Info Feed

Tutorial Mengurus ISBN, Mudah dan Gratis!

Ilustrasi ISBN

SayaAjarkan – Sebelum dapat menerbitkan buku dan memasarkannya, sebuah buku umumnya harus memiliki nomor identitas atau yang sering disebut ISBN.

Mungkin sekilas terdengar rumit. Tapi jangan keburu menyerah dulu. Mendapatkan ISBN di Indonesia sebenarnya gampang kok.

Yang penting, untuk bisa mendapatkannya, kita harus mendaftarkan diri dulu sebagai Anggota. Syaratnya minimal harus memiliki badan hukum CV atau PT penerbitan.

Untuk biayanya sendiri, adalah nol alias gratis. Kamu mungkin hanya perlu mengeluarkan uang untuk biaya print, biaya kelengkapan dokumen, dan sejenisnya.

Apa itu ISBN?

Sesuai dari website Perpusnas, International Standard Book Number (ISBN) adalah sistem penomoran internasional untuk buku, yang fungsinya untuk memudahkan pendistribusian dan pencirian buku secara internasional menggunakan sistem komputer.

ISBN diberikan oleh Badan Internasional ISBN yang berkedudukan di London. Perpustakaan Nasional RI merupakan Badan Nasional yang berhak memberikan nomor ini kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia dan KDT (Katalog Dalam Terbitan).

Proses pendaftaran penerbit, permintaan ISBN dan KDT telah menjadi lebih mudah dengan layanan satu pintu.

Sekali informasi judul terbitan diserahkan, akan menjadi bagian dari database bibliografi dan akan muncul di KDT Perpustakaan Nasional.

Hal ini memungkinkan perpustakaan maupun toko buku yang mencari terbitan untuk dibeli mengetahui informasi terbitan terbaru.

Persyaratan pengurusan ISBN

A. Anggota Baru

Mengisi formulir surat pernyataan beserta stempel penerbit dengan menunjukkan bukti legalitas penerbit atau lembaga yang bertanggung jawab (akta notaris).

Membuat surat permohonan atas nama penerbit (berstempel) untuk buku yang akan kita terbitkan.

Mengirimkan fotokopi halaman judul, balik halaman judul (halaman copyright), daftar isi, dan kata pengantar.

B. Anggota Lama

Hanya butir 2 dan 3 saja yang perlu dikirimkan kepada Tim ISBN/KDT.
Setelah buku terbit, penerbit mengirimkan 2 (dua) eksemplar dari hasil terbitan tersebut.

Perhatikan persyaratan pada Butir A.1 bahwa penerbit atau lembaga yang menerbitkan buku wajib untuk memiliki legalitas badan usaha atau badan hukum dengan bukti fotokopi akta notaris.

Ini artinya, penerbit-penerbit swakelola (self-publisher) yang tidak berbadan usaha atau berbadan hukum kini tidak dapat mengurusnya.

Hal lain yang perlu kita persiapkan

Copy halaman prelims buku, yaitu halaman judul penuh, halaman hak cipta, halaman daftar isi, dan halaman kata pengantar berikut halaman prakata.

Kepentingan halaman ini untuk menyusun katalog dalam terbitan (KDT) yang terkadang juga memerlukan informasi spesifikasi buku, yaitu ukuran buku dan tebal buku.

Penerbit juga perlu menginformasikan jumlah terbitan tiap tahunnya sehingga Perpusnas RI dapat mempertimbangkan pemberian nomor ISBN yang panjang dalam urutan produksi buku.

Terakhir, menyertakan surat pernyataan penanggung jawab penerbitan lengkap dengan tanda tangan dan stempel.

Contoh surat pernyataan

Dengan surat pernyataan ini kami :

Penerbit : …………………………………………………….

Alamat : ……………………………………………………….

Telp/Fax : …………………………………………………….

E-Mail : ………………………………………………………..

Nama Penanggung Jawab : ………………………………

Rata-rata terbitan tiap tahun : ………………………….

Judul : …………………………………………………………..

Menyatakan bersedia ikut mengambil bagian dalam system ISBN dan KDT (Katalog Dalam Terbitan).

Demikian agar badan yang bertanggung jawab menangani masalah ini menjadi maklum.

Surat pernyataan ini kami sampaikan kepada Tim ISBN/KDT PERPUSTAKAAN NASIONAL RI. Jl.Salemba Raya No. 28 A, Kotak Pos 3624 Jakarta 10002, sebagai tindak lanjut dari pertemuan ilmiah ISBN.

Jakarta, 28 November 2021

Pimpinan penerbit

Nama kamu

——————

Catatan: jika kamu tidak memiliki penerbit, dan tak mau repot dengan proses pengurusan ISBN, kamu bisa menggunakan jasa pengurusan atau memilih terbit lewat print on demand.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top