pertama merupakan KRI Tjakra, salah satu dari 12 kapal selam kelas Tjakra buatan Rusia yang scrap pada tahun 70-an.

Kedua kapal selam Indonesia ini dibuat oleh orang Howaldtswerke-Deutsche Werft di kota Lubeck.

Pemerintah Republik Indonesia memesan KRI Nanggala pada 2 April 1977 dengan harga senilai USD 625 juta.

Proyek pembuatan kapal selam ini berlangsung sejak bulan Maret 1978, lalu sampai ke pemerintah Indonesia pada tanggal 6 Juli 1981, dan menunjukkan diri untuk pertama kali saat ulang tahun TNI ke-36 pada 5 Oktober 1981.

Menteri Pertahanan Keamanan Jenderal TNI Mohammad Yusuf meresmikan KRI Nanggala 402 pada 21 Oktober 1981 di Surabaya.

Mengenang jasa KRI Nanggala 402

Kapal selam ini sudah melakukan misi penyelamatan untuk Indonesia, dan berikut beberapa kerja sama internasional yang telah kapal ini lakukan:

April hingga Mei 1992, KRI Nanggala mendapat tugas untuk sebuah misi intelijen di Samudera Hindia.

Agustus hingga Oktober 1999, Nanggala kembali ditugaskan dalam sebuah misi intelijen di Timor Timur. Misi tersebut berjalan bersama KRI Cakra (401) untuk melacak pergerakan Pasukan Internasional untuk Timor Timur.

Mei hingga Juni 2002, Nanggala ikut dalam latihan gabungan TNI AL dan Angkatan Laut Amerika Serikat dengan nama sandi CARAT-8/02 CARAT (Cooperation Afloat Readiness and Training).

Ini adalah bantuan latihan militer Amerika Serikat terhadap militer negara sahabat di Asia Tenggara. Latihan CARAT ini berlangsung di perairan Laut Jawa, Selat Bali dan Situbondo.

April 2005 hingga Mei 2005, Nanggala mendapat tugas menuju kawasan tersebut untuk berjaga-jaga apabila terjadi keadaan yang mendesak. Selain itu, KRI Nanggala juga mendapat tugas untuk mengintai, menyusup, dan memburu sasaran-sasaran strategis.

Keunggulan KRI Nanggala 402

KRI Nanggala mampu menembakkan empat torpedo secara bersamaan menuju empat target yang berbeda, dan meluncurkan misil antikapal seperti Exocet atau Harpoon.

Selain itu, kedalaman selamnya 257 meter (843 ft) dan kelajuan maksimumnya dari 21,5 knot (39,8 km/h) menjadi 25 knot (46 km/h). Sekitar lima tahun kemudian, KRI Nanggala memiliki sistem echosounder KULAÇ buatan ASELSAN.

Turut Berduka untuk seluruh awak kapal Nanggala 402. Kalian adalah pahlawan yang selalu menjaga perairan laut Indonesia.**(Feb)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top